<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Blog &#187; EPISTEMOLOGI</title>
	<atom:link href="http://parapemikir.wordpress.com/category/epistemologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://parapemikir.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Nov 2011 06:14:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='parapemikir.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Blog &#187; EPISTEMOLOGI</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://parapemikir.wordpress.com/osd.xml" title="My Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://parapemikir.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Buku Suci</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/05/14/buku-suci/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/05/14/buku-suci/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 14:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[EPISTEMOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Epistemologi]]></category>
		<category><![CDATA[alat epistemologi menurut alquran]]></category>
		<category><![CDATA[Alat pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[alat untuk mengetahui]]></category>
		<category><![CDATA[Buku suci]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab Suci]]></category>
		<category><![CDATA[Mengetahui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Terbersit untuk meneliti apa yang dikatakan dibuku-buku suci tentang alat yang dimiliki oleh manusia untuk mendapatkan pengetahuan / epistemologi . Keinginan untuk meneliti dibuku-buku suci ini adalah untuk merespon beberapa gelintir orang dimilist yahoogroups yang dihuni oleh beberapa orang islam fundamentalis, mereka sering dengan lantang mengkafirkan orang yang membahas sebuah persoalan tetapi tidak mengkait-kaitkannya kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=268&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Terbersit untuk meneliti apa yang dikatakan dibuku-buku suci tentang alat yang dimiliki oleh manusia untuk mendapatkan <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a> / <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">epistemologi</a> .</p>
<div id="attachment_269" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/buku-suci"><img class="size-thumbnail wp-image-269" title="alquran" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/05/alquran-150x150.jpg" alt="al-quran" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">al-quran</p></div>
<p style="text-align:justify;">Keinginan untuk meneliti dibuku-buku suci ini adalah untuk merespon beberapa gelintir orang dimilist yahoogroups yang dihuni oleh beberapa orang islam fundamentalis, mereka sering dengan lantang mengkafirkan orang yang membahas sebuah persoalan tetapi tidak mengkait-kaitkannya kepada &#8220;dalil&#8221; di kitab suci.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja respon saya ini akan dianggap reaktif dan membikin diskusi menjadi tidak dinamis oleh mereka yang membaca tulisan ini milist yang dihuni oleh orang-orang yang berpikiran terbuka dan tidak menjadi pengikut dari salah satu buku suci yang mungkin akan kita bicarakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita lihat apa yang dikatakan oleh buku/kitab suci, dan karena buku suci yang sering saya baca dan teliti adalah Al-quran maka sekarang kita mau lihat apa yang dikatakan oleh Al-quran.<span id="more-268"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Apakah Al-quran mendukung pendapat yang <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">ini</a> atau mendukung pendapat yang <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">itu</a>? Apakah menurut Al-quran alat yang digunakan untuk mendapatkan <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a> itu dengan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a>, <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a> atau <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-3">hati</a>?</p>
<p style="text-align:justify;">Al-quran dengan tegas mengatakan tidak yang <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">ini</a> dan juga bukan yang <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">itu</a>. Alat untuk <a href="http://parapemikir.com/mengetahui">mengetahui</a> itu bukan hanya <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> dan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a>. Dan juga bukan hanya <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-3">hati</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika anda berpegang hanya kepada <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> dan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a>, maka anda akan cenderung terlalu &#8220;keluar&#8221; dan sebaliknya jika anda hanya berpegangan kepada <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-3">hati</a>, maka anda akan cenderung terlalu &#8220;kedalam&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Al-quran mengakui kedua alat <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">epistemologi</a> <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> dan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a> sebagaimana yang bisa kita lihat di surat An-Nahal ayat 78,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. &#8220;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Al-quran mengatakan, Anda tidak tahu dan untuk itu Kami berikan alat untuk <a href="http://parapemikir.com/mengetahui">mengetahui</a> yaitu <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> (pendengaran, penglihatan) dan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a> (hati).</p>
<p style="text-align:justify;">Namun untuk beberapa urusan, <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> dan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a> anda akan mengalami goncangan dan kekeliruan, untuk itu bersihkanlah alat itu dengan dengan mensucikan jiwa anda.</p>
<p style="text-align:justify;">Al-quran menyampaikan pesan untuk membersihkan jiwa ini dengan pesan yang maha hebat dan mengguncang serta menusuk langsung kepada hati setiap siapa saja yang membacanya, Al-quran mengatakan pada surat Asy-Syams ayat 1 sampai dengan 10 :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.  sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Al-quran mengatakan &#8221; Beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaannya adalah, bagaimana mensucikan jiwa? Dimana (bendanya) jiwa itu berada?</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada satu Profesor-pun yang mampu menyingkap dimana letak jiwa, tetapi satuhal yang bisa kita ketahui adalah bahwa <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> dan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a> itu terletak dijiwa manusia. Oleh karena itu jika dikatakan beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwa maka itu artinya beruntunglah orang-orang yang membersihkan apa saja yang melekat dijiwa ( indra dan rasio).</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian Al-quran mengatakan lagi di surat Al-Ankabut ayat 69 :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Al-quran mengatakan, kepada siapa saja yang bersungguh-sungguh maka akan diberi jalan, akan diberi <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a>. Allah berjanji akan memberikan <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a> dan jalan kepada mereka yang bersungguh-sungguh walaupun mereka tidak memiliki kelebihan di alat <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> dan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Penjelasan ini tidak berarti anda bisa menjadi Dokter Spesialis  dengan hanya duduk di pojok masjid menghitung jumlah klereng yang diikat disebuah tasbih. Antuk menjadi Dokter anda harus belajar di fakultas kedokteran. Alquran menyuruh menggunakan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> dan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a> untuk wilayah yang <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">ini</a> dan mensucikan jiwa untuk wilayah yang <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">itu</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kata lain, menurut buku suci Al-quran manusia memiliki 3 alat <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">epistemologi</a>, yang pertama adalah <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a>, yang kedua adalah <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a> dan yang ketiga adalah mensucikan jiwa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/268/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=268&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/05/14/buku-suci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/05/alquran-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">alquran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alat Pengetahuan 3</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/05/13/alat-pengetahuan-3/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/05/13/alat-pengetahuan-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 10:49:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[EPISTEMOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[Alat]]></category>
