<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Blog &#187; LOGIKA</title>
	<atom:link href="http://parapemikir.wordpress.com/category/logika/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://parapemikir.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Nov 2011 06:14:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='parapemikir.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Blog &#187; LOGIKA</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://parapemikir.wordpress.com/osd.xml" title="My Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://parapemikir.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bermakna</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/16/bermakna/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/16/bermakna/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 02:16:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[LOGIKA]]></category>
		<category><![CDATA[Bermakna]]></category>
		<category><![CDATA[cakupan kata]]></category>
		<category><![CDATA[deduktif]]></category>
		<category><![CDATA[kata bermakna]]></category>
		<category><![CDATA[kata tak bermakna]]></category>
		<category><![CDATA[konotasi]]></category>
		<category><![CDATA[konotatif]]></category>
		<category><![CDATA[tak bermakna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[Nyai Loro Kidul pun menarik kais kereta kudanya meniti jalan ke angkasa. Begitu pula pendekar dari dunia kramat itu,  melewati kobaran api yang dahsyat dengan menunggang kuda sembrani. Di sudut negeri yang lain,  Gatot Kaca dan Superman tertegun satu sama lain menatap ke unikan kostum terbang masing-masing. Cerita demikian begitu akrab di telinga kita, kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=406&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_407" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/bermakna"><img class="size-thumbnail wp-image-407" title="superman" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/superman-150x150.jpg" alt="Superman ?" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Superman ?</p></div>
<p style="text-align:justify;">Nyai Loro Kidul pun menarik kais kereta kudanya meniti jalan ke angkasa. Begitu pula pendekar dari dunia kramat itu,  melewati kobaran api yang dahsyat dengan menunggang kuda sembrani. Di sudut negeri yang lain,  Gatot Kaca dan Superman tertegun satu sama lain menatap ke unikan kostum terbang masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita demikian begitu akrab di telinga kita, kita bisa saja terbius atau ikut-ikutan menjadikan cerita seperti itu menjadi rujukan kita dalam berargumentasi ilmiah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-406"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya perlu ndak sih kita mengetahui cerita serupa itu? Apakah cerita seperti itu betul-betul ada atau hanya bohong belaka? Suatu hari kita harus mempertanyakan cerita serupa itu demi ketelitian kita dalam memilah baik dan buruknya pengaruh suatu cerita. </p>
<p style="text-align:justify;">Konon ada tokoh nyata ( Vampir) tapi diperkenalkan sebagai tokoh tahayul (fiktif).  Sementara tokoh fiktif benaran  ( Rambo),  eh… malah di jadikan seolah-olah tokoh nyata. Tulisan ini tidak akan membahas ketokohan dan politisasi yang sedemikian rupa dan bukan pula bertujuan untuk menolak membaca novel dan komik <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Kritis dalam mempersoalkan cerita yang kita terima, bisa dimulai dari pengenalan kata. Pengenalan kata yang berhubungan dengan persoalan di atas didalam ilmu <a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a> dikenal dengan istilah <em>kata bermakna</em> dan tak bermakna.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pengertian kata yang lain dikenal ada istilah kata <a href="http://parapemikir.com/universal-partial">universal dan partial</a>. Dan jika kita teliti, kita akan menemukan bahwa setiap kata <a href="http://parapemikir.com/universal-partial">universal</a> selalu mempunyai dua macam pengertian, yaitu konotasi dan denotasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Konotasi menunjuk kepada sifat-sifat khusus dari kata yang dibicarakan, misalnya kata ‘manusia’. Manusia adalah kata yang tidak diberikan kepada sembarang benda, tetapi khusus hanya kepada sesuatu yang mempunyai sifat-sifat tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan sifat-sifat khusus tersebut akhirnya kita bisa mengetahui bahwa yang namanya manusia itu adalah suatu makluk hidup yang mempunyai persamaan seperti hewan dalam banyak hal tetapi berbeda dalam beberapa hal, seperti kemampuannya untuk menerima pendidikan, bekerja dengan menggunakan teknologi atau alat, membuat sesuatu dengan menggunakan kemampuan akal dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan denotasi menunjuk kepada barang apa saja yang dicakup oleh kata tersebut. Misalnya kata ‘manusia’, maka dia akan mencakup Budi, Carlie, Deni, Desi, Etty, manusia berkulit kuning, manusia berkulit putih, manusia berkulit hitam dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu kata yang memiliki pengertian konotasi dan denotasi itulah yang disebut sebagai kata yang bermakna atau konotatif. Sedangkan kata yang hanya memiliki konotasi tetapi tidak memiliki denotasi (cakupan) disebut sebagai kata tak bermakna.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari keterangan diatas sekarang kita bisa menguji, apakah kata-kata seperti Mak Lampir, Nyai Loro Kidul, Kuda Sembrani, Gatot Kaca dan Superman sebagaimana yang kita sebutkan diawal tadi itu termasuk kedalam kelompok kata yang bermakna atau tak bermakna.</p>
<p style="text-align:justify;">Kuda sembrani misalnya, kita mengenal nama itu dari cerita yang ditulis dibuku-buku komik dan dongeng, yakni seekor kuda yang memiliki sayap yang dapat terbang. Kita dapat menangkap pengertiannya, tapi sampai kapanpun kita tidak akan menemukan jenis kuda yang seperti itu didalam realita kehidupan. Karena ia tidak mempunyai realitas, maka dia tidak mempunyai denotasi. Dan setiap kata yang tidak mempunyai denotasi maka dia termasuk kedalam kata yang tak bermakna.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh yang lain adalah Superman, sama dengan cerita kuda sembrani, cerita tentang Superman juga hanya bisa kita dapati dari komik dan film saja, yaitu sosok jagoan yang bisa terbang kesana kemari dan kalau lagi marah, dia bahkan bisa mengejar dan meremukkan jet supersonik dengan menggunakan sorot matanya saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita dapat menangkap pengertian dari cerita itu, tapi sama halnya dengan kuda sembrani, sampai kapanpun kita juga tidak akan pernah menemui manusia seperti itu dalam realitas. Dan sekali lagi, karena ia tidak mempunyai realitas, maka dia tidak mempunyai denotasi. Dan setiap kata yang tidak mempunyai denotasi maka dia termasuk kedalam kata yang tak bermakna. </p>
<p style="text-align:justify;">Catatan :</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak setiap kata yang tidak bisa diobservasi secara indrawi adalah sama dengan  kata yang tak bermakna. Kata seperti : Malaikat, Iblis, Surga, Neraka dan semacamnya adalah kata yang dapat dimengerti dan ada dalam realitas</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/406/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=406&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/16/bermakna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/superman-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">superman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ambigu</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/12/ambigu/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/12/ambigu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 08:50:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[LOGIKA]]></category>
		<category><![CDATA[Ambigu]]></category>
		<category><![CDATA[analog]]></category>
		<category><![CDATA[equivok]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kata ambigu]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kata analog]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kata equivok]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kata univok]]></category>
		<category><![CDATA[univok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Demokrasi adalah tentang bagaimana caranya untuk mendapatkan kebebasan berpendapat, persamaan hak, kesetaraan dan pengakuan. Hak Asasi adalah hak paling mendasar yang dimiliki oleh setiap anak manusia, hak akan kebebasan, hak akan hidup, hak akan mendapatkan ilmu dan lain-lain. Demikianlah definisi dari kata demokrasi dan hak asasi yang sering kita temui dibeberapa buku, tapi apakah memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=400&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://parapemikir.com/ambigu"><img class="size-thumbnail wp-image-401" title="ambigu" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/ambigu-150x150.jpg" alt=" " width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd"></dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Demokrasi adalah tentang bagaimana caranya untuk mendapatkan kebebasan berpendapat, persamaan hak, kesetaraan dan pengakuan. Hak Asasi adalah hak paling mendasar yang dimiliki oleh setiap anak manusia, hak akan kebebasan, hak akan hidup, hak akan mendapatkan ilmu dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah definisi dari kata demokrasi dan hak asasi yang sering kita temui dibeberapa buku, tapi apakah memang demikian pengertian demokrasi yang difahami oleh semua orang di setiap negara.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-400"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kata yang demikian didalam ilmu <a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a> disebut dengan kata ambigu, yakni suatu kata yang mempunyai pengertian lebih dari satu atau banyak.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Kata demokrasi berbeda pengertiannya menurut masyarakat liberal dengan masyarakat totaliter.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu tindakan mungkin saja disebut demokratis disuatu tempat tapi sudah tidak lagi ditempat lagi. Bisa jadi tindakan tertentu dianggap demokratis di Amerika tapi tidak di China, Demokratis di China tapi tidak menurut orang tibet dan begitu seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga dengan pengertian kata hak asasi, disebut ambigu karena disetiap negara mempunyai pengertian yang berbeda-beda tentang batasan hak asasi. Suatu tindakan tertentu dianggap baik-baik aja oleh suatu negara tertentu, tapi tidak menurut negara yang lain. Suatu tindakan disebut melanggar HAM dinegara Amerika, tapi tidak menurut negara China dan Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain kata yang mempunyai pengertian ambigu tersebut, didalam istilah <a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a> dikenal juga istilah-istilah yang lain, seperti : univok, equivok dan analog.</p>
