<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Blog &#187; TEOLOGI</title>
	<atom:link href="http://parapemikir.wordpress.com/category/teologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://parapemikir.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Nov 2011 06:14:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='parapemikir.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Blog &#187; TEOLOGI</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://parapemikir.wordpress.com/osd.xml" title="My Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://parapemikir.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mereka yang disebut orang Sholeh yang kaku</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/09/17/mereka-yang-disebut-orang-sholeh-yang-kaku/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/09/17/mereka-yang-disebut-orang-sholeh-yang-kaku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 03:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[TEOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[non muslim]]></category>
		<category><![CDATA[orang bebas]]></category>
		<category><![CDATA[orang kaku]]></category>
		<category><![CDATA[orang sholeh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=574</guid>
		<description><![CDATA[Kembali kepersoalan apakah orang-orang yang tidak mengikuti agama yang benar TETAPI melakukan pekerjaan dan perbuatan sesuai dengan ajaran agama yang benar, semua amalannya itu akan diterima oleh Tuhan. Kita sudah membicarakan bagaimana alasan logis yang diajukan oleh kaum intelektual dipostingan sebelumnya. Dan kita juga sudah memperhatikan apa yang mereka kutip dari Al-quran sebagai landasan fundamentalnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=574&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_575" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/mereka-yang-disebut-orang-sholeh-yang-kaku.html"><img class="size-thumbnail wp-image-575" title="kaku" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/10/kaku-150x150.gif" alt="pagar kawat" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">pagar kawat</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kembali kepersoalan apakah orang-orang yang tidak mengikuti agama yang benar TETAPI melakukan pekerjaan dan perbuatan sesuai dengan ajaran agama yang benar, semua amalannya itu akan diterima oleh Tuhan. Kita sudah membicarakan bagaimana alasan logis yang diajukan oleh kaum intelektual dipostingan sebelumnya. Dan kita juga sudah memperhatikan apa yang mereka kutip dari Al-quran sebagai landasan fundamentalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang kita akan lihat, apa jawaban dari mereka yang disebut dengan kelompok orang-orang sholeh. Kelompok yang menentang bulat-bulat pendapat yang diajukan oleh kaum intelektual tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-574"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mereka mengatakan secara tegas bahwa perbuatan baik non muslim tidak mungkin akan diterima oleh Tuhan. Perbuatan orang-orang kafir itu tidak ada nilainya sama sekali dimata Tuhan, semua amal perbuatan mereka itu akan ditolak dan tertolak. Kelompok orang-orang sholeh yang berpikiran kaku ini juga tidak lupa untuk membawa dua alasan penting untuk mendukung pendapatnya, yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan penting yang pertama adalah alasan rasional, kalau memang perbuatan baik non muslim itu diterima dan perbuatan baik muslim juga diterima jadi apa bedanya menjadi muslim atau non muslim. Demikian juga sebaliknya, kalau perbuatan buruk non muslim akan mendapat hukuman dan perbuatan buruk muslim juga mendapat hukuman yang sama, jadi dimana letak perbedaannya antara menjadi muslim dan non muslim. Dalam hal ini apa pengaruhnya menjadi muslim atau non muslim?</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan penting kedua adalah alasan nash, mereka mengutip argumentasinya dengan merujuk kepada apa yang tertulis pada alquran surat 14 ayat 18 :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan bermodalkan ayat ini, maka kelompok orang-orang sholeh yang berpikiran sempit tersebut menegaskan bahwa perbuatan mulia semulia apapun, sekalipun lebih mulia dari perbuatan dan pengabdian para nabi sekalipun, maka sungguh perbuatan mereka akan sia-sia belaka jika tidak digandengkan dengan keimanan kepada Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan untuk melengkapi dalilnya, mereka juga terkadang mengutip ayat yang lain dari al-quran , seperti surat 24 ayat 39 :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menambahkan ayat ini, maka sudah semakin kuatlah perhitungan atas orang-orang kafir, perbuatan mereka semuanya akan sia-sia dan semu bagaikan sebuah fatamorgana. Seolah-olah ada dan bermanfaat padahal tidak ada dan tidak berguna sama sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai disini kita sudah melihat, apa dan bagaimana alasan-alasan logis dan narasi yang disampaikan oleh dua kelompok yang paling berpengaruh tersebut. Jalan pemikiran pertama mengatakan semua orang boleh dan dibolehkan masuk surga tanpa membeda-bedakan agamanya, apakah muslim atau non muslim semuanya sama saja dimata Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelompok yang lain mengharamkan surga terhadap umat manusia manapun kecuali mereka muslim. Surga tertutup untuk orang-orang non muslim, surga dibuat khusus untuk orang Islam. Pendapat kelompok manakah gerangan yang paling logis dan yang paling masuk akal yang bisa kita terima? Apakah pendapat kelompok pertama ataukan pendapat kelompok yang kedua?</p>
<p style="text-align:justify;">Atau apakah masih ada pendapat yang lain diluar pendapat tersebut?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/574/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=574&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/09/17/mereka-yang-disebut-orang-sholeh-yang-kaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/10/kaku-150x150.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mereka yang disebut kaum intelektual</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/09/03/mereka-yang-disebut-kaum-intelektual/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/09/03/mereka-yang-disebut-kaum-intelektual/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 04:55:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[TEOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[kaum intelek]]></category>