		<category><![CDATA[alat mengetahui]]></category>
		<category><![CDATA[Alat pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[alat untuk mengetahui]]></category>
		<category><![CDATA[Mengetahui]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Kita masih meneruskan pembicaraan tentang alat untuk memperoleh pengetahuan &#8211; epistemologi &#8211; atau disubjudul sebelumnya kita sebutkan dengan istilah alat pengetahuan. Kita sudah mengulas sedikit tentang 2 alat utama untuk memperoleh pengetahuan, yaitu alat indra dan rasio. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita hanya memiliki 2 alat itu saja untuk bisa mendapatkan pengetahuan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=258&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align:justify;">Kita masih meneruskan pembicaraan tentang <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">alat</a> untuk memperoleh pengetahuan &#8211; <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">epistemologi</a> &#8211; atau disubjudul sebelumnya kita sebutkan dengan istilah <strong><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">alat pengetahuan</a></span></strong>.</div>
<div id="attachment_259" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-3"><img class="size-thumbnail wp-image-259" title="heart" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/05/heart-150x150.jpg" alt="heart" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">hati</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kita sudah mengulas sedikit tentang 2 alat utama untuk memperoleh <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a>, yaitu alat <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> dan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a>. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita hanya memiliki 2 alat itu saja untuk bisa mendapatkan <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a> dan <a href="http://parapemikir.com/mengetahui">mengetahui</a> kebenaran serta hakikat dari kebenaran?</p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang menjawab iya, kita hanya memiliki 2 alat tersebut dan yang lainnya mengatakan tidak, kita tidak memiliki 2 alat melainkan hanya 1 alat saja yaitu <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> saja atau <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a> saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Plato dan Descartes misalnya, mereka berpendapat bahwa alat untuk mendapatkan <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a> hanyalah satu saja yaitu <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a>. Menurut Descartes, <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> hanyalah berupa alat yang digunakan sebagai pelengkap kerja, tidak ubahnya seperti kendaraan bermotor hanya diperlukan untuk mengantar tetapi tidak untuk mendapatkan. <span id="more-258"></span>Dengan kata lain Descartes ingin menegaskan bahwa <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> hanyalah alat kerja, bukan alat untuk mendapatkan <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Dipihak lain ada juga yang berpendapat serupa tapi tak sama dengan Plato dan Descartes. Serupa karena merekapun percayai bahwa hanya ada satu alat yang dimilik oleh manusia untuk mendapatkan <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan.</a> Berbeda karena mereka percaya bahwa alat yang dimaksud adalah <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> bukan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a> sebagaimana yang dikatakan oleh Plato dan Descartes.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut mereka sesungguhnya semua <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a> itu tidak bisa tidak harus berhubungan secara langsung dengan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">indra</a>. Termasuk kedalam kelompok yang mengatakan satu-satunya alat <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">epistemologi</a> itu <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> antara lain John Locke, Hume dan Hobbes.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun demikian ada juga yang tidak berpendapat diantara kedua pendapat tersebut, tidak mengatakan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> dan juga tidak mengatakan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a>, melainkan ada alat yang ke 3 yaitu hati <em>(baca : hati dalam istilah sufi/irfan/tasawuf/spiritual).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa ilmuwan barat yang sangat terkenal mempercayai bahwa satu-satunya alat <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">epistemologi</a> yaitu hati. Diantara mereka yang percaya dengan alat hati ini ada nama-nama besar seperti William James, Ahli jiwa dan filsuf terkenal dari Amerika. Ada Pascal ahli matematika yang cukup termasyur. Ada Alexis Carrel dan juga ada Bergson.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut mereka, bahwa apa yang dikatakan tentang <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> dan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a> tersebut sebenarnya bukanlah alat <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">epistemologi</a>, melainkan hanya sekedar alat untuk mengarungi kehidupan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kata lain, <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">Rasio</a> dan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">Indra</a> yang dibicarakan oleh Descartes dan John Locke itu sesungguhnya bukanlah alat untuk menambah <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a>. Alat untuk menambah <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a> hanyalah hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang kita sudah melihat ada 3 pendapat dan pendapat yang manakah sesungguhnya yang paling bisa dipercaya? Kalau kita buka ulang buku-buku para filsuf besar kita hanya akan menemukan 1 jawaban diantara 3 pendapat tersebut. Jawaban mereka tentang alat untuk <a href="http://parapemikir.com/mengetahui">mengetahui</a> yaitu kalau bukan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a>, berarti <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2">rasio</a>, kalau bukan salah satu dari ke 2 itu berarti yang ke 3, yaitu <a href="http://parapemikir.com/irfan">hati</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Terbersit untuk melihat dan mencari buku yang lain, kalau tadi sudah dibolak balik dari buku filsafat satu ke buku filsafat yang lain, isinya tidak jauh berbeda, sekarang bagaimana kalau kita buka apa pendapat-pendapat dari buku suci seperti Injil, Taurat, Zabur atau Al-quran?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/258/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=258&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/05/13/alat-pengetahuan-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/05/heart-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">heart</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alat Pengetahuan 2</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/05/12/alat-pengetahuan-2/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/05/12/alat-pengetahuan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 09:18:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[EPISTEMOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[Alat]]></category>