<p style="text-align:justify;">Univok adalah kata yang mempunyai satu makna dan jelas, tidak membingungkan seperti : kursi, meja, pulpen, pensil dan sebagainya. Kata univok ini tidak terlalu sulit untuk dikenali, karena kata ini lebih sering menunjuk kepada benda.</p>
<p style="text-align:justify;">Equivok adalah kata yang mempunyai makna lebih dari satu dan umumnya mempunyai dua makna, seperti : bunga, bulan, buku dan lain sebaginya. Bunga bisa berarti adalah gadis manis nan cantik, bisa juga berarti bunga mawar yang merah nan harum dan bisa pula berarti bunga bank.</p>
<p style="text-align:justify;">Bulan bisa bararti bulan yang ada dilangit (planet), bisa juga berarti bulan untuk perhitungan kalender. Begitu juga buku, buku bisa berarti panjang batang tanaman diantara dua ruas, dan bisa pula berarti kertas yang diikat sebagian sisinya yang kemudian dijilid.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk lebih jelasnya bisa kita lihat penggunaannya didalam kalimat, seperti :</p>
<p style="text-align:justify;">• Isabella sangat menyukai bunga.<br />
• Isacc menabung di BCA dan dapat bunga 7% satu tahun</p>
<p style="text-align:justify;">Bunga pada kalimat pertama berarti bunga sebagai tanaman, bisa bunga mawar, bunga melati dan lain lain.<br />
Bunga pada kalimat kedua mempunyai arti keuntungan atau penambahan nilai dari uang yang disimpan.</p>
<p style="text-align:justify;">• Bulan lebih kecil dari bumi<br />
• Bulan februari sering terjadi banjir akibat hujan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bulan pada kalimat pertama mempunyai makna sebuah planet yang mengitari bumi.<br />
Bulan pada kalimat kedua mempunyai makna suatu perhitungan dikalender.</p>
<p style="text-align:justify;">Analog adalah kata yang umumnya mempunyai makna berbeda karena penggunaannya dalam kalimat.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya :</p>
<p style="text-align:justify;">• Kursi itu terbuat dari kayu jati.<br />
• Banyak kader partai melakukan apa saja supaya bisa mendapatkan kursi di dewan.</p>
<p style="text-align:justify;">&lt;&gt; Bila hujan bumi akan basah.<br />
&lt;&gt; Banyak pejabat menyukai tempat yang basah.</p>
<p style="text-align:justify;">• Waktu muda Ani adalah bunga desa.<br />
• Bunga di desa itu sungguh indah.</p>
<p style="text-align:justify;">Terlihat ada kemiripan antara equivok dengan anolog, dan mereka memang mirip sehingga hampir semua kata equivok bisa dibuat menjadi kata yang bermakna analog.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai disini kita sudah bisa membedakan sedikit bagaimana suatu kata itu bisa mempunyai pengertian yang sudah jelas dan tidak membingungkan dan bagaimana juga suatu kata itu bisa mempunyai makna yang ambigu dan memusingkan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Atas sekarang anda malah makin bingung  ? , silakan utarakan apa yang mebuat anda bingung disini&#8230;</p>
<p><a href="http://www.lintasberita.com/submit.php?phase=http://parapemikir.com/ambigu"><br />
<img src="http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_a_100x20.png" alt="" /> </a></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/400/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=400&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/12/ambigu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/ambigu-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ambigu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.lintasberita.com/buttons_lb/lintasberita_a_100x20.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Abstrak dan Konkrit</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/11/abstrak-dan-konkrit/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/11/abstrak-dan-konkrit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 11:46:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[LOGIKA]]></category>
		<category><![CDATA[Abstrak]]></category>
		<category><![CDATA[abstrak dan konkrit]]></category>
		<category><![CDATA[arti kata]]></category>
		<category><![CDATA[konkrit]]></category>
		<category><![CDATA[makna kata]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kata abstrak]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kata konkrit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[Ah dasar orang batak! Orang batak itu tidak seperti orang jawa yang ngomongnya halus. Orang batak ngomongnya kasar, karena orang batak kebanyakan dari Medan. Pernyataan seperti itu sering kita dengar dan kebanyakan dari kita sudah tidak mempersoalkan kalimat itu terkecuali jika kita sedang tidak mood dan mudah tersinggung maka kita akan mempersoalkannya secara alami ( [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=396&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://parapemikir.com/abstrak-dan-konkrit"><img class="size-thumbnail wp-image-397" title="abstrak" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/abstrak-150x150.jpg" alt=" " width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd"></dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Ah dasar orang batak! Orang batak itu tidak seperti orang jawa yang ngomongnya halus. Orang batak ngomongnya kasar, karena orang batak kebanyakan dari Medan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernyataan seperti itu sering kita dengar dan kebanyakan dari kita sudah tidak mempersoalkan kalimat itu terkecuali jika kita sedang tidak mood dan mudah tersinggung maka kita akan mempersoalkannya secara alami ( <a href="http://parapemikir.com/pembagian-logika">logika Natural</a> ).</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya kenapa sebagian orang bisa tersinggung dan kenapa sebagian lainnya menganggap pernyataan seperti itu biasa-biasa saja?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-396"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai kenapa sebagian orang tidak mau tau dan tidak mau mempersoalkan isi pernyataan seperti itu, pastilah jawabannya beragam dan jawaban mereka mudah ditebak, yaitu karena pengaruh pergaulan. (baca : karena diantara teman-temanya (juga) ada yang pernah ngomong begitu : )</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi bagi mereka yang mempersoalkannya <a href="http://parapemikir.com/pembagian-logika">secara alami</a>, mereka bisa melihat bahwa pernyataan seperti itu sebenarnya mengandung  <a href="http://parapemikir.com/salah-benar">&#8220;nilai salah&#8221;</a>  dan karenanya mereka protes.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana mereka bisa mengira-ngira kalau pernyataan seperti itu sebenarnya mengandung <a href="http://parapemikir.com/salah-benar">&#8220;nilai salah&#8221;</a> ? Tentu saja karena setiap orang sesungguhnya mempunyai logika <a href="http://parapemikir.com/pembagian-logika">(logika natrual)</a> yang bisa membedakan mana <a href="http://parapemikir.com/salah-benar">yang benar dan mana yang salah</a> secara alami.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau memang betul ada sesuatu yang salah disitu, maka pertanyaannya adalah salahnya dimana?</p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita lihat&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi  ilmu <strong><a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a></strong>, perkara seperti itu menjadi bahan kajian khusus. <strong><a href="http://parapemikir.com/salah-benar">Logika</a></strong> sangat berkepentingan untuk membedakan makna kata-kata yang diselipkan didalam kalimat seperti itu untuk memeriksa maksud sipenutur. Bagi <strong><a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a></strong> memperhatikan objek yang dibicarakan tersebut sangat penting, apakah yang dimaksud adalah sifat objek atau diri si objek.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Orang jawa, Orang batak&#8221; yang disinggung dalam kalimat diatas bisa dibedakan dalam dua pengertian kata, yaitu pengertian abstrak dan konkret.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi <span style="text-decoration:underline;"><a href="http://parapemikir.com/ilmu">ilmu</a></span> <span style="text-decoration:underline;"><a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a></span>, suatu kata dianggap mempunyai pengertian abstrak jika kata itu menunjuk kepada sifat, keadaan dan kegiatan yang dilepas dari objek tertentu. Misalnya : Kesehatan, Kebodohan, Kepandaian, Kekayaan, Kemiskinan dan lain lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan suatu kata mempunyai pengertian konkret apabila ia menunjuk kepada suatu benda, orang atau apa saja yang mempunyai eksistensi tertentu seperti : Mobil, Motor, TV, Meja, Kursi, Orang batak itu, Orang Jawa itu, Rumah dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata &#8216;orang batak&#8217; dan &#8216;orang jawa&#8217; jika dimaksudkan adalah sekelompok orang yang tinggal di Medan atau di Jawa Tengah, maka dia akan bermakna konkret. Konkret,  karena jelas yang dimaksudkan adalah tentang keberadaan (eksistensi) sekelompok orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi jika maksud sipenutur adalah tentang sifat, cara dan sikap hidup orang jawa dan orang batak, maka pengertian kata tersebut berubah menjadi kata abstrak.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, Kesehatan, Kebodohan, Kepandaian, Kekayaan, Kemiskinan juga bisa berubah maknanya menjadi kata konkret jika ia menunjuk kepada suatu benda, orang atau apa saja yang mempunyai eksistensi tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk memudahkan kita dalam membedakan pengertian kata abstak dan konkret, berikut ini adalah contoh kata yang mempunyai pengertian konkret :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Kebaikan</span></strong> anda tidak mungkin terlupakan.<br />