		<category><![CDATA[orang sholeh]]></category>
		<category><![CDATA[orang sholeh yang kaku]]></category>
		<category><![CDATA[pahala]]></category>
		<category><![CDATA[perbuatan baik]]></category>
		<category><![CDATA[perbuatan buruk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Bahasan kali ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya yang kami beri judul ‘ada berapakah agama yang benar’. Kita telah sampai kepada pertanyaan ketiga yaitu apakah orang-orang yang tidak mengikuti agama yang benar TETAPI melakukan pekerjaan dan perbuatan sesuai dengan ajaran agama yang benar, semua amalannya itu akan diterima oleh Tuhan? Misalnya agama yang benar telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=567&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_568" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/mereka-yang-disebut-kaum-intelektual.html"><img class="size-thumbnail wp-image-568" title="intelectual" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/09/intelectual-150x150.jpg" alt="intelektual" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">intelektual</p></div>
<p style="text-align:justify;">Bahasan kali ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya yang kami beri judul ‘ada berapakah agama yang benar’. Kita telah sampai kepada pertanyaan ketiga yaitu apakah orang-orang yang tidak mengikuti agama yang benar TETAPI melakukan pekerjaan dan perbuatan sesuai dengan ajaran agama yang benar, semua amalannya itu akan diterima oleh Tuhan?</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya agama yang benar telah memerintahkan untuk berbuat baik kepada semua manusia, mendukung hak-hak orang yang tertindas, menengahi perselisihan, memerangi para pemeras dan penindas, menolong orang-orang yang bernasib malang, membantu orang-orang miskin, menegakkan keadilan dan memberikan pendidikan sebagaimana tugas kenabian pada setiap zamannya. Lalu kita bertanya apakah mereka yang melakukan tugas-tugas kenabian tersebut akan diberi pahala atau tidak?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-567"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kata lain apakah keimanan kepada satu agama yang benar adalah sebagai prasyarat untuk memperoleh pahala disisi Tuhan? Disini kita akan menemukan dua jalan pikiran yang paling berpengaruh. Pertama adalah logika perdamaian mutlak (Absolute Conciliation) yang dibawakan oleh kaum intelektual, dan yang kedua adalah logika manifestasi murka Tuhan yang melebihi kasih sayang-Nya yang dibawakan oleh orang-orang sholeh yang kaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka yang disebut kaum intelektual ini mengajukan argumennya dengan berbagai macam bukti, baik bukti rasional maupun bukti yang ditemukan didalam kitab suci Al-quran</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka mengatakan bahwa semua perbuatan baik sebagaimana yang disebutkan diatas itu pastilah akan mendapat pahala dari Tuhan dengan alasan :</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, Allah memiliki hubungan yang sama terhadap semua wujud yang ada, Allah tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan siapapun. Allah tidak rasis, Dia ada dibarat dan juga ada ditimur, Ada diatas dan juga ada dibawah, Allah ada dimasa sekarang, masa lalu dan masa yang akan datang. Bagi Allah sama saja semuanya, Dia meliputi segala sesuatu, dia tidak beranak dan tidak diperanakkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah tidak memiliki ikatan keluarga dan hubungan khusus dengan siapapun dan dari bangsa manapun, tidak dengan orang barat, timur, utara, selatan atau yang lainnya. Oleh karena itu tidak masuk akal kalau Tuhan memilih-milih siapa yang akan dimurkainya dan siapa yang akan dikasihinya dengan mengabaikan amal perbuatan manusia dari golongan tertentu dan menerima amal perbuatan dari kelompok yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena hubunga Allah dengan semua manusia adalah sama saja, maka tidak mungkin dan tidak masuk akal kalau Allah menerima perbuatan baik dari satu orang dan tidak dari orang yang lain. Jika perbuatan baiknya sama maka seyogyanya diterima dengan cara yang sama pula berdasarkan perinsip keadilan Illahi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, Kebaikan dan keburukan itu hakikatnya ada pada perbuatan tersebut. Misalnya kejujuran, berkata-kata sopan, menegakkan keadilan dan lain-lain disebut baik karena pada hakikatnya pekerjaan tersebut adalah baik. Demikian juga keburukan, seperti mencuri, berbohong, korupsi dan lain-lain disebut buruk karena hakikat perbuatan tersebut memang sudah buruk dari sononya (innate).</p>
<p style="text-align:justify;">Jujur, sopan, menegakkan keadilan disebut baik bukanlah karena Allah memerintahkan untuk mengerjakannya. Demikian juga mencuri, rampok, korupsi disebut buruk bukanlah karena Allah telah melarangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memperhatikan alasan kedua ini maka tidak alasan bagi Tuhan untuk menolak amalan baik dari seseorang dan menolaknya dari orang yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, Tuhan sudah menyatakan didalam Al-quran pada surat 5 ayat 69 :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akherat serta beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” </em></p>
<p style="text-align:justify;">Jelas isi al-quran itu tidak terbantahkan lagi bahwa siapa saja yang beramal baik akan diterima disisi Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">B e r s a m b u n g . . .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=567&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/09/03/mereka-yang-disebut-kaum-intelektual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/09/intelectual-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">intelectual</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada berapakah agama yang benar?</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/08/30/ada-berapakah-agama-yang-benar/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/08/30/ada-berapakah-agama-yang-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 04:44:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[TEOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[Agama yang benar]]></category>