		<category><![CDATA[alat mengetahui]]></category>
		<category><![CDATA[Alat pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Mengetahui]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Kita telah mengetahui bahwa salah satu alat yang diperlukan oleh manusia untuk mengetahui alam sekitarnya adalah pancaindra. Kehilangan satu indra akan menyebabkan hilangnya satu ilmu yang terkait secara langsung dengan indra tersebut. Sekarang pertanyaannya adalah, apakah jika semua indra kita berfungsi normal maka secara otomatis kita bisa mengetahui hakikat dari sesuatu? Jawabannya tentu saja tidak. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=253&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kita telah <a href="http://parapemikir.com/mengetahui">mengetahui</a> bahwa salah satu alat yang diperlukan oleh manusia untuk <a href="http://parapemikir.com/mengetahui">mengetahui</a> alam sekitarnya adalah <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">pancaindra</a>. Kehilangan satu indra akan menyebabkan hilangnya satu <a href="http://parapemikir.com/ilmu">ilmu</a> yang terkait secara langsung dengan <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan-2"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-254" title="pengetahuan" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/05/pengetahuan-150x150.jpg" alt="pengetahuan" width="150" height="150" /></a>Sekarang pertanyaannya adalah, apakah jika semua <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> kita berfungsi normal maka secara otomatis kita bisa mengetahui hakikat dari sesuatu? Jawabannya tentu saja tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam banyak hal <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">pancaindra</a> tidak bisa dijadikan sebagai patokan untuk mengetahui keapa-an objek yang ingin kita ketahui. Tidak semua hal bisa diteliti dan dibawa ke laboratorium untuk dilihat dengan mikroskop.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang tidak akan sanggup memperlihatkan bukti bagaimana <strong><em>bentuknya</em></strong> rindu, marah, sedih, cinta dan lain-lain kecuali hanya menunjukkan gejala atau perumpamaan-perumpamaan yang bisa dimengerti sebagai rasa rindu, marah, sedih dan cinta.<span id="more-253"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jikapun <a href="http://parapemikir.com/filsafat-dan-sains">sains</a> ingin meneliti bukti-bukti dari sesuatu yang bersifat abstrak, maka <a href="http://parapemikir.com/filsafat-dan-sains">sains</a> hanya bisa meneliti kepada effek atau kecenderungan melekul, hormon, darah atau semacamnya yang berhubungan dengan bagian-bagian phisik atau organ tubuh seseorang.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat persoalan ini, maka tentunya kita membutuhkan alat lain sebagai pendamping <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a>, yaitu akal atau rasio.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan rasio kita akan mampu memilah dan menguraikan semua informasi yang sudah terekam oleh <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">pancaindra</a>. Dalam mengolah informasi tersebut kita biasanya membuat katagori-katagori untuk mempermudah mengenali semua persoalan yang telah dimediasi oleh <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> tersebut. Yang ini kita masukkan kedalam katagori kuantitas dan yang itu kita masukkan dalam katagori kualitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya, untuk ukuran luas persegi kita namai meter persegi, untuk ukuran jarak kita namai meter, untuk berat kita namai kilogram dan kesemuaanya itu kita masukkan kedalam katagori kuantitas. Ramah, suka senyum, galak dan lain-lain kita masukkan kedalam katagori kualitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk sesuatu yang tidak bisa kita katagorikan kedalam katagori kuantitas ataupun kualitas kita masukkan kedalam katagori relatif. Beribu-ribu perkara kita masukkan kedalam katagori relatif dan untuk perkara-perkara yang tidak masuk kedalam katagori kuantitas, kualitas ataupun relatif kita kelompokkan kedalam kelompok yang lain, yaitu katagori substansi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentang pengkatagorian ini sendiri sebenarnya banyak pendapat dan sudut pandang sehingga tidak semua ilmuwan seragam didalam pembuatan katagori-katagorinya. Aristoteles misalnya, dia membuat 10 katagori dan ilmuwan yang lain mengatakan 5 katagori, Hegel dengan katagorinya sendiri, Kant juga demikian.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengkatagorian ini adalah merupakan aktivitas <a href="http://parapemikir.com/logika">rasio</a> dan pemikiran yang sifatnya rasional. <a href="http://parapemikir.com/logika">Rasio</a> memproses sesuatu dari yang sifatnya partial menjadi general dan kemudian universal.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin tidak semua dari kita mengetahui ataupun menyadari bahwa <a href="http://parapemikir.com/logika">rasio</a> memiliki kecanggihan yang sangat luar biasa dalam urusan melepas <em>(tajrid)</em>. Dengan mengetahui sedikit saja kemampuan melepas <em>(tajrid)</em> <a href="http://parapemikir.com/logika">rasio</a> maka sesungguhnya sangat mudah untuk mementahkan teori matrialisme yang berpangkal kepada pembuktian <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indrawi</a> semata.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tahu bahwa hampir semua perkara di alam objektif/alam nyata ini sebenarnya hanya ada satu perkara dan tidak mungkin dapat dipisah-pisahkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya :</p>
<p style="text-align:justify;"> “ada Budi” , “ada Alexander” , “ada Kursi” .<br />
“5 mobil” , “10 orang” , “1000 supporter”</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh yang kita lihat diatas, di alam nyata itu hanyalah satu perkara. Kita tidak bisa pisahkan 2 hal yang berbeda pada perkara tersebut pada alam nyata.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak bisa pisahkan antara &#8220;Ada&#8221; dan &#8220;Budi&#8221; , kita tidak mungkin mengatakan &#8221; yang ini adalah si ADA dan yang itu adalah si BUDI&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Atau..</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak bisa mengatakan &#8221; yang ini adalah si 5 dan yang itu adalah si MOBIL&#8221;. Di alam nyata &#8220;2 hal&#8221; tersebut adalah satu kesatuan dan tidak bisa dipisahkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak bisa menghadirkan &#8220;ADA&#8221; untuk disaksikan atau menyaksikan sesuatu tanpa dikaitkan kepada sesuatu yang lain, seperti mobil, Alexander, Budi  dan seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pun demikian, kita tidak bisa menghadirkan 5 untuk disaksikan atau menyaksikan kecuali di ikatkan kepada &#8216;benda&#8217; objektif seperti mobil, orang, angka, supporter dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Realitas yang hanya ada satu pada alam objektif tersebut bisa kita pisahkan atau lepaskan <em>(tajrib)</em> menjadi 2 di alam <a href="http://parapemikir.com/logika">rasio</a>. Di alam <a href="http://parapemikir.com/logika">rasio</a> kita bisa saja menghadirkan 5 tanpa mengikatkan kepada benda apapun. Kita bisa mengatakan 5&#215;5=25 dengan tanpa mengatakan 25 mobil, motor dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai disini kita sudah bisa melihat bahwa, ruang gerak dan liputan yang bisa diolah oleh <a href="http://parapemikir.com/logika">rasio</a> ternyata jauh melampaui ruang gerak yang bisa disampaikan oleh <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan secara tidak langsung kita juga sudah bisa melihat hubungan kekerabatan yang begitu dekat antara alat <a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan">indra</a> (baca :menghadirkan mobil ) dan alat <a href="http://parapemikir.com/logika">rasio</a> ( baca :menghadirkan 5 ) untuk wilayah dan otoritas  masing-masing alat <a href="http://parapemikir.com/mengetahui">mengetahui</a> tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/253/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=253&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/05/12/alat-pengetahuan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/05/pengetahuan-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pengetahuan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alat Pengetahuan</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/05/10/alat-pengetahuan/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/05/10/alat-pengetahuan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 05:05:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[EPISTEMOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[Alat]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Epistemologi]]></category>