<strong><span style="text-decoration:underline;">Kesempurnaan</span></strong> lukisan ini mengagumkan banyak pengunjung.<br />
<strong><span style="text-decoration:underline;">Kekayaan</span></strong> Bill Gate bernilai Milyaran Dollar.<br />
<strong><span style="text-decoration:underline;">Kenakalan</span></strong> remaja membikin gerah Pemda DKI.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan pada pernyataan berikut ini, pengertian kata-kata yang bergaris miring dan tebal itu berubah menjadi kata Abstrak :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Kebaikan</em></strong> adalah perbuatan yang sangat diharapkan.<br />
<strong><em>Kesempurnaan</em></strong> adalah tanda kesungguhan dalam berusaha dan berkarya.<br />
<em><strong>Kekayaan</strong></em> dapat membuat orang lupa kepada Tuhan<br />
<strong><em>Kenakalan</em></strong> adalah sikap yang perlu mendapat perhatian khusus.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Kepiawaian dalam membedakan makna konkret dan abstark ini sangat berguna dalam banyak kajian sosial, politik, agama dan filsafat. Sering dimilist yahoogroups kita memperhatikan orang &#8216;sekenanya&#8217; saja &#8216;memukul rata&#8217; dalam persoalan yang terjadi dimasyarakat dengan mengatakan, &#8220;Indonesia susah maju karena korupsi&#8221; .</p>
<p style="text-align:justify;">Satu orang yang korupsi dinisbah-kan (dikaitkan) kepada semua orang yang tinggal diindonesia karena hanya kesalahan dalam membedakan kata &#8216;indonesia&#8217; antara satu orang dengan yang lainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai disini mungkin sudah sedikit jelas bagi kita, beberapa pengertian kata yang bisa kita gunakan dalam berdiskusi, selanjutnya nanti akan kita bahas pengertian kata mutlak dan relatif</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/396/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=396&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/11/abstrak-dan-konkrit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/abstrak-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abstrak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Universal Partial</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/09/universal-partial/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/09/universal-partial/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 08:37:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[LOGIKA]]></category>
		<category><![CDATA[khusus]]></category>
		<category><![CDATA[kolektif]]></category>
		<category><![CDATA[partial]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kata]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kata kolektif]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kata partial]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kata singular]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kata universal]]></category>
		<category><![CDATA[singular]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[universal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[Ketika berbicara dengan anggota keluarga dan berdiskusi dengan orang banyak kita sering berbicara &#8216;sekena&#8217; nya saja. Misalnya ngomogin orang jepang, kita enteng saja mengatakan bahwa orang jepang rajin-rajin. Pertanyaannya adalah, apakah semua dari kita sudah tahu dengan apa yang kita ucapkan itu? Apakah orang jepang  yang kita maksudkan itu adalah semua orang jepang? Sebagian orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=377&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:right;"><a href="http://parapemikir.com/universal-partial"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-378" title="universal" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/universal-150x150.jpg" alt="universal" width="150" height="150" /></a>Ketika berbicara dengan anggota keluarga dan berdiskusi dengan orang banyak kita sering berbicara &#8216;sekena&#8217; nya saja. Misalnya ngomogin orang jepang, kita enteng saja mengatakan bahwa orang jepang rajin-rajin. Pertanyaannya adalah, apakah semua dari kita sudah tahu dengan apa yang kita ucapkan itu? Apakah orang jepang  yang kita maksudkan itu adalah semua orang jepang? Sebagian orang jepang atau seorang jepang?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-377"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Persoalan ini mungkin tidak terlalu penting kalau terjadinya diwarung kopi pinggir jalan atau hanya disekitar keluarga kita, tapi bagaimana kalau kita berbicara dengan orang banyak, misalnya diskusi dikantor, disekolah, dikampus atau dimana saja termasuk dimilist yahoogroups.com, tentu saja ini menjadi persoalan tersendiri ? .</p>
<p style="text-align:justify;">Persoalan ini menarik untuk kita perhatikan bersama karena masih banyak diantara kita yang tidak menyadari bahwa apa yang kita bicarakan didepan orang banyak itu bisa mempengaruhi orang yang mendengarkannya. Kita kembali ke contoh diatas, apakah yang kita maksud dengan orang jepang rajin-rajin tersebut adalah semua orang jepang, sebagian orang  jepang atau seorang jepang?</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sisi ilmu <a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a>, persoalan seperti itu harus jelas supaya pernyataan yang coba disampaikan oleh si penutur bisa dinilai, apakah betul, bohong, logis atau tidak logis. Pernyataan tentang orang Jepang rajin-rajin tidaklah berarti ditujukan kepada semua orang jepang, karena faktanya ada juga orang jepang yang malas. Lain halnya kalau kita mengatakan &#8216;jepang terletak di asia&#8217; maka yang dimaksudkan dari pernyataan tersebut adalah semua orang jepang.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana kita bisa membedakan persoalan serupa diatas, Apakah dengan cara tebak-tebakan, feeling, atau ada semacam aturan yang mengatur persoalan seperti itu? Tentu saja persoalan ini diatur oleh ilmu <a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a>, kata-kata seperti diatas dikenal dengan beberapa istilah teknis didalam <a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a>, yakni kata universal, partial, singular dan kolektif.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu kata mempunyai pengertian universal apabila ia mengikat seluruh bawahannya tanpa kecuali : seperti manusia, tumbuhan, hewan dan lain-lain. Manusia disebut universal karena dia mengikat semua manusia, baik manusia kulit putih, kulit hitam, anak-anak, orang dewasa, orang tua, muda dan sebagainya.<br />
 <br />
Begitu juga dengan tumbuhan dan hewan, yang disebut dengan tumbuhan ataupun hewan adalah semua tumbuhan dan semua hewan baik yang ada dilaut, didarat, digunung ataupun diudara.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang kita lihat istilah yang lainnya, yaitu kata partial. Suatu kata mempunyai  pengertian partial apabila ia mengikat banyak bawahannya, tetapi TIDAK semuanya. Misalnya kita ambil contoh kata &#8216;manusia&#8217; , kata &#8216;manusia&#8217; adalah universal sebagaimana kita sebutkan diatas, tapi kalau yang di ikat sebagai kata &#8216;manusia&#8217; itu tidak meliputi seluruh manusia, maka betapapun banyaknya yang diikat ia tidaklah bisa disebut sebagai kata universal melainkan disebut sebagai kata partial. Misalnya, hampir seluruh manusia, banyak manusia, beberapa manusia, ada manusia dan sebagian besar manusia. Berapapun banyaknya manusia yang disebutkan jika tidak disertai dengan kata &#8216;semuanya&#8217; maka kata tersebut adalah termasuk kedalam kata partial (sebagian).</p>
<p style="text-align:justify;">Istilah lain yang perlu dicermati adalah kata singular, kata singular adalah kebalikan dari kata universal. Jika pada kata universal mengikat keseluruhan anggota bawahannya tanpa batas, maka pada kata singular anggota yang diikat HANYA satu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata singular ini akan lebih mudah dikenali jika kita perhatikan dua ciri khususnya, ciri pertama adalah &#8216;nama yang unik&#8217;. Yaitu nama yang memberi identitas khusus terhadap suatu objek. Misalnya : Presiden Indonesia, Sungai terpanjang didunia, rektor universitas indonesia dan lain-lain. Kita juga bisa menggunakan kata penunjuk &#8216;ini&#8217; atau &#8216;itu&#8217; untuk membedakan antara kata universal dan kata singular.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya : orang itu, rumah itu, sungai ini, kursi ini. Kata : Orang, rumah, sungai dan kursi adalah kata universal, tapi akan berubah artinya jika dimasukkan kata penunjuk &#8216;ini&#8217; dan &#8216;itu&#8217;. Kata penunjuk tersebut otomatis akan merubah arti suatu kata menjadi kata singular (khusus) .</p>