		<category><![CDATA[agama yang salah]]></category>
		<category><![CDATA[agama-agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[Pembicaraan yang paling sensitif dan yang paling banyak dihindari pada zaman modern ini adalah pembicaraan tentang perbedaan agama-agama. Kebanyakan dari kita risih untuk membicarakan agama manakah yang paling benar. Masalah ini menjadi lebih sulit lagi karena di indonesia memang dilarang keras membicarakan masalah-masalah yang berhubungan dengan isyu SARA didepan umum. Saya menyadari, dengan menulis isyu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=563&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_564" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/ada-berapakah-agama-yang-benar.html"><img class="size-thumbnail wp-image-564 " title="agama-agama" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/09/agama-agama-150x150.jpg" alt="agama" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">agama</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pembicaraan yang paling sensitif dan yang paling banyak dihindari pada zaman modern ini adalah pembicaraan tentang perbedaan agama-agama. Kebanyakan dari kita risih untuk membicarakan agama manakah yang paling benar. Masalah ini menjadi lebih sulit lagi karena di indonesia memang dilarang keras membicarakan masalah-masalah yang berhubungan dengan isyu SARA didepan umum.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menyadari, dengan menulis isyu ini bisa jadi saya akan menjadi bahan ejekan, makian dan tertawaan orang-orang dan bahkan boleh jadi lebih dari itu. Bisa jadi yang tadinya teman menjadi lawan dan yang tadinya lawan menjadi teman secara ideologi… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-563"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk membahas persoalan ini saya mulai dengan keingin tahuan saya dengan mengajukan tiga pertanyaan penting, yaitu : Pertama, Apakah sesorang wajib memilik satu agama saja atau mengikuti beberapa agama dalam waktu yang bersamaan?</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, Jika yang masuk akal adalah mengikuti satu agama saja, maka apakah kita bebas memilih salah satu agama mana saja tanpa membeda-bedakannya satu sama lain? Apakah semua agama saja saja dan ambil yang mana saja pasti BENAR?</p>
<p style="text-align:justify;">Atau apakah hanya ada satu agama saja yang benar di tiap-tiap zaman? Ini adalah jenis pertanyaan yang paling mudah untuk mendapatkan jawabannya, pastilah dalam satu zaman hanya ada satu agama saja yang benar, ini bisa dibuktikan secara mudah dengan melihat fakta bagaimana semua orang ingin mempertahankan agamanya karena mereka menggangap agamanyalah satu-satunya agama yang benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Fakta yang kita saksikan tersebut berbeda dengan apa yang dikampanyekan oleh mereka yang mengembangkan isyu pluralisme agama. Mereka mengatakan pada setiap zaman semua agama sama saja. Semua agama memiliki keabsahan yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja benar adanya bahwa tidak ada pertentangan antara satu nabi dengan nabi yang berikutnya. Semua Nabi diseru dan diutus untuk menyeru kepada jalan Tuhan yang satu. Tidak masuk akal kalau Tuhan yang satu memerintahkan utusannya menyeru kepada jalan yang berbeda-beda dan menciptakan beberapa aliran yang saling bertentangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun demikian tidaklah berarti bahwa disetiap zaman dan dalam waktu yang bersamaan ada beberapa agama yang benar dan karenanya setiap orang bebas memilih agama manapun yang mereka inginkan sebagai mana orang memilih nomor undian secara acak.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang betul adalah setiap orang harus beriman kepada SEMUA Nabi utusan Tuhan, dan mengikuti apa yang dikabarkan oleh nabi-nabi tersebut. Dalam hal ini termasuk mengikuti dan mengimani khabar siapa Nabi yang akan datang berikutnya. Dan sebaliknya harus mengimani apa yang dikatakan oleh nabi terakhir tentang siapa nabi sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah kita melihat fakta dan menerimanya dengan akal yang sehat bahwa setiap zamannya hanya ada satu agama yang benar, maka pertanyaan ketiganya adalah Apakah orang-orang yang tidak mengikuti agama yang benar TETAPI melakukan pekerjaan dan perbuatan sesuai dengan ajaran agama yang benar, semua amalannya itu akan diterima oleh Tuhan?</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya agama yang benar telah memerintahkan untuk berbuat baik kepada semua manusia, mendukung hak-hak orang yang tertindas, menengahi perselisihan, memerangi para pemeras dan penindas, menolong orang-orang yang bernasib malang, membantu orang-orang miskin, menegakkan keadilan dan memberikan pendidikan sebagaimana tugas kenabian pada setiap zamannya. Lalu kita bertanya apakah mereka yang melakukan tugas-tugas kenabian tersebut akan diberi pahala atau tidak?</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kata lain apakah keimanan kepada satu agama yang benar adalah sebagai prasyarat untuk memperoleh pahala disisi Tuhan?</p>
<p style="text-align:justify;">Bersambung ke thread berikutnya yang berjudul : Mereka yang disebut kaum intelektual</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/563/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=563&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/08/30/ada-berapakah-agama-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/09/agama-agama-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agama-agama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapakah yang akan masuk Surga?</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/08/26/siapakah-yang-akan-masuk-surga/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/08/26/siapakah-yang-akan-masuk-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 17:15:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[TEOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[masuk neraka]]></category>
		<category><![CDATA[masuk Surga]]></category>
		<category><![CDATA[neraka]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=558</guid>