		<category><![CDATA[Alat pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Mengetahui]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Jika sebelumnya kita katakan bahwa manusia mempunyai potensi untuk  mengetahui seluruh isi langit dan bumi, sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah, bagaimana cara mengetahuinya? Apa saja alat yang diperlukan untuk mengetahui apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi? Alat yang diperlukan untuk mengetahui kesemuaannya itu salah satunya adalah &#8220;indra&#8221;. Manusia memiliki beberapa macam indra, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=247&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Jika <a href="http://parapemikir.com/mengetahui">sebelumnya</a> kita katakan bahwa manusia <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">mempunyai potensi</a> untuk  mengetahui seluruh isi langit dan bumi, sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah, bagaimana cara <a href="http://parapemikir.com/mengetahui">mengetahuinya?</a> Apa saja alat yang diperlukan untuk <a href="http://parapemikir.com/mengetahui">mengetahui</a> apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi?</p>
<div id="attachment_248" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/alat-pengetahuan"><img class="size-thumbnail wp-image-248" title="alat" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/05/alat-150x150.gif" alt="alat pengetahuan" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">alat pengetahuan</p></div>
<p style="text-align:justify;">Alat yang diperlukan untuk <a href="http://parapemikir.com/mengetahui">mengetahui</a> kesemuaannya itu salah satunya adalah &#8220;indra&#8221;. Manusia memiliki beberapa macam indra, seperti indra penglihatan, pendengaran, perasa, peraba dan penciuman. Jika saja manusia kehilangan semua indra tersebut niscaya manusia akan kehilangan bentuk <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">pengetahuan/epistemologinya</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang terlahir buta sejak lahir tidak akan pernah bisa membayangkan aneka warna dan bentuk lahiriah segala sesuatu sebagaimana layaknya orang normal melihatnya. Orang yang kehilangan satu indra maka dia telah kehilangan satu <a href="http://parapemikir.com/ilmu">ilmu</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak akan mampu menjelaskan dengan cara apapun bagaimana warna pelangi, warna danau, warna langit, warna awan dan lain-lain kepada orang yang telah kehilangan penglihatannya sejak lahir.<span id="more-247"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita tanyakan kepada orang yang sudah buta sejak lahir, &#8220;tahukah kau bagaimana indahnya awan yang berarak putih di langit sana?&#8221; Maka kita akan menemukan situasi yang sulit dan mendapati si buta hanya melonggo lucu. Kita tidak akan  bisa menjelaskan indahnya awan putih berarak dilangit nan biru itu kepada sibuta karena sibuta telah kehilangan satu alat <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">epistemologinya</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita tetap memaksa ingin menjelaskan maka yang ada hanya rangkaian kelucuan dan kekonyolan. Jika sibuta bertanya, &#8220;bagaimana bentuk awan yang berarak putih itu om?&#8221;. Maka kita hanya mampu menunjukkan perumpamaan dengan sesuatu yang sudah dikenal oleh sibuta, misalnya mendekatkan rangkaian kain yang menyerupai awan kepada sibuta.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sibuta memegang rangkaian kain yang dibuat seperti awan tersebut maka sibuta akan bergumam  &#8220;oh jadi begini bentuknya awan yang lagi berarak, tetapi bagaimana warna putih itu, seperti apakah warna putih Om?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Menjelaskan warna putih kepada sibuta? Yang bisa kita lakukan hanyalah  memberikan perumpamaan dengan sesuatu yang bisa dipahami oleh sibuta,  misalnya kita katakan &#8221; warna putih itu adalah seperti warna angsa&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau sibuta bertanya lagi, &#8220;angsa itu seperti apa Om?&#8221;, kita bisa sodorkan angsa ke dekat sibuta dan mengatakan, &#8220;angsa itu seperti ini&#8221;. Dengan cara seperti itu apakah kemudian sibuta menjadi tahu seperti apa yang namanya awan putih berarak tersebut? Tidak, kita bahkan akan menemukan &#8216;kekacauan&#8217; yang baru lagi dengan melihat sibuta berseru girang &#8220;Oh sekarang saya sudah mengerti, bagaimana indahnya awan putih yang sedang berarak!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bentuknya tipis dan warnanya panjang serta bulat, ya Om!&#8221; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak akan pernah bisa menjelaskan satu <a href="http://parapemikir.com/ilmu">ilmu</a> kepada orang yang telah kehilangan satu indra yang dituntut oleh <a href="http://parapemikir.com/ilmu">ilmu</a> tersebut dan karenanya tidak bisa tidak bahwa indra adalah salah satu alat yang sangat diperlukan untuk <strong><a href="http://parapemikir.com/mengetahui">mengetahui</a></strong> segala sesuatu yang ada dilangit dan dibumi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja, karena indra hanya salah satu alat, maka kita akan membutuhkan alat yang lain untuk mencapai dan <a href="http://parapemikir.com/mengetahui">mengetahui</a> <a href="http://parapemikir.com/filsafat">kebenaran.</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=247&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/05/10/alat-pengetahuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/05/alat-150x150.gif" medium="image">
			<media:title type="html">alat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengetahui</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/05/09/mengetahui/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/05/09/mengetahui/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 02:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[EPISTEMOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[Mengetahui]]></category>
		<category><![CDATA[mengetahui alam semesta]]></category>
		<category><![CDATA[mengetahui dan pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan dan mengetahui]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Dari analisa logis yang sudah disampaikan sebelumnya, kita telah sampai kepada pembicaraan bahwa dalam beberapa hal manusia pasti bisa mengetahui secara pasti atas kebenaran sesuatu dan dalam hal lainnya manusia tidak akan mampu mengetahuinya. Kita telah mengutip pendapat dari beberapa orang, dan sekarang kita ingin mengutip pendapat dari kitab suci Al-quran. Apakah menurut Al-quran manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=242&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dari analisa <a href="http://parapemikir.com/logika">logis</a> yang sudah disampaikan <a href="http://parapemikir.com/menjawab-mereka-yang-skeptis">sebelumnya</a>, kita telah sampai kepada pembicaraan bahwa dalam beberapa hal manusia pasti bisa <a href="http://parapemikir.com/menjawab-mereka-yang-skeptis">mengetahui</a> secara pasti atas kebenaran sesuatu dan dalam hal lainnya manusia tidak akan mampu <a href="http://parapemikir.com/menjawab-mereka-yang-skeptis">mengetahuinya</a>.</p>