<p style="text-align:justify;">Ciri khusus yang kedua adalah ciri yang menunjukkan nama yang diberikan kepada sesuatu dengan tujuan identifikasi, seperti : Hotel Horison, Budi, Rini, Ancol, Taman Suropati dan sebagainya. Masing-masing pada kata-kata tersebut di sampaikan dengan tanda pengenal khusus terhadap objek yang bersangkutan.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikutnya adalah kata kolektif , suatu kata mempunyai pengertian kolektif apabila ia mengikat sesuatu yang mempunyai persamaan fungsi yang membentuk satu kesatuan, misalnya : regu, tim, kesebelasan, dewan , panitia dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata yang mempunyai pengertian kolektif adalah keseluruhan yang terikat, bukan individunya. Contoh semua pemain bersama-sama membentuk satu team, tapi tidak bisa dikatakan bahwa setiap pemain adalah team, tiap-tiap orang baru bisa disebut team jika dinyatakan secara kolektif (bersama).  Contoh yang lain, semua aktivis  bersama-sama membentuk sebuah organisasi, tapi tidak bisa kita sebutkan bahwa tiap-tiap aktivis adalah organisasi. Demikian seterusnya, dan sekarang kita sudah bisa semakin jelas dan mudah untuk mengenali beberapa kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk berdiskusi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Apakah anda  juga termasuk yang sering menyama-ratakan orang dan persoalan?  Silakan ceritakan pengalaman anda dibawah ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/377/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=377&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/09/universal-partial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/universal-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">universal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kata</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/08/kata/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/08/kata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 03:10:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[LOGIKA]]></category>
		<category><![CDATA[arti kata]]></category>
		<category><![CDATA[Kata]]></category>
		<category><![CDATA[kata arti]]></category>
		<category><![CDATA[kata negatif]]></category>
		<category><![CDATA[kata positif]]></category>
		<category><![CDATA[kata privatif]]></category>
		<category><![CDATA[makna kata]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan kata-kata]]></category>
		<category><![CDATA[pengunaan kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Sering dalam berdiskusi, terutama diskusi-diskusi dimilist yahoogroups kita kesulitan untuk bersepakat tentang suatu persoalan yang sesungguhnya mudah. Persoalan-persoalan mudah tersebut sering menjadi persoalan berlarut-larut karena dua hal, pertama karena persoalan teknis, yaitu ketidak mampuan untuk membedakan satu kata dengan kata yang lainnya dan satu pernyataan dengan pernyataan lainnya. Kedua karena persoalan non teknis, yaitu keinginan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=372&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://parapemikir.com/kata"><img class="size-thumbnail wp-image-373 alignright" title="kata" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/kata-150x150.jpg" alt="kata" width="150" height="150" /></a>Sering dalam berdiskusi, terutama diskusi-diskusi dimilist yahoogroups kita kesulitan untuk bersepakat tentang suatu persoalan yang sesungguhnya mudah. Persoalan-persoalan mudah tersebut sering menjadi persoalan berlarut-larut karena dua hal, pertama karena persoalan teknis, yaitu ketidak mampuan untuk membedakan satu kata dengan kata yang lainnya dan satu pernyataan dengan pernyataan lainnya. Kedua karena persoalan non teknis, yaitu keinginan untuk merpertahankan kecenderungan pribadi, kepentingan kelompok, dan aneka egoisme yang lainnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-372"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang kita lihat hal yang pertama dulu, yaitu persoalan teknis tentang <strong><a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a></strong> kita terhadap kata-kata. Didalam berlogika kemampuan yang paling rendah yang harus dimiliki untuk meneliti kekeliruan berpikir, silogisme, analogi, generalisasi dan dilema adalah kemampuan untuk membedakan kata perkata.  Permasalahan seperti ini sekilas kelihatannya <em>sepele, </em>tapi apakah betul permasalahan seperti ini adalah persoalan yang mudah dan  sepele?</p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita lihat&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Kita sering <em>ngeyel</em> bersikeras mempersamakan kata tidak gemuk dengan kurus, tidak kaya dengan miskin, tidak terang dengan gelap, tidak pandai dengan bodoh dan sebagainya. Penggunaan kata-kata seperti itu tidaklah benar dan logis, karena kata tidak gemuk bukanlah berarti kurus, kata tidak gemuk untuk seseorang bisa saja berarti orang tersebut adalah orang yang berbadan atletis dan ideal.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata &#8216;tidak kaya&#8217; tidak berarti seseorang itu miskin, tidak kaya bisa juga berarti orang yang mempunyai uang yang cukup, namun tidak sampai berlebihan sehingga dia belum layak disebut sebagai orang yang kaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak pandai juga tidak bisa disamakan dengan bodoh, karena orang-orang yang sekolah dan kuliah sampai sarjana sekalipun banyak juga yang disebut sebagai orang yang tidak pandai, tapi juga tidak bisa dikatagorikan sebagai orang yang bodoh.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam ilmu <a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a>, persoalan seperti ini diatur khusus dalam sebuah bahasan, yakni tentang pengetahuan terhadap  kata. Dalam masalah ini dikenal tiga istilah teknis, yaitu kata <em>positif, negatif</em> dan <em>privatif.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kata positif adalah suatu kata yang mempunyai pengertian tentang penegasan &#8216;adanya&#8217; sesuatu terhadap dirinya sendiri, seperti :</p>
<ul style="text-align:justify;" type="disc">
<li>Gemuk &#8211;à menunjukkan  &#8217;adanya&#8217; daging.</li>
<li>Kaya    &#8211;à menunjukkan  &#8217;adanya&#8217; harta.</li>
<li>Terang &#8211;à menunjukkan  &#8216;adanya&#8217; cahaya.</li>
<li>Pandai  &#8211;à menunjukkan  &#8216;adanya&#8217; ilmu. </li>
<li>Dan lain-lain</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Kata Negatif adalah suatu kata yang yang diawali oleh kata-kata negasi seperti, tidak, non, tak, dan bukan, contohnya seperti :</p>
<ul style="text-align:justify;" type="disc">
<li>Non   Gemuk &#8211;&gt; diawali kata  &#8216;Non&#8217;</li>
<li>Tidak Kaya    &#8211;&gt; diawali kata &#8216; tidak&#8217;</li>
<li>Tak   Terang &#8211;&gt;  diawali kata &#8216;tak&#8217;</li>
<li>Tak   Pandai  &#8211;&gt; diawali kata &#8216;tak&#8217;. </li>
<li>Dan lain-lain</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Kata Privatif adalah suatu kata yang mempunyai pengertian tentang penegasan &#8216;tidak adanya&#8217; sesuatu terhadap dirinya sendiri, seperti :</p>
<ul style="text-align:justify;" type="disc">
<li>Kurus    &#8211;&gt; menunjukkan  &#8216; tidak adanya&#8217; daging.</li>
<li>Miskin   &#8211;&gt; menunjukkan   &#8217; tidak adanya&#8217; harta.</li>
<li>Gelap   &#8211;&gt; menunjukkan  &#8216; tidak adanya&#8217; cahaya.</li>
<li>Bodoh  &#8211;&gt;  menunjukkan   &#8217; tidak adanya&#8217; ilmu. </li>
<li>Dan lain-lain</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Dengan memperhatikan pengertian kata tersebut, maka sekarang makin jelaslah bagi kita bahwa tidak gemuk tidak semakna dengan kurus, tidak kaya tidak semakna dengan miskin, tidak pandai tidak semakna dengan bodoh dan tidak terang tidak sama dengan gelap.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaannya, apakah semua kata negatif tidak sama dengan kata privatif?</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja tidak semua, ada juga beberapa kata negatif yang semakna dengan kata privatif, misalnya tidak lulus yang semakna dengan gagal, tidak hidup semakna dengan mati, tidak pergi semakna dengan ditempat dan lain sebagainya. Sampai disini kita sudah tahu sedikit tentang kemampuan teknis dalam berdiskusi dari sisi <strong><a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a></strong>, berikutnya akan kita bahas kemampuan teknis yang lain, yaitu tentang penggunaan kata <em>universal</em> dan <em>partial</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana pendapat anda, apakah perbincangan mengenai penggunaan kata ini ada manfaatnya untuk kita ketahui?  Silakan sampaikan pendapat anda dibawah ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=372&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/08/kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/kata-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kata</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembagian Logika</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/06/pembagian-logika/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/06/pembagian-logika/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 10:09:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[LOGIKA]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas logika]]></category>