		<description><![CDATA[Menyambung apa yang sudah kita bicarakan  sebelumnya apakah orang-orang yang telah berkorban demi kemanusiaan, mempersembahkan ilmu pengetahuan demi kemanusian, menolong orang sakit dengan meneliti segala macam obat-obatan demi keselamatan manusia, mereka itu semuanya akan masuk neraka karena mereka adalah non muslim? Apakah pribadi-pribadi semacam Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato, Isac Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=558&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_559" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://www.parapemikir.com/siapakah-yang-akan-masuk-surga.html"><img class="size-thumbnail wp-image-559" title="plato-aristotle" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/09/plato-aristotle-150x150.jpg" alt="filsuf" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">filsuf</p></div>
<p style="text-align:justify;">Menyambung apa yang sudah kita bicarakan  <a href="http://parapemikir.com/perbuatan-baik-non-muslim.html">sebelumnya</a> apakah orang-orang yang telah berkorban demi kemanusiaan, mempersembahkan ilmu pengetahuan demi kemanusian, menolong orang sakit dengan meneliti segala macam obat-obatan demi keselamatan manusia, mereka itu semuanya akan masuk neraka karena mereka adalah non muslim?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah pribadi-pribadi semacam Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato, Isac Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda Teresa, Khalil Gibran, Francis Bacon, <a href="http://parapemikir.com/rene-descartes.html">Rene Descartes</a> semuanya masuk neraka karena mereka adalah non muslim?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-558"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kita sudah melihat dibahasan sebelumnya bahwa terdapat dua pendapat kelompok ekstrim menanggapi permasalahan ini, kelompok pertama adalah dari orang-orang sholeh yang kaku, mereka mengutip Alquran surat 3 ayat 85 :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“ Dan Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan dalil ayat tersebut, maka orang-orang sholeh yang kaku itu mengatakan bahwa yang berhak masuk surga hanyalah orang-orang Islam, selain Islam sesuai dengan ayat al-quran tersebut maka semuanya akan masuk neraka tanpa pandang bulu, apakah dia itu adalah Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato, Isac Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda Teresa, Khalil Gibran, Francis Bacon, <a href="http://parapemikir.com/rene-descartes.html">Rene Descartes</a> dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendapat kedua muncul dari mereka-mereka yang menyebut dirinya kaum intelektual, yakni dari <a href="http://parapemikir.com/">para pemikir</a> kebebasan dan kemanusiaan. Mereka mengutip apa yang dikatakan Al-quran pada surat 5 ayat 69 :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”</em><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Melihat dua pendapat dengan masing-masing dalil yang mereka kemukakan tersebut, maka bagaimanakah kiranya nasib orang-orang yang telah berbuat banyak untuk tujuan kemanusiaan tersebut?</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut hemat saya, kita sebagai manusia tidak akan pernah tahu dan kita tidak punya hak sama sekali untuk mengatakan secara pasti, apakah si X atau si Y akan masuk surga atau neraka, apakah Louis Pasteur, Socrates, Aristoteles, Plato, Isac Newton, Thomas Alfa Edison, Bunda Teresa, Khalil Gibran, Francis Bacon, Rene Descartes akan masuk surga atau neraka.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang kita bisa tahu adalah apa yang kita lihat dari perbuatan mereka, menurut yang kita lihat dan kita saksikan bahwa mereka sudah berbuat baik dan berbuat banyak untuk kemanusian, mereka telah beramal dan menyumbangkan pemikiran untuk kemajuan umat manusia. Tetapi mengenai kepastian mutlak apakah mereka akan masuk surga atau masuk neraka, maka yang tahu kepastian tersebut hanyalah Allah semata.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya Allah yang mengetahui niat semua manusia, hanya Allah lah yang tahu semua rahasia dan yang lebih rahasia dari rahasia. Hanya Allah yang tahu apa niat dan motivasi seseorang ketika melakukan perbuat baik dan semua amal-amal yang mereka lakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dimasa sekarang kita sering sok menghakimi seseorang, bahwa si X akan masuk surga dan si Y akan masuk neraka. Apakah kita memang punya hak dan mampu untuk melihat isi hati seseorang? Apakah kita bisa dan mampu untuk mengetahui niat seseorang?</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan Nabi Muhammad sendiri tidak berani sembarangan untuk mengatakan bahwa si X akan masuk surga dan si Y akan masuk neraka. Nabi sendiri tidak berani menjamin dirinya sendiri akan masuk surga sebagaimana yang di tulis di al-quran surat 46 ayat 9 :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Katakanlah: &#8220;Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, maka semakin teranglah bagi kita bahwa semua perbuatan baik akan dicatat dan dibalas oleh Allah, dan semua perbuatan baik itu tidak serta merta menempatkan seseorang kedalam surga atau neraka. Semua perbuatan baik itu akan disensor secara khusus oleh Allah dari niat mereka. Dan hasil ‘sensor’ dari niat manusia tersebut hanya Allah yang tahu hasilnya, apakah yang bersangkutan akan dimasukkan kesurga atau ke neraka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/558/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=558&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/08/26/siapakah-yang-akan-masuk-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/09/plato-aristotle-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">plato-aristotle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perbuatan baik Non Muslim</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/08/24/perbuatan-baik-non-muslim/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/08/24/perbuatan-baik-non-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 16:37:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[TEOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Keadailan Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[non muslim]]></category>