<div id="attachment_243" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/mengetahui"><img class="size-thumbnail wp-image-243" title="mengetahui" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/05/mengetahui-150x150.jpg" alt="Pengetahuan" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Pengetahuan</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kita telah mengutip pendapat dari beberapa orang, dan sekarang kita ingin mengutip pendapat dari kitab suci Al-quran. Apakah menurut Al-quran manusia bisa <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">mengetahui</a> hakikat kebenaran atau apakah memang betul bahwa <a href="http://parapemikir.com/skeptis">sudah nasib dan suratan tangan manusia</a> untuk berhenti di &#8220;<a href="http://parapemikir.com/skeptis">Saya tidak tahu</a>?&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada surat Al-baqarah ayat 31 kita bisa melihat,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) <strong>SELURUHNYA</strong>, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: &#8220;Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sangat jelas pada ayat tersebut menyatakan bahwa Allah telah mengajarkan kepada Adam <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">SELURUH</a> hakikat dan tidak ada satupun yang luput darinya. <span id="more-242"></span>Dengan <a href="http://parapemikir.com/menjawab-mereka-yang-skeptis">pengetahuan</a> yang <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">menyeluruh</a> seperti itu, bahkan malaikatpun tidak sanggup untuk menandingi <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a> Adam.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya meyakini bahwa semua anak manusia adalah keturunan dari Nabi Adam yang diceritakan didalam Al-quran tersebut sehingga saya berkesimpulan bahwa sebagai anak cucu Adam maka sudah semestinya manusia mempunyai potensi yang sama dengan nenek moyangnya tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Keyakinan saya ini dipertegas juga dengan beberapa perintah di Al-quran yang menyuruh anak manusia untuk menggali <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a> seluas-luasnya tanpa batas, Alquran mengatakan :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Katakanlah : &#8221; Perhatikanlah apa yang ada dilangit dan dibumi&#8221; ( QS. Yunus :101)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Katakanlah kepada semua orang bahwa anda semua adalah anak cucu Adam dan kalian <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">bisa mengetahui</a> segala yang ada dipenjuru langit dan bumi jika anda betul-betul menginginkan dan menelitinya. Allah akan menolong siapapun yang sungguh-sungguh ingin mencari kebenaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi jika ada orang yang bertanya, seberapa besar peluang manusia untuk bisa <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">mengetahui</a> kebenaran segala sesuatu yang ada dilangit dan dibumi maka jawabannya adalah sangat besar dan sangat tak terbatas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=242&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/05/09/mengetahui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/05/mengetahui-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mengetahui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berangkat dari Keraguan</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/26/berangkat-dari-keraguan/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/26/berangkat-dari-keraguan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 23:04:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[EPISTEMOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[apakah ada kepastian pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Berangkat dari keraguan]]></category>
		<category><![CDATA[kepastian]]></category>
		<category><![CDATA[keraguan]]></category>
		<category><![CDATA[ragu]]></category>
		<category><![CDATA[skeptisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Kita telah mengetahui bahwa pada masa setelah Socrates, telah muncul seorang tokoh skeptisme yang bernama Pyrho. Berikutnya pada abad pertengahan sampai abad modern ini telah banyak pula bermuculan tokoh-tokoh skeptis lainnya. Tokoh yang muncul belakangan tersebut ada yang tetap teguh berpendirian skeptis seperti pyrho dari awal hingga akhir tetapi ada juga yang bermula dari skeptis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=176&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kita telah mengetahui bahwa pada masa setelah Socrates, telah muncul seorang tokoh <em><a href="http://parapemikir.com/skeptis">skeptisme</a></em> yang bernama <a href="http://parapemikir.com/skeptis">Pyrho</a>. Berikutnya pada abad pertengahan sampai abad modern ini telah banyak pula bermuculan tokoh-tokoh <strong><em><a href="http://parapemikir.com/skeptis">skeptis</a></em></strong> lainnya. Tokoh yang muncul belakangan tersebut ada yang tetap teguh berpendirian <strong><a href="http://parapemikir.com/skeptis">skeptis</a></strong> seperti pyrho dari awal hingga akhir tetapi ada juga yang bermula dari <strong><em><a href="http://parapemikir.com/skeptis">skeptis</a></em></strong> lalu kemudian menemukan kebenaran dan berubah menjadi seseorang yang mempercayai kepastian akan kebenaran.</p>
<div id="attachment_177" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/berangkat-dari-keraguan"><img class="size-thumbnail wp-image-177" title="keraguan" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/04/keraguan-150x150.jpg" alt="kepastian" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">kepastian</p></div>
<p style="text-align:justify;">Untuk meringkas tulisan, kita tidak akan mengulang pandangan tokoh-tokoh yang sejak awal sampai akhirnya tetap pada keragu-raguan. Tetapi kali ini kita akan melihat bagaimana mereka yang tadinya berangkat dari keragu-raguan kemudian akhirnya bersimpuh didalam kebenaran dan menemukan kebenaran itu sebagai suatu kepastian.</p>
<p style="text-align:justify;">Diceritakan bahwa ditengah-tengah kesibukannya sebagai seorang filsuf besar, Descartes tiba kepada suatu permasalahan <strong><a href="http://parapemikir.com/epistemologi">epistemologi</a></strong> yang sangat penting yaitu, apakah sesuatu yang telah didapat selama ini adalah merupakan suatu hal yang sudah pasti ataukah semuanya tidak mempunyai suatu kepastian.<span id="more-176"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ia mencoba untuk memeriksa keyakinan terhadap agama yang dia anut selama ini. Ia mulai meneliti keyakinan agamanya dengan modal <a href="http://parapemikir.com/ilmu">pengetahuan</a> yang dia miliki, meneliti dengan <a href="http://parapemikir.com/filsafat">filsafat</a> dan berbagai <a href="http://parapemikir.com/ilmu">ilmu</a> lainnya, mungkinkah apa-apa yang telah dia ketahui selama ini adalah betul-betul sudah dia ketahui atau semua itu sebenarnya masih dalam tahap pengembangan yang tidak ada akhir dan kepastiannya?</p>