		<category><![CDATA[logika formal]]></category>
		<category><![CDATA[logika ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[logika modern]]></category>
		<category><![CDATA[logika naturalis]]></category>
		<category><![CDATA[logika tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[metodelogi logika]]></category>
		<category><![CDATA[objek logika]]></category>
		<category><![CDATA[ogika material]]></category>
		<category><![CDATA[Pembagian logika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang bertanya dimilist-milist yahoogroups, ada yang bertanya karena ingin tahu, ada yang bertanya karena iseng, ada yang bertanya karena sekedar ingin menguji persoalan logika, dan ada juga yang sangat mengerti dengan logika dan memberikan perhatian yang serius tentang itu, mereka menanyakan apakah yang dimaksud dengan logika? Pengertian dan asal-usul sejarah logika sudah pernah saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=367&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://parapemikir.com/pembagian-logika"><img class="size-thumbnail wp-image-369 alignright" title="logika-2" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/logika-2-150x150.gif" alt="logika-2" width="150" height="150" /></a>Banyak orang bertanya dimilist-milist yahoogroups, ada yang bertanya karena ingin tahu, ada yang bertanya karena iseng, ada yang bertanya karena sekedar ingin menguji persoalan <a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a>, dan ada juga yang sangat mengerti dengan <a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a> dan memberikan perhatian yang serius tentang itu, mereka menanyakan apakah yang dimaksud dengan logika?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-367"></span>Pengertian dan asal-usul sejarah <a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a> sudah pernah saya tuliskan disebuah artikel, ditailnya bisa dilihat <strong><a href="http://parapemikir.com/pengantar-logika">disini</a></strong> dan <strong><a href="http://parapemikir.com/logika">disini</a></strong> </p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang mungkin lebih baik kalau kita bicarakan kelanjutan dari artikel itu saja, yaitu apakah ilmu <a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a> itu hanya satu? Ini lebih menarik kita bicarakan karena disebuah milist yahoogroups kemarin masih ada yang bertanya, apakah yang disebut dengan <a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a> cinta? Apakah cinta mempunyai logikanya sendiri?</p>
<p style="text-align:justify;">Jawaban saya atas pertanyaan serupa itu jelas dan tegas, TIDAK. Cinta tidak mempunyai logikanya sendiri <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Ada pula seorang pakar yang bertanya kepada saya, Bagaimana dengan <em>multivalue logic</em> dan <em>fuzzy logic?</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tentu dari contoh pertanyaan tersebut rasanya perlu kita mengulas sedikit tentang pembagian <a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a> itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> dapat disistematisasikan menjadi beberapa golongan, tergantung darimana kita mau meninjaunya. Sistematisasi <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> pada umumnya dapat dibagi menjadi tiga, pertama dilihat dari segi kualitasnya, kedua dari segi metodenya dan yang ketiga dari segi objeknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam artikel ini akan kita bicarakan yang pertama dulu, yaitu <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> dilihat dari segi kualitasnya. Dari segi kualitasnya <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> dibagi menjadi dua, pertama adalah <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> naturalis dan yang kedua adalah <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> ilmiah. <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> naturalis adalah sebuah kecakapan berlogika berdasarkan kemampuan akal bawaan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan seperti &#8220;apakah cinta mempunyai <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> nya sendiri?&#8221; adalah termasuk kedalam tinjauan <a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a> naturalis, yaitu sebuah  kemampuan alami dari seseorang untuk menggunakan <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> tanpa perlu mempelajari ilmu <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Khabar baiknya untuk kita semua adalah, bahwa akal manusia memang dirancang untuk mampu berlogika secara spontan sesuai dengan hukum-hukum <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> dasar. Ini bisa dibuktikan dengan kemampuan semua orang untuk membedakan antara satu benda dengan benda yang lain itu adalah berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Betapapun rendahnya tingkat intelejensi seseorang, dia secara alami akan tahu bahwa sesuatu itu adalah dirinya sendiri. A adalah A bukan B, C, D ,E atau pun yang lainnya. Hal yang diketahui secara alami ini dalam ilmu <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> disebut sebagai <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> naturalis yang memenuhi kaidah dasar <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> yaitu asas pemikiran ketentuan nomor 1, yakni asas identitas. Ditail bisa dibaca <strong><a href="http://parapemikir.com/asas-berpikir">disini</a></strong> :</p>
<p style="text-align:justify;">Kita bisa saksikan disekitar kita aneka pernyataan dan pertanyaan yang pada dasarnya membicarakan <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a>, mereka melakukan antraksi <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> naturalis  dengan bobot dan cara yang berbeda-beda. Kemampuan mengolah <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> naturalis yang dimiliki oleh setiap manusia berbeda-beda tergantung tingkat intelejensi yang dimilikinya. Seorang orator politik bisa mengutarakan pernyataan-pernyataannya secara logis dan baik walaupun dia pada dasarnya belum pernah mempelajari ilmu <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> secara khusus. Seorang biduan bisa bernyanyi mengutip istilah-istilah <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> dengan baik walaupun dia sebenarnya belum tahu hubungan-bubungan <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun sering juga kita temui banyak diantara mereka tidak bisa berbuat banyak ketika terlibat dalam kesulitan dan tekanan yang tinggi dalam berpikir, sering kesulitan dalam memecahkan persoalan itu dilakukan dengan mengikuti naluri alami yang lainnya saja, yaitu seperti mengikuti kecenderungan pribadi, kecenderungan kelompok, kecenderungan golongan, pengaruh teman, pengaruh kepentingan, dan sugesti-sugesti yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiba pada persoalan serupa diatas, maka terlihat jelas bahwa logika naturalis pada suatu titik akan mengalami jalan buntu. Untuk mengatasi kebuntuan berpikir seperti itulah maka orang-orang tempoe doeleo kemudian menyusun suatu aturan main dalam berlogika, yaitu sebuah aturan yang menyusun rumus-rumus, patokan-patokan dan hukum-hukum berpikir yang benar. Rumus-rumusan  itu selanjutnya  disebut dengan <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> ilmiah (logika Artifiliasi).</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> ilmiah bertugas untuk memperhalus, mempertajam serta menunjukkan jalan pikiran agar akal dapat bekerja lebih teliti, efisien , mudah dan aman.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang mari kita lihat penggolongan yang lainnya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Penggolongan yang lainnya adalah dari segi metodeloginya. Dari segi metodenya  <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> dapat dibagi menjadi dua, yaitu <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> tradisional dan logika modern. <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> tradisional adalah <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> Aristoteles dan semua logikawan setelahnya yang mengikuti sistem <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> aristoteles.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> modern mulai tumbuh dan berkembang setelah masa Aristoteles yang ditandai dengan adanya perubahan-perubahan penting, diantaranya adalah ketika diperkenalkannya metode baru semacam aljabar (Ars Magna) oleh Raymundus Lullus pada abad XIII.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak pengenalan itu, akhirnya sampai juga kepada kita nama-nama besar lainnya seperti, Roger Bacon, Francis Bacon, Rene Descartes sampai dengan Goorge Boole dan Bertrand Russell sebagai tokoh logika modern.</p>
<p style="text-align:justify;">Dilihat dari segi objeknya, <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> dapat dibagi menjadi logika formal dan <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> material. <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> formal bicara mengenai hukum-hukum, patokan-patokan dan rumus-rumus berpikir benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan logika material lebih konsentrasi kepada metode induktifnya, yaitu meneliti atau mempelajari dasar-dasar persesuaian pikiran dengan kenyataan. Ia menilai hasil kerja logika formal dan menguji benar tidaknya dengan kenyataan empiris.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian maka sekarang semakin jelas bagi kita, bahwa logika sebenarnya selalu ada disekitar kita, baik kita mengetahuinya ataupun tidak. <a href="http://parapemikir.com/logika">Logika</a> bukan hanya se-onggokan ilmu yang jauh diseberang sana, tapi dia ada disini, disekitar kita. Disekitar kita sering berseliweran para pemakai logika naturalis <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=367&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/06/pembagian-logika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/logika-2-150x150.gif" medium="image">