		<category><![CDATA[perbuatan baik non muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[Berangkat dari diskusi dimillist-milist yahoogroups, tergerak untuk menulis sedikit tentang apakah orang orang non muslim seperti Bunda Teresa, Louis Paster, Isaac Newton, Thomas Alfa Edison dan penemu-penemu besar untuk kemajuan kemanusiaan itu semuanya masuk neraka karena mereka adalah non muslim? Apakah orang-orang yang yang bermandikan peluh keringat, meneteskan air mata, berkorban darah dan nyawa untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=540&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_541" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/perbuatan-baik-non-muslim.html"><img class="size-thumbnail wp-image-541" title="keadilan ilahi" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/09/keadilan-ilahi-150x150.jpg" alt="islam kristen" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">islam kristen</p></div>
<p style="text-align:justify;">Berangkat dari diskusi <a href="http://groups.yahoo.com/group/parapemikir/">dimillist-milist yahoogroups</a>, tergerak untuk menulis sedikit tentang apakah orang orang non muslim seperti Bunda Teresa, Louis Paster, Isaac Newton, Thomas Alfa Edison dan penemu-penemu besar untuk kemajuan kemanusiaan itu semuanya masuk neraka karena mereka adalah non muslim?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah orang-orang yang yang bermandikan peluh keringat, meneteskan air mata, berkorban darah dan nyawa untuk membela manusia dan kemanusian itu semuanya masuk neraka karena mereka non muslim. Dan sebaliknya, apakah orang-orang malas yang menghabiskan waktu mereka disudut-sudut masjid semuanya masuk surga hanya karena mereka muslim?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-540"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau memang demikian adanya, maka pertanyaannya adalah dimanakah gerangan <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-ilahi.html">keadilan Illahi</a> menurut ajaran Islam? Apakah murka Tuhan lebih besar ketimbang sifat kasih sayang-Nya?</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan tentang <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-ilahi.html">keadilan Illahi</a> seperti ini sebenarnya sudah muncul sejak awal-awal Islam, banyak paham yang bermunculan menjawab persoalan tersebut. Ada yang mengatakan bahwa yang berhak masuk surga hanyalah orang-orang yang beragama Islam saja, dan mereka menguatkan  pendapat mereka tersebut dengan ayat-ayat yang ada didalam alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendapat yang lain mengatakan bahwa barang siapa yang berbuat baik, maka Tuhan tidak akan menyia-nyiakan perbuatan baik tersebut. Tuhan tidak mempunyai hubungan kekerabatan dengan siapapun, Tuhan itu tidak rasis, Tuhan itu adalah Tuhannya semua manusia, baik dia berkulit putih, hitam, kuning , bule, negro dan seterusnya. dan merekapun menguatkan  pendapat mereka tersebut dengan ayat-ayat yang ada didalam alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua pendapat ekstrim tempo dulu tersebut, kemudian ditambah dengan isu pluralisme yang dikembangkan dibarat pada abad 18, dimana terjadi penyiksaan dan penghukuman yang mengerikan atas nama agama kristen, maka muncullah <a href="http://parapemikir.com/">para pemikir-pemikir</a> di eropa yang menggulirkan isu pluralisme agama yang dikomandani oleh Profesor John Hick, penemu konsep pluralisme yang rumit ini mengizinkan semua orang untuk masuk surga guna mencegah terjadinya pembantaian atas nama <a href="http://parapemikir.com/agama-sebagai-biang-kerok.html">agama kristen</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai tiba pada masa kita sekarang, banyak diantara pelajar muslim yang berguru ke Amerika dan barat kemakan dokrin rapuh dari Profesor John Hick tersebut dan setelah kembali ke Indonesia mereka mengkampanyekan isu pluralisme agama.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah memang semua orang dari semua agama bisa masuk surga atas nama pluralisme dan ketidak rasisan Tuhan?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau semua orang dan dari semua agama bisa masuk surga, lalu apa bedanya menjadi muslim, kristen, hindu dan budha? Apa bedanya menjadi muslim dan non muslim. Apa perlu dan manfaatnya orang-orang rela mati demi membela dan menjaga kehormatan agamanya masing masing?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/540/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=540&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/08/24/perbuatan-baik-non-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/09/keadilan-ilahi-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">keadilan ilahi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agama Sebagai Biang Kerok?</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/08/21/agama-sebagai-biang-kerok/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/08/21/agama-sebagai-biang-kerok/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 16:54:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[TEOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Agama sebagai biang kerok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=551</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari terakhir ini tiba-tiba ada orang yang teriak-teriak di milist parapemikir@yahoogroups.com mengumumkan ke jelekan agama Kristen dan agama Islam. Di sebelah sana berteriak Islam itu tidak beres, ini bisa dibuktikan dengan banyaknya ke-ngawuran yang dilakukan oleh pemeluknya. Belum lagi melihat kenyataan yang lain dimana kita bisa menyaksikan dengan mudah bagaimana negera-negara yang mayoritas penduduknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=551&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_552" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://www.parapemikir.com/agama-sebagai-biang-kerok.html"><img class="size-thumbnail wp-image-552" title="muslim-kristen" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/09/muslim-kristen-150x150.jpg" alt="agama" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">agama</p></div>