<p style="text-align:justify;">Descartes kemudian mengatakan, &#8221; Dengan dasar apa saya mengatakan bahwa alam ini ada, manusia ada, masyarakat ada dan Tuhan juga ada. Dengan dalil seperti apa saya akan mengatakan bahwa kota ini ada, alam semesta ini adalah demikian, agama yang dibawa oleh Yesus adalah begini dan begitu?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana Pyrho, Descartes juga kemudian menelusuri apa yang bisa diperbuat oleh <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">pancaindra</a> dan <a href="http://parapemikir.com/logika">rasio</a>. Descartes melihat bahwa apa saja yang bisa didapat, dilihat dan didengarnya dengan mengunakan <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">pancaindra</a> dan <a href="http://parapemikir.com/logika">rasio</a> semuanya masih sangat lemah dan masih bisa diperdebatkan lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Descartes, <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">indra</a> adalah alat yang terlemah yang dimiliki oleh manusia, dan karenanya dia mencoba bersandar kepada kemampuan <a href="http://parapemikir.com/logika">rasio</a>. Namun demikian sebagaimana Pyrho, Descartespun menemukan bahwa tidak sedikit kesalahan yang telah pernah diperbuatnya selama didalam penelitian dengan menggunakan <a href="http://parapemikir.com/logika">rasio</a>. Melihat kenyataan ini, Descartes sang filsuf ternama itupun kemudian hampir-hampir kehilangan kepercayaan dan keyakinan, ia mulai meragukan segalanya dan sampai tak tersisa sedikitpun lagi keyakinan didalam dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Didalam keraguan dan kebimbangan yang dalam tersebut tiba-tiba dia tersentak dan berkata,</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221; Sekalipun saya ragu terhadap semua yang telah saya dapat selama ini, sekalipun saya ragu terhadap segala sesuatu yang ada didepan mata saya, namun satuhal yang TIDAK SAYA RAGUKAN adalah, bahwa saya TIDAK RAGU kalau saya sedang ragu&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Nampaknya Descartes telah mendapatkan satu kepastian tentang <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">kemungkinan untuk mengetahui</a> secara pasti. Ia sekarang <a href="http://parapemikir.com/ilmu">tahu</a> bahwa dia PASTI sedang ragu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dikhabarkan, Descartes kemudian berdiri diatas batu besar dialam terbuka dan mengatakan, &#8221; Saya telah menemukan sesuatu ; dikala saya meragukan segala sesuatu, dikala saya meragukan <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">panca indra</a> saya, dikala saya meragukan <a href="http://parapemikir.com/logika">rasio</a> saya, meragukan apakah dunia ini ada, kota paris itu ada, manusia itu ada, Tuhan itu ada dan apakah saya sendiri ada?  semua keraguan saya itu adalah betul adanya. Namun satu hal yang tidak mungkin bisa saya ragukan, yaitu bahwa saya sekarang tengah merasa ragu. Bahkan sekalipun saya meragu kan tentang keraguan saya ini, apakah saya ini ragu atau tidak, tetapi saya tetap merasa yakin dan tahu secara pasti bahwa saya sekarang sedang ragu. Dan saya yang sedang ragu ini adalah betul-betul ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah, akhirnya Descartes berjalan di tengah hamparan bumi yang luas dan telah menemukan sebuah <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">kepastian tentang pengetahuan</a>, sambil berjalan dia bergumam, &#8221; Saya sekarang sedang ragu, dan karena saya yang sedang merasakan keraguan ini adalah ada, maka saya adalah ada&#8221;, Dia terus berjalan sambil mengulang-ulang kata tersebut dan kemudian meyakini bahwa <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">kepastian akan pengetahuan</a>  itu adalah ada. Setidak-tidaknya dia tahu pasti tentang keraguan yang dia miliki.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=176&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/26/berangkat-dari-keraguan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/04/keraguan-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">keraguan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjawab Mereka yang Skeptis</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/24/menjawab-mereka-yang-skeptis/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/24/menjawab-mereka-yang-skeptis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 00:32:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[EPISTEMOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[keragu-raguan]]></category>
		<category><![CDATA[Mengetahui hakikat]]></category>
		<category><![CDATA[mengetahui kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[menjawab skeptisme]]></category>
		<category><![CDATA[ragu]]></category>
		<category><![CDATA[Skeptis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Mereka yang skeptis mengatakan bahwa tidak ada satupun yang bisa dijadikan landasan untuk mengatakan bahwa kita mampu untuk mengetahui segala sesuatu itu dengan pasti. Mereka mengatakan bahwa semua hal yang ada di alam semesta ini hanyalah berupa spekulasi saja, tidak ada kepastian didalamnya. Kita masih ingat, bagaimana Pyrho dan mereka-mereka yang skeptis  mengatakan &#8220;Jika manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=195&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Mereka yang <em><a href="http://parapemikir.com/skeptis">skeptis</a></em> mengatakan bahwa tidak ada satupun yang bisa dijadikan landasan untuk mengatakan bahwa kita mampu untuk <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">mengetahui</a> segala sesuatu itu dengan pasti. Mereka mengatakan bahwa semua hal yang ada di <a href="http://parapemikir.com/alam-materi">alam semesta</a> ini hanyalah berupa spekulasi saja, tidak ada kepastian didalamnya.</p>
<div id="attachment_196" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/menjawab-mereka-yang-skeptis"><img class="size-thumbnail wp-image-196" title="skeptisme" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/04/skeptisme-150x150.jpg" alt="Menjawab Mereka" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Menjawab Mereka</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kita masih ingat, bagaimana <a href="http://parapemikir.com/skeptis">Pyrho</a> dan mereka-mereka yang <a href="http://parapemikir.com/skeptis">skeptis</a>  mengatakan &#8220;Jika manusia ingin <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">mengetahui</a> dan memahami sesuatu, maka manusia hanya memiliki 2 alat <strong><a href="http://parapemikir.com/epistemologi">epistemologi</a></strong> untuk <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">mengetahui</a> dan mengenali <a href="http://parapemikir.com/alam-materi">alam</a> disekitarnya, yaitu <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">panca indra dan rasio</a>. Bukankah <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">panca indra dan rasio</a> dapat berbuat kesalahan? Dan karena <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">pancaindra dan rasio</a> tidak terlepas dari kesalahan maka tidak <a href="http://parapemikir.com/logika">logis</a> kalau kita berpegang kepada sesuatu yang salah dan kemudian mengatakan bahwa kita mampu untuk <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">mengetahui hakikat</a> sesuatu itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-195"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kepada <a href="http://parapemikir.com/skeptis">Pyrho</a> dan orang-orang yang berpendapat seperti <a href="http://parapemikir.com/skeptis">Pyrho</a> kita katakan bahwa, Betul <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">panca indra dan akal</a> dapat melakukan kesalahan, tetapi potensi kesalahan yang bisa terjadi kepada 2 alat <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">epistemologi</a> tersebut tidaklah secara serta merta akan menjadikan nasib manusia untuk tidak mungkin mengetahui hakikat sesuatu secara pasti.</p>