			<media:title type="html">logika-2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Deduksi-Induksi</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/05/deduksi-induksi/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/05/deduksi-induksi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 06:17:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[LOGIKA]]></category>
		<category><![CDATA[Deduksi]]></category>
		<category><![CDATA[deduksi induksi]]></category>
		<category><![CDATA[induksi]]></category>
		<category><![CDATA[induksi deduksi]]></category>
		<category><![CDATA[metode deduksi induksi]]></category>
		<category><![CDATA[metode induksi deduksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mendapatkan pengetahuan baru bisa dilakukan dengan dua cara : Pertama dengan metode induksi, yaitu sebuah metode bagaimana cara melihat dan menyimpulkan suatu persoalan yang dimulai dari pernyataan yang bersifat khususnya menuju kepada pernyataan yang bersifat umum. Bagaimana membuat kesimpulan umum yang dihasilkan dari kasus-kasus yang bersifat individual. Misalnya : Emas dipanaskan akan memuai Besi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=363&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://parapemikir.com/deduksi-induksi"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-364" title="induksi" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/induksi-150x150.jpg" alt="induksi" width="150" height="150" /></a>Untuk mendapatkan pengetahuan baru bisa dilakukan dengan dua cara :</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama dengan metode induksi, yaitu sebuah metode bagaimana cara melihat dan menyimpulkan suatu persoalan yang dimulai dari pernyataan yang bersifat khususnya menuju kepada pernyataan yang bersifat umum. Bagaimana membuat kesimpulan umum yang dihasilkan dari kasus-kasus yang bersifat individual.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-363"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya :</p>
<p style="text-align:justify;">Emas dipanaskan akan memuai<br />
Besi dipanaskan akan memuai<br />
Seng dipanaskan akan memuai<br />
Timah dipanaskan akan memuai<br />
Platina dipanaskan akan memuai<br />
Tembaga dipanaskan akan memuai</p>
<p style="text-align:justify;">Maka secara umum bisa disimpulkan bahwa : Semua logam jika dipanaskan akan memuai.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu seterusnya, melihat dan meneliti kasus-kasus khusus dari beberapa sample yang mempunyai sifat sejenis maka kemudian dibuat suatu kesimpulan umum. Metode ini dikenal sebagai metode yang paling praktis, karena untuk menyimpulkan bahwa semua logam jika dipanaskan akan memuai kita tidak perlu lagi meneliti semua jenis logam yang ada dialam semesta ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua dengan metode deduksi, metode ini adalah kebalikan dari metode induksi yaitu dari pernyataan yang bersifat umum , menuju kesimpulan yang bersifat khusus.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya kita ambil dari contoh diatas :</p>
<p style="text-align:justify;">Semua logam jika dipanaskan akan memuai.<br />
Besi adalah logam.<br />
Jadi besi jika dipanaskan akan memuai.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutanya mari kita perhatikan, ternyata dengan penalaran induktif kita bisa mendapatkan pengetahuan bahwa semua logam jika dipanaskan akan memuai. Dan ketika kita uji dengan penalaran deduktif maka kita akan mendapatkan pengetahuan baru yang lebih terpercaya lagi, bahwa besi jika dipanaskan akan memuai, meskipun kesimpulan ini kita dapatkan tidak melalui penelitian terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau bisa dikatakan kelebihan, maka itulah kelebihan yang bisa kita dapatkan  dengan mengunakan penalaran deduktif, akan lebih hemat biaya dan waktu untuk menyimpulkan suatu perkara.<br />
Kalau kita teliti dalam contoh-contoh yang diajukan diatas maka kita bisa melihat betapa hubungan antara kedua metode itu sangat penting, bagaimana satu sama lain saling melengkapi dan mengisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berangkat dari hal-hal yang bersifat khusus dan kemudian melakukan generalisasi secara umum. Sering menilai sesuatu itu berdasarkan kasus dan dampak-dampak khusus dari suatu persoalan untuk kemudian membuat pernyataan secara umum ( induksi) . Dan sekarang apakah kasus-kasus khusus itu bisa dijadikan suatu kesimpulan yang benar, kita bisa mengujinya lagi dengan metode deduksi sebagaimana hasil pengujian seperti contoh diatas.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengembangan pemikiran dan sekaligus pengetahuan sebaiknya menggunakan kedua metode tersebut secara beriringan dan teliti. Karena kalau hanya menggunakan satu metode saja, maka pemikiran dan pengetahuan kita akan berjalan lambat dan berbiaya tinggi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/363/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=363&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/05/deduksi-induksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/induksi-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">induksi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Qiyas</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/04/qiyas/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/04/qiyas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 09:20:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[LOGIKA]]></category>
		<category><![CDATA[analogi]]></category>
		<category><![CDATA[analogi dan tamsil]]></category>
		<category><![CDATA[argumentasi dan definisi]]></category>
		<category><![CDATA[arumentasi]]></category>
		<category><![CDATA[definisi]]></category>
		<category><![CDATA[Qiyas]]></category>
		<category><![CDATA[tamsil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[  Membicarakan ilmu logika pada intinya adalah membicarakan dua hal pokok, yang  pertama adalah tentang bagaimana cara  berargumentasi (hujjah) dan yang kedua adalah tentang bagaimana cara membikin definisi (mu’arrif) .  Kita ke bahasan yang pertama, yaitu bagaimana cara kita untuk memberikan argumentasi. Dalam memberikan pendapat atau argumentasi kita mengenal dua cara, yaitu dengan hujjah dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=355&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-356" title="qiyas" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/qiyas-150x150.gif" alt="qiyas" width="150" height="150" /><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Membicarakan ilmu <a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a> pada intinya adalah membicarakan dua hal pokok, yang<span>  </span>pertama adalah tentang bagaimana cara<span>  </span>berargumentasi <em>(hujjah)</em> dan yang kedua adalah tentang bagaimana cara membikin definisi <em>(mu’arrif)</em> .</span></p>
<p style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kita ke bahasan yang pertama, yaitu bagaimana cara kita untuk memberikan argumentasi. Dalam memberikan pendapat atau argumentasi kita mengenal dua cara, yaitu dengan <em>hujjah</em> dan dengan <em>istidlal.</em> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-355"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hujjah adalah memberikan pendapat tanpa menggunakan dalil dari pihak lain, yaitu sebuah cara berpendapat yang menggunakan akal pikiran sendiri yang bersumberkan dari hasil penelitian dan <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a> yang sudah teruji.</p>
<p style="text-align:justify;">Istidlal adalah memberikan pendapat dengan menggunakan dalil-dalil dari pihak lain, yaitu sebuah cara untuk memberikan pendapat dengan mengutip teori-teori yang sudah umum dan relevan dengan persoalan yang dihadapi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan bagaimana dengan <em>qiyas?</em> Dimanakah letaknya qiyas?</p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita lihat dulu, apa sih sebenarnya qiyas itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Qiyas adalah sebuah susunan kata-kata yang mengandung arti (premis), yang penerimaan terhadap premis pertama akan mengharuskan penerimaan terhadap premis yang berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat definisi qiyas diatas, maka qiyas bisa juga disebut sebagai &#8216;alat&#8217; yang digunakan untuk mengeluarkan pendapat berdasarkan hasil penelitian atau pengetahuan yang bersumber dari akal itu sendiri <em>(hujjah).</em></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">Pengetahuan</a> yang bersumber dari akal ini diproduksi oleh <a href="http://parapemikir.com/pikiran">pikiran</a> <em>(fikr)</em>. <a href="http://parapemikir.com/pikiran">Pikiran</a> sendiri bekerja mengikuti suatu proses yang bermula dari suatu titik tidak tahu <em>(majhul)</em> menuju titik yang diketahui, atau dari titik yang diketahui menuju titik-titik yang diketahui berikutnya dan kemudian menghasilkan titik baru atau <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a> terbaru.</p>