<p style="text-align:justify;">Beberapa hari terakhir ini tiba-tiba ada orang yang teriak-teriak di milist <a href="mailto:parapemikir@yahoogroups.com">parapemikir@yahoogroups.com</a> mengumumkan ke jelekan agama Kristen dan agama Islam. Di sebelah sana berteriak Islam itu tidak beres, ini bisa dibuktikan dengan banyaknya <em>ke-ngawuran</em> yang dilakukan oleh pemeluknya. Belum lagi melihat kenyataan yang lain dimana kita bisa menyaksikan dengan mudah bagaimana negera-negara yang mayoritas penduduknya Islam ternyata negaranya miskin-miskin.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini sangat berbeda dengan negera-negara yang mayoritas penduduknya beragama kristen, di negara yang mayoritas kristen penduduknya bisa hidup makmur dan sejahtera. Dengan melihat kenyataan ini maka bisa disimpulkan bahwa negara yang berpenduduk mayoritas Islam adalah negara yang terbelakang.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-551"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Menyambut pernyataan atau tuduhan seperti itu, yang disebelah sini membalas dengan tak kalah sengitnya. Kawan yang disebelah sini mulai mengorek-ngorek ke-ngawuran orang Kristen dengan megungkit-ungkit kitab Injil mereka. Tidak puas dengan mengungkit-ungkit Injil, orang yang disebelah sini malah sekarang sibuk membandingkan dan menyalah-benarkan kitab-kitab antara kedua agama tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita diatas adalah cerita nyata, kita bisa menemukan banyak pertengkaran yang se-model dengan itu dimilist-milist yahoogroups.com. Sekarang yang menjadi pertanyaan kita adalah, betulkah agama Kristen dan agama Islam memang ngawur dan bermasalah sehingga menyebabkan banyak kejahatan kemanusian dan kemunduran/kemiskinan suatu negara?</p>
<p style="text-align:justify;">Jawabannya tentu tidak betul, karena apa yang dikatakan tersebut sangatlah bertolak belakang dengan kenyataan. Dalam ilmu <a href="http://parapemikir.com/logika.html">logika</a> dikatakan bahwa yang disebut dengan benar secara materi adalah adanya persamaan antara pernyataan dengan kenyataan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dikatakan bahwa negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam telah menjadi miskin dan bodoh maka ini TELAH terbantahkah dengan sendirinya oleh fakta sejarah di mana pada masa lalu ada mayoritas penduduk suatu negeri yang beragama Islam ternyata terbukti kaya, makmur dan penduduknya pintar-pintar.</p>
<p style="text-align:justify;">Pun sebaliknya, jika dikatakan bahwa jika penduduk suatu negeri beragama Kristen maka otomatis negeranya bisa makmur dan maju, inipun terbantahkan dengan fakta sejarah karena kenyataannya eropa pada abad kegelapan tidak mengalami hal seperti apa yang di klaim tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat fakta sejarah ini maka adalah terlalu gegabah kalau seseorang menyalahkan agama sebagai kambing hitam atas gagalnya suatu persolan terlebih-lebih kepada persolan maju dan mundurnya suatu peradaban karena pada prinsipnya semua agama mangajarkan dan sekaligus mendorong pemeluknya kearah kebaikan materi dan non-materi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepada mereka yang sebentar-sebentar menyalahkan agama dan atau mengkambing hitamkan agama sebagai biang keladi persoalan kemanusian maka kita harus mengatakan kepada mereka bahwa, ketahuilah obor penerang umat manusia itu adalah <a href="http://parapemikir.com/ilmu.html">ilmu</a> <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan.html">pengetahuan</a>. Jika seseorang atau sekelompok orang meguasai <a href="http://parapemikir.com/ilmu.html">ilmu</a> <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan.html">pengetahuan</a> maka niscaya dia atau kelompoknya tersebut akan menjadi orang yang tercerahkan dan maju dan juga ketahuilah, bahwa <strong>semua agama samawi mengajarkan pemeluknya untuk mencari <a href="http://parapemikir.com/ilmu.html">ilmu</a> <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan.html">pengetahuan</a>. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika faktanya semua agama mengajarkan pemeluknya untuk mencari <a href="http://parapemikir.com/ilmu.html">ilmu</a> <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan.html">pengetahuan</a> maka dengan sendirinya sudah terbantahkan jika masih ada orang yang beranggapan bahwa agamalah sebagai biang kerok semua persoalan kemanusian.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kata lain bisa disebutkan bahwa jika suatu kaum di suatu negeri memeluk agama Islam maka dia akan bodoh dan tertinggal jauh jika dia tidak menghargai <a href="http://parapemikir.com/ilmu.html">ilmu</a> <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan.html">pengetahuan</a>, pun sebaliknya jika di negeri lain ada yang berpenduduk yahudi, nasrani dan lain-lain yang tidak menghargai <a href="http://parapemikir.com/ilmu.html">ilmu</a> <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan.html">pengetahuan</a> maka niscaya kebodohan dan keterbelakangan akan menyertai mereka pula.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh sangat indah ayat Al-quran yang selalu menyebut <a href="http://parapemikir.com/ilmu.html">ilmu</a> secara berdampingan dengan cahaya. Cahaya adalah penerang di dalam kegelapan, dengan cahaya manusia hewan dan tumbuhan bisa hidup dan kalau kita mau berpikir maka seharusnya kita bisa menterjemahkan apa yang dimaksud oleh Al-quran tersebut dengan menegaskan bahwa sesungguhnya dengan cahaya atau ilmulah maka manusia bisa menjadi orang yang beradab dan terpelajar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/551/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=551&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/08/21/agama-sebagai-biang-kerok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/09/muslim-kristen-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">muslim-kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mutazilah-Allah Memberikan Balasan</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/18/mutazilah-allah-memberikan-balasan/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/18/mutazilah-allah-memberikan-balasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 23:24:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[TEOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[5 kaidah pokok mutazilah]]></category>
		<category><![CDATA[Allah memberikan balasan]]></category>
		<category><![CDATA[amar maruf nahi munkar]]></category>
		<category><![CDATA[Kaidah Mutazilah]]></category>
		<category><![CDATA[keadialan Illahi]]></category>