<p style="text-align:justify;">Dikatakan bahwa mata dapat melakukan kesalahan, tongkat yang lurus dimasukkan kekolam terlihat bengkok. Ketika bangun tidur terkadang kita melihat bantal seperti selimut, melihat selimut seperti undukan bantal dan seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang mari kita tanyakan kepada mereka yang <strong><a href="http://parapemikir.com/skeptis">skeptis</a></strong>, apakah ketika mereka menyaksikan kayu yang bengkok dikolam itu mereka langsung  <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">MENGETAHUI</a> secara pasti bahwa penglihatannya adalah salah dan itu hanyalah sebuah kekeliruan (baca : karena sesungguhnya kayu tidak bengkok) atau mereka MERAGUKAN  penglihatan mereka sendiri dan setengah percaya dengan penglihatan mereka sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka yang menyaksikan bantal terlihat seperti selimut dan selimut terlihat seperti bantal tersebut, apakah mereka <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">MENGETAHUI</a> secara pasti bahwa mereka salah lihat atau mereka hanya MENDUGA salah lihat.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu mereka akan menjawab, mereka <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">MENGETAHUI</a> bahwa mata telah melakukan kekeliruan. <a href="http://parapemikir.com/logika">Tidak mungkin</a> tongkat yang lurus jadi bengkok hanya karena dicelupkan  kedalam air. <a href="http://parapemikir.com/logika">Tidak mungkin</a> bantal berubah jadi selimut dan selimut berubah jadi bantal, yang terlihat sewaktu bangun tidur tadi hanyalah karena mata belum bisa berfungsi langsung sempurna 100% sehingga apa yang terlihat oleh mata pastilah sebuah kekeliruan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika demikian jawabannya, maka sesungguhnya mereka sendiri sudah mampu membuktikan bahwa <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">manusia mampu</a> memperoleh pengetahuan dan kepastian tentangnya. <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">Manusia mampu memastikan</a> bahwa  dia salah lihat dan juga <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">mampu memastikan</a> bahwa tongkat tersebut sesungguhnya adalah lurus dan tidak bengkok sebagaimana yang disaksikan oleh mata.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita sudah <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">mampu membedakan</a> mana yang SALAH dan mana yang BETUL, maka sesungguhnya kita telah <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">mampu mencapai hakikat kebenaran</a>. Dengan kata lain, jika seseorang belum sampai kepada hakikat kebenaran maka dia tidak akan mengetahui semua kekeliruan yang ada didepan matanya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, saya berpendapat bahwa sesungguhnya manusia dalam beberapa hal <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">mampu mengetahui</a> hakikat kebenaran itu 100% dan dalam hal lainnya <a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi">tidak akan mampu mengetahuinya.</a></p>
<p style="text-align:justify;">Karena demikian, maka tidak <a href="http://parapemikir.com/logika">logis</a> kalau mereka yang <strong><a href="http://parapemikir.com/skeptis">skeptis</a></strong> itu memukul rata semua persoalan. Hanya karena tidak mampu mengetahui suatu hal maka dikatakan sudah nasib manusia untuk tidak bisa mengetahui segala sesuatu secara pasti.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=195&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/24/menjawab-mereka-yang-skeptis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/04/skeptisme-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">skeptisme</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemungkinan Epistemologi</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/22/kemungkinan-epistemologi/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/22/kemungkinan-epistemologi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 08:18:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[EPISTEMOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[epistemologi dan kemungkinannya]]></category>
		<category><![CDATA[kemungkian untuk memiliki pengetahuan hakiki]]></category>
		<category><![CDATA[Kemungkinan epistemologi]]></category>
		<category><![CDATA[kemungkinan untuk mengetahui hakikat]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan hakiki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kita tahu bahwa Ideologi itu muncul dari pandangan alam dan pandangan alam muncul dari pengetahuan sebagaimana yang telah kita bicarakan sebelumnya pada topik epistemologi maka sekarang kita sudah bisa semakin jelas menyaksikan bahwa pengetahuan seseoranglah yang membuat semua persoalan bisa menjadi berbeda. Ada yang berpendapat bahwa alam semesta ini adalah begini, manusia adalah begini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=115&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Setelah kita tahu bahwa Ideologi itu muncul dari <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">pandangan alam</a> dan <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">pandangan alam</a> muncul dari <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">pengetahuan</a> sebagaimana yang telah kita bicarakan <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">sebelumnya</a> pada topik <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">epistemologi</a> maka sekarang kita sudah bisa semakin jelas menyaksikan bahwa <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">pengetahuan</a> seseoranglah yang membuat semua persoalan bisa menjadi berbeda.</p>
<div id="attachment_116" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/kemungkinan-epistemologi"><img class="size-thumbnail wp-image-116 " title="kemungkinan-epistemologi" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/04/kemungkinan-epistemologi-150x150.jpg" alt="Pengetahuan hakiki?" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Pengetahuan hakiki?</p></div>
<p style="text-align:justify;">Ada yang berpendapat bahwa alam semesta ini adalah begini, manusia adalah begini, masyarakat begini, sejarah begini dan yang lainnya mengatakan bahwa alam semesta ini adalah begitu, manusia adalah begitu, masyarakat adalah begitu dan sejarah adalah begitu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulan Begini dan begitu itu semuanya berangkat dari <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">pandangan alam</a> yang didapat atas <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">pengetahuan/epistemologi</a>. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, apakah mungkin kesimpulan tentang <a href="http://parapemikir.com/ilmu">pengetahuan</a> tersebut yang betul adalah begini dan sekaligus begitu? <a href="http://parapemikir.com/logika">Kedua-duanya betul?</a> <span id="more-115"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hemat saya tidak mungkin, tidak mungkin jika kita tanya kepada orang disamping kiri kita &#8220;Apakah bumi ini berputar&#8221; dan kemudian dia jawab IYA dan ketika kita tanya kepada orang disamping kanan kita &#8220;Apakah bumi ini berputar&#8221; dan dia jawab TIDAK lalu kemudian kita menganggap <a href="http://parapemikir.com/logika">semua jawaban sama saja</a>, kedua jawaban <a href="http://parapemikir.com/logika">sama-sama BETUL.</a> </p>
<p style="text-align:justify;">Karena tidak mungkin <a href="http://parapemikir.com/logika">kedua jawaban tersebut adalah BETUL</a>, maka Pastilah salah satu jawaban tersebut adalah SALAH.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau demikian, pertanyaannya berikutnya adalah <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">pengetahuan/epistemologi</a> seperti apakah <a href="http://parapemikir.com/logika">yang betul</a> dan <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">epistemologi</a> seperti apakah <a href="http://parapemikir.com/logika">yang salah?</a></p>