<p style="text-align:justify;">Wilayah kerja pikiran (fikr) meliputi kedua wilayah pokok <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan">pengetahuan</a>, yaitu konsepsi <em>(tashawuraat)</em> dan penilaian  <em>(tashdiqaat). </em>Dan qiyas bekerja untuk penilaian (tashdiqaat)  atau memberikan <a href="http://parapemikir.com/pikiran">hukum</a> tertentu terhadap suatu perkara saja. Yaitu lebih konsentrasi ke urusan kandungan dari premis-premis yang membentuk suatu hubungan tertentu yang nantinya akan menghasilkan suatu hukum atau nilai <a href="http://parapemikir.com/salah-benar">benar dan salah.</a></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk lebih menyederhanakan pengertian dan kedudukan qiyas di antara <em>fikr</em>, maka kita coba untuk mengingat-ingat kembali tentang proses yang terjadi di pikiran kita ketika menemui suatu  perkara yang belum diketahui oleh <a href="http://parapemikir.com/pikiran">pikiran</a> dan kemudian ingin dirubah menjadi suatu pengetahuan yang baru, maka pikiran kita akan bersinggungan diantara tiga kondisi berikut ini :</p>
<ol style="text-align:justify;" type="1">
<li>Pikiran akan bergerak dari hal yang khusus <em>(partial)</em> menuju ke hal yang khusus lainnya.</li>
<li>Pikiran akan bergerak dari hal yang umum <em>(universal)</em> menuju ke hal yang khusus <em>(partial).</em></li>
<li>Pikiran akan bergerak dari hal yang khusus menuju ke hal yang umum <em>(universal)</em> .</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Apa yang dikatakan dengan qiyas adalah perihal yang pertama, yaitu proses <a href="http://parapemikir.com/pikiran">pikiran</a> yang bergerak dari suatu perkara khusus menuju ke hal khusus lainnya. Istilah qiyas ini adalah suatu istilah yang biasa digunakan oleh ahli Fikih untuk menyebut tamsil atau analogi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/355/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=355&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/04/qiyas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/qiyas-150x150.gif" medium="image">
			<media:title type="html">qiyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ragu</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/03/ragu/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/03/ragu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 08:36:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[LOGIKA]]></category>
		<category><![CDATA[condong]]></category>
		<category><![CDATA[estimasi]]></category>
		<category><![CDATA[keraguan]]></category>
		<category><![CDATA[kontradiksi]]></category>
		<category><![CDATA[pasti]]></category>
		<category><![CDATA[ragu]]></category>
		<category><![CDATA[Skeptis]]></category>
		<category><![CDATA[skeptisme]]></category>
		<category><![CDATA[yakin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Hampir semua orang pernah dihadang oleh keraguan-raguan, tidak peduli apapun latar belakang seseorang, pastilah dia pernah mengalami situasi yang sulit, yaitu suatu situan dan kondisi yang meragukan. Orang yang memiliki sifat peragu terhadap hal-hal yang &#8216;mudah&#8217; dan &#8216;material&#8217; tidaklah terlalu penting untuk dibahas, tapi keraguan seseorang dalam menyikapi suatu permasalahan YANG SERIUS seperti apakah Tuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=347&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://parapemikir.com/ragu"><img class="size-full wp-image-348 alignright" title="ragu" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/ragu.jpg" alt="ragu" width="144" height="113" /></a>Hampir semua orang pernah dihadang oleh keraguan-raguan, tidak peduli apapun latar belakang seseorang, pastilah dia pernah mengalami situasi yang sulit, yaitu suatu situan dan kondisi yang meragukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang memiliki sifat peragu terhadap hal-hal yang &#8216;mudah&#8217; dan &#8216;material&#8217; tidaklah terlalu penting untuk dibahas, tapi keraguan seseorang dalam menyikapi suatu permasalahan YANG SERIUS seperti <a href="http://parapemikir.com/universal-dan-partial">apakah Tuhan itu ada</a>?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-347"></span></p>
<p style="text-align:justify;"> Apakah Surga itu Ada? Apakah Neraka itu ada? Apakah ada kehidupan setelah mati , ini adalah hal yang lain dan perlu untuk kita teliti, apakah keraguan terhadap masalah-masalah seperti itu bisa abadi melekat kepada seseorang?</p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita lihat, <a href="http://parapemikir.com/universal-dan-partial">apakah</a> mungkin dan masuk <a href="http://parapemikir.com/logika">akal (logis)</a> kalau kita ragu SELAMANYA  terhadap beberapa hal yang serius seperti yang dipertanyakan diatas itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Bicara kemungkinan yang masuk <a href="http://parapemikir.com/logika">akal (logis)</a> tentu kita harus membicarakan alat ukur yang dipakai oleh akal dalam menentukan hasil akhir dari aneka kemungkinan yang disodorkan kehadapan <a href="http://parapemikir.com/logika">akal</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Alat ukur akal (falsumeter) yang terkenal dan disebut sebagai induk dari alat ukur adalah <a href="http://parapemikir.com/asas-berpikir">&#8216;prinsip kontradiksi&#8217;</a>. Alat ukur ini terkenal karena hampir semua orang , sadar ataupun tidak sadar TELAH menggunakannnya dalam kehidupan sehari-hari. Dan begitu juga dalam urusan logika dan semua persoalan <a href="http://parapemikir.com/ilmu">keilmuan</a>, hampir semua bidang <a href="http://parapemikir.com/ilmu">keilmuan</a> membutuhkan falsumeter yang bernama <a href="http://parapemikir.com/asas-berpikir">&#8216;prinsip kontradiksi&#8217;</a> ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah hal yang sudah semestinya, karena tanpa <a href="http://parapemikir.com/asas-berpikir">prinsip kontradiksi</a> ini maka punahlah semua <a href="http://parapemikir.com/ilmu">ilmu-ilmu</a> modern dan sekaligus runtuhlah <a href="http://parapemikir.com/asas-berpikir">prinsip logika</a> yang diajarkan oleh <a href="http://parapemikir.com/filsafat">Aristoteles.</a>  Prinsip <a href="http://parapemikir.com/asas-berpikir">Kontradiksi</a> adalah dasar dari semua prinsip <a href="http://parapemikir.com/logika">logika</a> dan pemikiran manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum kita membicarakan apa dan dimana orang-orang menggunakan alat serupa falsumeter (prinsip kontradiksi) itu, maka ada baiknya kita tahu terlebih dahulu tentang hukum kontra (kontradiksi) yang sedang kita bicarakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kontra segala sesuatu adalah &#8216;tiadanya&#8217; sesuatu tersebut, atau dengan kata lain bahwa segala sesuatu penolakan atau penafikan bagi yang lain adalah kontra (peniadaan) bagi yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hmm&#8230;agak ribet juga yah :) , Nanti akan lebih  mudah kalau kita sudah pakai contoh-contoh&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan patokan hukum kontra tersebut, maka sudah semakin jelas bagi kita bahwa tidak mungkin ada sebuah kalimat atau pernyataan yang sama-sama benar dengan kalimat / pernyataan kontra-nya. Dan sebaliknya juga, mustahil ada suatu preposisi yang sama-sama salah dengan preposisi kontra-nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini bisa kita buktikan dengan mudah dan jelas seperti berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">Kita ambil contoh yang pertama dari pertanyaan diatas, <a href="http://parapemikir.com/universal-dan-partial">apakah Tuhan itu ada?</a> , Disini akan muncul 3 kondisi  dalam pikiran kita , yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;">1. Kita Ragu (skeptis).<br />
     Pikiran kita ragu untuk menjawaban pertanyaan  apakah :<br />
     a. Tuhan Ada<br />
     b. Tuhan Tidak ada</p>
<p style="text-align:justify;">Pada posisi ragu, maka seseorang tidak melihat kedua permasalahan diatas secara berat sebelah. Mereka melihat kedua pilihan preposisi itu secara seimbang dalam pikirannya, pilihan A tidak lebih berat ketimbang dengan pilihan B.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Kita Condong kesalah satunya ( estimasi ).<br />
    Kita bisa saja condong kepada salah satu pilihan yang ada, kecondongan itu disebut estimasi.      </p>
<p style="text-align:justify;">3. Kita Yakin.<br />
     Pikiran kita langsung otomatis yakin (memilih) kepada salah satu pilihan,  yaitu :<br />
    a. Tuhan Ada<br />
    b. Tuhan Tidak ada</p>
<p style="text-align:justify;">Dari ketiga kondisi pikiran kita diatas,  kondisi kedua dan ketiga akan kita bahas dalam kesempatan lain, dan sekarang kita mau lihat lebih kedalam lagi tentang kondisi yang pertama, yakni keraguan (skepstis).</p>