		<category><![CDATA[sebuah posisi diantara dua posisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sebelumnya kita lihat kaidah pokok ajaran mutazilah mengenai keadilan Illahi, sekarang kita lihat apa yang diajarkan dalam kaidah ketiganya, yaitu tentang Allah memberikan balasan. Semua orang sepakat tentang ini, tapi kenapa ketika kaum Mu&#8217;tazilah menetapkan ini sebagai akidah pokoknya kemudian lantas memancing persoalan baru bagi sebagian ulama lainnya? Mari kita lihat&#8230; Menurut kaum Mu&#8217;tazilah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=87&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Setelah sebelumnya kita lihat <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">kaidah pokok</a> ajaran <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">mutazilah</a> mengenai <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-illahi">keadilan Illahi</a>, sekarang kita lihat apa yang diajarkan dalam <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">kaidah ketiganya</a>, yaitu tentang Allah memberikan balasan.</p>
<div id="attachment_88" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/mutazilah-allah-memberikan-balasan"><img class="size-thumbnail wp-image-88" title="Allah-memberikan-balasan" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/04/allah-memberikan-balasan-150x150.jpg" alt="Memberikan" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Memberikan</p></div>
<p style="text-align:justify;">Semua orang sepakat tentang ini, tapi kenapa ketika kaum <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a> menetapkan ini sebagai <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">akidah pokoknya</a> kemudian lantas memancing persoalan baru bagi sebagian ulama lainnya?</p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita lihat&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut kaum <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a>, Allah itu <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">tidak mungkin untuk ingkar janji</a>, dan janji Allah menurut tafsir <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a> adalah pasti dan <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-illahi">tidak bisa di utak atik</a> lagi dengan apapun.<span id="more-87"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga dengan ancama-Nya, Allah <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">tidak mungkin menarik ancaman-Nya</a> atau Allah tidak mungkin gagal atau tidak jadi untuk melakukan eksekusi atas ancaman-Nya terhadap si pendosa.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu, semua ancaman yang ditujukan kepada pendosa seperti : pencuri, pendusta, mesum, membunuh, penipu, penindas  dan lain-lain pasti akan dieksekusi tanpa pandang bulu dan tidak mungkin batal dan gagal. Satu-satunya yang mampu membatalkan eksekusi adalah permohonan tobat dari sipelaku dosa. Dan permohonan itupun harus dilakukan sebelum sipelaku itu mati. Kalau tidak, <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-illahi">maka tidak mungkin terjadi pengampuan dari Allah</a> dan eksekusi pasti dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a> melakukan pengampunan sebelum permohonan tobat itu berarti pertanda kegagalan dalam melakukan ancaman <em>(wa&#8217;id), </em> dan jika itu terjadi maka <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">sama halnya Allah tidak menepati janji</a> <em>(khulf al wa&#8217;id)</em> , dan itu adalah mustahil bagi Allah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">Yang ke empat, Sebuah posisi diantara dua posisi</a></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah satu <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">istilah khusus</a> yang digunakan oleh kaum <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a> untuk merespon fenomena yang terjadi ditengah-tengah masyarakat pada masa pemerintahan Amirul Mukmini Ali bin Abi Thalib. Yakni ketika terjadi selisih paham antara kaum khawarij dan Murjiah menyangkut perkara kafir dan  mengkafirkan orang muslim yang kedapatan telah melakukan dosa besar <em>(fasik)</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi kaum khawarij, mereka yang <em>fasik</em> itu (para pendosa) bisa digolongkan kedalam orang-orang yang kufur, oleh karena itu mereka sama saja dengan orang kafir. Atau tegasnya, menurut kaum khawarij mereka itu adalah kafir.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, menurut kelompok murjiah, sepanjang imannya masih utuh walaupun seseorang telah melakukan kejahatan dan berdosa besar maka dia masih tetap dianggap orang muslim. Alasan kelompok ini sederhana saja, bahwa <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-illahi">urusan hati siapa pula yang tahu?</a> Dan iman adalah <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-illahi">urusan hati.</a> Jadi sepanjang hatinya masih beriman maka dia adalah tetap orang muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaum <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a> tampil ditengah-tengah mereka dengan <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">mengatakan</a> bahwa untuk perkara seperti itu maka <em>manzilah wal manziltain</em>- lah dia. Orang yang melakukan perbuatan dosa besar itu adalah <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-illahi">ada diantara dua posisi</a>, yakni antara kafir dan muslim. Orang yang melakukan perbuatan fasik itu bukanlah termasuk kedalam golongan kaum muslimin dan bukan pula termasuk kedalam golongan kafir, <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-illahi">mereka ada diantara dua posisi itu</a>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">Kelima, menganjurkan kebaikan dan mencegah kemungkaran</a></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana empat <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">akidah</a> sebelumnya, maka <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">akidah</a> Menganjurkan kebaikan dan mencegah kemungkaran <em>( Amar ma&#8217;ruf nahi munkar) </em>ini juga sebenarnya secara umum tidak ada masalah dengan <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">akidah</a> islam lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Cuma menjadi menarik karena <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a> memahaminya dengan cara yang sedemikian rupa yang kemudian menjadi ciri khas dari kaum <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">mu&#8217;tazilah</a> itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi kaum <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a>, bahwa yang namanya <em>Amar ma&#8217;ruf nahi munkar</em> adalah suatu semangat yang harus <a href="http://parapemikir.com/logika">disikapi dengan cara situasional</a>. Tidak bisa kita melakukan <em>Amar ma&#8217;ruf nahi munkar</em> tanpa melihat persyaratannya terlebih dahulu. <a href="http://parapemikir.com/logika">Harus jelas persoalannya.