<p style="text-align:justify;">Dan untuk mendapat jawaban tentang <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">epistemologi</a> yang mana <a href="http://parapemikir.com/logika">yang betul</a> dan <a href="http://parapemikir.com/logika">salah</a> tentu kita harus urut dulu dari NOL, yaitu kemungkinan untuk <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">mengetahui/epistemologi</a>. Apakah mungkin manusia mampu untuk <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">mengetahui</a> hakikat alam semesta, manusia, masyarakat dan sejarah?</p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa pendapat mengenai persoalan ini, ada yang menolak 100%, ada yang mengatakan BISA 100% dan ada juga yang diantara keduanya. Bagi mereka yang menolak 100% mengatakan bahwa sudah nasib manusia bahwa &#8220;SAYA TIDAK TAHU&#8221; adalah jawaban satu-satunya terhadap <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">epistemologi</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka mengatakan &#8220;Saya tidak tahu apakah ada surga dan neraka, Saya tidak tahu apakah ada bidadari, tujuh lapis langit dan sebagainya&#8221;. Semua yang diomongkan oleh sifulan dan sifulan itu hanyalah tahayul dan bersifat spekulatif  serta dongeng belaka. Oleh karena itu <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">pengetahuan</a> yang tertinggi adalah &#8220;SAYA TIDAK TAHU!&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Dijaman sekarang, penganut faham seperti ini disebut dengan kelompok skeptism atau &#8220;kelompok peragu&#8221; . Kelompok seperti ini sesungguhnya sudah ada sejak jaman kuda gigit besi pada jaman batu dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada jaman setelah Socrates telah pernah muncul kelompok-kelompok serupa ini dengan tokohnya yang paling terkenal seperti Pyrho. Bagaimana argumen penolakan pyrho tentang ketidakmungkinan mendapatkan <a href="http://parapemikir.com/epistemologi">pengetahuan/epistemologi?</a>  Dan apakah Descartes dan Imam Ghozali juga termasuk sebagai kelompok skeptisme/peragu?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=115&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/22/kemungkinan-epistemologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/04/kemungkinan-epistemologi-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kemungkinan-epistemologi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Epistemologi</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/20/epistemologi/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/20/epistemologi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 08:33:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[EPISTEMOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu tentang pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar epistemologi]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[teori tentang pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita tanya kepada orang disamping kiri kita, &#8220;kenapa anda meyakini bahwa manusia itu adalah begini dan bukan begitu&#8221;, maka dia akan memaparkan jawaban tentang &#8216;kebeginian&#8217; sehingga dia tiba kepada keyakinan bahwa manusia itu adalah &#8216;begini&#8217;. Pun demikian jika kita menoleh kepada orang yang disamping kanan kita, dan menanyakan, &#8221; Dan kenapa anda meyakini bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=105&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Jika kita tanya kepada orang disamping kiri kita, &#8220;kenapa anda meyakini bahwa manusia itu adalah begini dan bukan begitu&#8221;, maka dia akan memaparkan jawaban tentang &#8216;kebeginian&#8217; sehingga dia tiba kepada keyakinan bahwa manusia itu adalah &#8216;begini&#8217;.</p>
<div id="attachment_106" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/epistemologi"><img class="size-thumbnail wp-image-106 " title="epistemologi" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/04/epistemologi-150x150.gif" alt="Pengetahuan" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Pengetahuan</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pun demikian jika kita menoleh kepada orang yang disamping kanan kita, dan menanyakan, &#8221; Dan kenapa anda meyakini bahwa manusia itu adalah begitu dan bukan begini&#8221;,  maka orang yang disamping kanan kita akan mengungkapkan jawaban yang berbeda dengan orang disamping kiri kita dengan memaparkan teori tentang &#8216;kebegituan&#8217; sehingga dia tiba kepada keyakinan bahwa manusia itu adalah &#8216;begitu&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaannya sekarang adalah, kenapa masing-masing orang mempunyai jawaban yang berbeda atas satu permasalahan yang sama?<span id="more-105"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Disini menarik untuk kita teliti, apa sih yang menyetir pikiran orang sehingga kemudian masing-masing individu dan golongan cenderung untuk mempertahankan dan membela apa yang diyakininya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita lihat dulu proses bagaimananya&#8230;, Bagaimana seseorang tiba kepada sebuah keyakinan.</p>
<p style="text-align:justify;">Seseorang tiba kepada sebuah keyakinan tentang sesuatu sesuai dengan porsi <a href="http://parapemikir.com/ilmu">pengetahuannya</a> (epistemologi), dari <a href="http://parapemikir.com/ilmu">pengetahuan</a> yang didapat tersebut kemudian terbentuklah sebuah &#8216;pandangan alam&#8217; dan dari pandangan alam ini muncullah sebuah ideologi yang pada akhirnya akan menentukan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus ditolak, mana yang halal dan mana yang haram.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari proses kebagaimanaan tersebut, nanti kita akan memfokuskan pembicaraan kita  kepada teori <a href="http://parapemikir.com/ilmu">pengetahuan</a>. Bagaimana cara mendapatkan <a href="http://parapemikir.com/ilmu">pengetahuan</a>, alat untuk mendapatkan <a href="http://parapemikir.com/ilmu">pengetahuan</a>, sumber <a href="http://parapemikir.com/ilmu">pengetahuan</a>, tahapan <a href="http://parapemikir.com/ilmu">pengetahuan</a> dan jika memungkinkan akan kita kaji juga bentuk dan bagian <a href="http://parapemikir.com/ilmu">pengetahuan</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun sebelum sampai kesana, sekarang kita perlu tahu sedikit, bagaimana hubungan <a href="http://parapemikir.com/ilmu">pengetahuan</a> dengan  ideologi seseorang. Bagaimana pengetahuan itu melahirkan &#8220;Pandangan Alam&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Pandangan Alam adalah bentuk dari sebuah kesimpulan, penafsiran dan hasil kajian seseorang terhadap alam semesta, manusia, masyarakat dan sejarah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana yang saya kemukakan pada pembuka tulisan ini bahwa antara orang yang disebelah kiri dan kanan kita juga telah dan atau bisa terjadi perbedaan pandangan alam, yang satu mengatakan bahwa manusia itu adalah begini dan yang lainnya mengatakan begitu. Perbedaan pandangan alam secara otomatis akan membawa kepada perbedaan ideologi karena sandaran atau dasar sebuah ideologi itu adalah pandangan alam.</p>
<p style="text-align:justify;">Ideologi akan menentukan sederet perintah dan larangan, anda tidak boleh begini, anda harus begitu, yang ini yang harus dipertahankan, yang itu yang harus ditolak, yang ini yang baik, yang itu yang jelek dan seterusnya. Dan semua perintah dan larangan yang ditentukan oleh ideologi tersebut mengandung sebuah pertanyaan &#8220;Kenapa?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa tidak boleh begini, kenapa boleh begitu, kenapa harus mempertahankan yang ini dan kenapa harus menolak yang itu, kenapa yang ini baik dan kenapa yang itu jelek dan seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan semua jawaban atas pertanyaan &#8220;kenapa&#8221; itu akan dijawab oleh pandangan alam seseorang. Bentuk pandangan alam seperti apapun yang kita miliki terhadap alam semesta ini maka ideologi kitapun akan selalu mengikuti pandangan alam itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya, tidak mungkin orang yang mempunyai pandangan alam bahwa alam semesta ini adalah hanya materi semata, manusia itu adalah materi semata lalu ia akan meyakini bahwa akan adanya kehidupan yang kekal dan abadi yang non materi. Disinilah dikatakan bahwa ideologi merupakan buah hasil dari &#8220;pandangan alam&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Pandangan alam, tidak ubahnya seperti pondasi atau dasar dari sebuah bangunan, sedangkan ideologi adalah &#8220;bangunan atas&#8221; dari sebuah bentuk pemikiran. Dengan kata lain bisa dikatakan bahwa pandangan alam adalah &#8220;teori&#8221; dan ideologi adalah &#8220;praktek&#8221; dari sebuah pemikiran.   </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=105&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/20/epistemologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/04/epistemologi-150x150.gif" medium="image">
			<media:title type="html">epistemologi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