<p style="text-align:justify;">Keraguan akan muncul jika seseorang lebih sering menggunakan <a href="http://parapemikir.com/konsepsi-dan-penilaian">penalaranan</a> yang bersifat ekstemporal, yakni suatu proses pencarian yang dimulai dari membaca alam sekitarnya. <a href="http://parapemikir.com/pikiran">Mempertanyakan sesuatu yang tidak dia ketahui</a>, kemudian merubahnya menjadi sesuatu yang dia ketahui. Atau suatu proses pengumpulan premis-premis yang diketahui menjadi sebuah pengetahuan yang baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Metode seperti ini sangat cocok digunakan dilingkungan <a href="http://parapemikir.com/universal-dan-partial">ilmuwan dan  para peneliti</a>. Sebagai contoh, dulu orang belum tahu kalau besi itu memuai jika dipanaskan. Maka ketika ada yang bertanya, apakah besi akan memuai jika dipanaskan? Maka orang akan menjawab tidak tahu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak tahu karena persoalan yang ditanyakan itu masih diragukan, tetapi setelah diadakan beberapa uji coba maka diketahui bahwa besi akan memuai jika dipanaskan. Dengan mengetahui kenyataan ini maka dengan sendirinya orang-orang akan menafikkan kontra dari premis yang semacam itu. Yakni premis bahwa besi TIDAK akan memuai jika dipanaskan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jelas terlihat sekarang, bahwa walaupun seseorang berangkat dari keragu-raguan maka dalam perjalanannya dia hanya akan menemukan satu pilihan , yaitu &#8216;prinsip kontradiksi&#8217;  yang mengatakan tidak mungkin ada satu premis yang sama-sama betul dengan premis kontranya. Hanya ada <strong><em><span style="text-decoration:underline;">satu pilihan yang betul</span></em></strong> dalam dua pilihan yang kontradiksi dan <strong>keraguan akan HANYUT ketika dia bertabrakan dengan ilmu pengetahuan.<em></em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=347&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/03/ragu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/ragu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ragu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Universal dan Partial</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/02/universal-dan-partial/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/02/universal-dan-partial/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 08:37:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[LOGIKA]]></category>
		<category><![CDATA[khusus]]></category>
		<category><![CDATA[partial]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian khusus]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian partial]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian umum]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian universal]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[Umum dan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[universal]]></category>
		<category><![CDATA[universal dan partial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Bermula dari diskusi di milist yahoogroup yang sedikit ‘alot’  tentang permasalahan penggunaan kata-kata umum dan khusus, maka tulisan ini sengaja saya buat untuk mempermudah kita dalam memilah kata-kata umum dan khusus yang sering digunakan dalam diskusi-diskusi online. Pembicaraan tentang perkara umum dan khusus ini akan lebih mudah jika kita mengetahui terlebih dahulu tentang dua hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=342&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://parapemikir.com/universal-dan-partial"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-343" title="universal-dan-partial" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/universal-dan-partial-150x150.jpg" alt="universal-dan-partial" width="150" height="150" /></a>Bermula dari diskusi di milist yahoogroup yang sedikit ‘alot’  tentang permasalahan penggunaan kata-kata umum dan khusus, maka tulisan ini sengaja saya buat untuk mempermudah kita dalam memilah kata-kata umum dan khusus yang sering digunakan dalam diskusi-diskusi online.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembicaraan tentang perkara umum dan khusus ini akan lebih mudah jika kita <a href="http://parapemikir.com/mengetahui">mengetahui</a> terlebih dahulu tentang dua hal yang menjadi fokus dari permasalahan suatu subjek, yaitu pertama konsepsi tentang zat (esensi) dan yang kedua pendefinisian atau penilaian  tentang sifat (aksidental).</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-342"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pertama bicara tentang esensi, konsepsi tentang esensi ini sendiri bisa dikelompokkan menjadi  dua kelompok, yang pertama konsepsi tentang zat yang bersifat umum (universal) dan yang kedua adalah zat yang bersifat khusus (partikular).</p>
<p style="text-align:justify;">Kita mulai dari esensi yang bersifat umum, pembicaran yang merujuk kepada hal-hal yang bersifat  universal atau umum lebih banyak dijumpai diranah ilmiah, dan seyogyanya memang digunakan untuk pembicaraan-pembicaraan yang bersifat ilmiah dan logis.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya, Apa yang dimaksud dengan lingkaran?<br />
Misalnya, Apa yang dimaksud dengan kehidupan?<br />
Misalnya, Apa yang dimaksud dengan manusia?<br />
Misalnya, Apa yang dimaksud dengan segitiga?<br />
Misalnya, Apa yang dimaksud dengan gunung?</p>
<p style="text-align:justify;">Dst…</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan-pertanyaan seperti diatas disebut sebagai pertanyaan universal, karena yang dimaksud dari sipenanya adalah tentang esensi dari masing-masing hal. Yang mana kemudian akan menghasilkan kesimpulan umum berupa :</p>
<p style="text-align:justify;">Lingkaran itu adalah…<br />
Kehidupan itu adalah…<br />
Manusia itu adalah…<br />
Segitiga itu adalah..<br />
Gunung itu adalah….dst…</p>
<p style="text-align:justify;">Pengertian umum yang dihasilkan dari pertanyaan tersebut akan menjadi acuan standar karena bisa digunakan dimana saja dan oleh siapa saja secara umum bahkan tanpa batas. Sehingga ketika orang bertanya apakah yang dimaksud dengan lingkaran maka sipenanya akan mendapatkan jawaban yang sama dari semua orang yang menjawab tanpa memandang perbedaan ras, negara, budaya dan agama sehingga terjaga independensi hakikat (esensi) dari perkara yang ditanyakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang ke esensi yang bersifat khusus. Pembicaraan yang bersinggungan dengan perihal-perihal khusus biasanya ditujukan kepada nama sesuatu dengan menunjuk  kepada benda/hal yang bersangkutan. Dan pembicaraan mengenai masalah ini umumnya ditemukan dalam kesehari-harian kita, dan memang seyogyanya pembicaraan mengenai sifat-sifat khusus ini digunakan dalam pembicaraan non ilmiah.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya, ketika kita bercerita dengan tetangga perihal  Hasan anaknya pak Husin.  Kata ‘Hasan’ dan ‘Pak Husin’ adalah ‘esensi khusus’ tentang orang yang bernama Hasan sebagai Anaknya Pak Husin. Esensi khusus disitu berbicara tentang satu pribadi, yaitu Pribadi Hasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan menjadi berbeda kalau kita bercerita kepada tetangga, bahwa nama Hasan adalah nama yang baik  untuk anak laki-laki. Pengertian kata ‘Hasan’ disana akan berubah makna menjadi esensi yang bersifat umum (universal) karena nama Hasan belum mengikat ke pribadi manapun.</p>
<p style="text-align:justify;">Kasus ini persis seperti kasus ketika saya menemui diskusi yang sulit di yahoogroup yang membicarakan perbedaan penggunaan kata umum dan khusus terhadap satu objek. Misalnya kata ‘berlari’.  Kata ‘berlari’ adalah satu kata yang bersifat umum, tapi jika dilekatkan kepada objek tertentu, Misalnya kucing itu pandai berlari maka maknanya akan berubah menjadi esensi khusus , yaitu esensi tentang seekor kucing.</p>
<p style="text-align:justify;">Atau dilekatkan kepada objek lain, Misalnya Irwansyah itu berlari Kencang…, maka pengertian umum dari kata ‘berlari’ akan berubah menjadi pengertian khusus tentang ‘seseorang yang bernama Irwansyah’ yang berlari kencang.</p>
<p style="text-align:justify;">Membolak balik subjek dari kalimat yang akan dibicarakan seperti ini sering menjebak sipembicara kedalam diskusi yang berputar-putar tanpa arah jika kita tidak sempat memperhatikan bagaimana aturan penggunaan kata-kata khusus ataupun yang umum.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembolak-balikan bisa saja terjadi di kata ganti yang lainnya, misalnya bicara ‘Kucing’. Kucing adalah esensi universal…, dimana-mana kucing ya kucing. Tapi kalau kita akan membicarakan tentang kucing mati, maka yang dimaksud sipembicara tentulah satu kucing, atau kucing tertentu yang sudah atau akan mati.  Dan penyebutan seperti itu akan berubah esensi kucing secara universal menjadi kucing yang khusus.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaannya sekarang adalah, apakah bisa esensi umum dikhususkan? Tentu bisa sebatas yang dikhususkan adalah objek yang sama. Misalnya kucing, kucing adalah esensi umum…dan bisa dikhususkan menjadi kucingnya pak budi, kucing itu, kucing mati, kucing itu bisa berlari dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau ditambahkan  Anjing, apakah kucing masih bisa dikhususkan? Dibandingkan? Atau disamakan?</p>
<p style="text-align:justify;">Jawabannya TIDAK bisa jika kita masih berbicara tentang satu subjek khusus yang bernama kucing! Karena jika dibandingkan dengan subjek yang berbeda maka dia akan kehilangan esensi umumnya (universalnya) sebagai kucing.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengecualian hanya bisa jika kita ingin membicarakan esensi khusus dari kelompok yang lebih besar, yaitu Hewan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengelompokan dari Universal ke khusus seperti itu akan meliputi suatu pembahasan yang lebih luas, seperti :</p>
<p style="text-align:justify;">1. Pembahasan tentang Diferensi<br />
2. Pembahasan tentang Ekuivalensi<br />
3. Pembahasan tentang Implikasi<br />
4. Pembahasan tentang Asosiasi</p>
<p style="text-align:justify;">Dan pembahasan tentang keempat kondisi diatas sebenarnya akan menjadi lebih mudah jika kita bisa memahami dengan baik apa itu esensi universal dan apa itu esensi khusus dari suatu subjek.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/342/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=342&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/06/02/universal-dan-partial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/06/universal-dan-partial-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">universal-dan-partial</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