</a></p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya, kalau sebuah negara melakukan penganiayaan, memprakarsai perbuatan-perbuatan haram, semena-mena dan menindas masyarakat maka yang namanya <em>Amar ma&#8217;ruf nahi munkar </em> <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">hukumnya wajib</a> dan umat harus tampil untuk melakukan perlawanan bersenjata. Dalam hal konsep angkat senjata ini, nampaknya kaum <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a> mempunyai kemiripan dengan kaum khawarij.</p>
<p style="text-align:justify;">Bedanya adalah jika kaum khawarij mengangkat senjata tanpa <a href="http://parapemikir.com/logika">peduli situasi dan persyaratan</a> (main pukul rata) , maka kaum <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a> agaknya sedikit lebih menggunakan saringan dan persyarataan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=87&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/18/mutazilah-allah-memberikan-balasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/04/allah-memberikan-balasan-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Allah-memberikan-balasan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mutazilah-Keadilan Illahi</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/18/mutazilah-keadilan-ilahi/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/18/mutazilah-keadilan-ilahi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 09:15:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[TEOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan Ilahi menurut mu`tazilah]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan Illahi]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan Illahi menurut mutazilah]]></category>
		<category><![CDATA[Mutazilah keadilan Ilahi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama bahwa tidak ada diantara umat islam yang menentang dan mempersoalkan keadilan Ilahi dalam tataran substansi.  Kalaupun terjadi perbedaan dan perselisihan, ini biasanya terjadi hanya karena masalah tafsiran saja. Salah satu perbedaan tafsir yang terjadi tentang keadilan Ilahi adalah tafsir antara kaum Mu&#8217;tazilah dengan Asy&#8217;ariah. Kedua kelompok ini melihat perosalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=66&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama bahwa tidak ada diantara umat islam yang menentang dan mempersoalkan <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-Illahi">keadilan Ilahi</a> dalam tataran substansi.  Kalaupun terjadi perbedaan dan perselisihan, ini biasanya terjadi hanya karena masalah <a href="http://parapemikir.com/logika">tafsiran</a> saja.</p>
<div id="attachment_67" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-illahi"><img class="size-thumbnail wp-image-67" title="mutazilah-keadilan-ilahi" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/04/mutazilah-keadilan-ilahi-150x150.jpg" alt="mutazilah-keadilan-Illahi" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">mutazilah-keadilan-Illahi</p></div>
<p style="text-align:justify;">Salah satu perbedaan <a href="http://parapemikir.com/filsafat">tafsir</a> yang terjadi tentang <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-Illahi">keadilan Ilahi</a> adalah <a href="http://parapemikir.com/logika">tafsir</a> antara kaum <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a> dengan Asy&#8217;ariah. Kedua kelompok ini melihat perosalan ini sedemikian rupa, sehingga menimbulkan perselisihan yang sebenarnya tidak perlu dan patut untuk kita sesali bersama.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a>, mereka <a href="http://parapemikir.com/logika">percaya</a> bahwa pada hakikatnya ada tindakan atau perbuatan-perbuatan yang pada dasarnya adalah <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-Illahi">&#8216;adil&#8217;</a> dan sebaliknya, ada juga tindakan dan perbuatan-perbuatan yang pada dasarnya &#8216;tidak adil&#8217;.<span id="more-66"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh, kalau Allah memberikan pahala pada orang yang taat dan yang berbuat baik serta memberikan hukuman  kepada para pendosa, maka <a href="http://parapemikir.com/logika">tindakan Allah ini disebut adil</a>, dan <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">Allah memang Maha Adil.</a></p>
<p style="text-align:justify;">Dia (Allah) memberikan penghargaan terhadap yang taat dan menghukum terhadap yang bersalah, dan mustahil Allah akan melakukan hal yang sebaliknya. Memberikan pahala kepada yang berdosa (bersalah) dan menghukum yang taat, karena perbuatan sedemikian sungguh adalah suatu perbuatan yang tidak <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-Illahi">adil</a>, dan <a href="http://parapemikir.com/filsafat">Allah mustahil berbuat seperti itu.</a></p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga dengan contoh yang lain, misalnya <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">kehendak bebas</a>. Tidak mungkin Allah menciptakan makluk yang tidak mempunyai <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">kehendak bebas</a>, lalu kemudian menciptakan perbuatan dosa dengan tangan makhluk itu dan setelah itu menghukumnya. Itu adalah perbuatan tidak <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-Illahi">adi</a>l, Allah tidak mungkin dan <a href="http://parapemikir.com/logika">tidak pantas untuk melakukan tindakan yang seperti itu.</a></p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga penentangan mereka tentang <em>tauhid af&#8217;ali</em> (keesaan perbuatan)<em> </em>yang didengung-dengungkan oleh kelompok asy&#8217;ariah. Bagi <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a> yang jika kaum asy&#8217;ariah tetap bersikeras dengan pendapat mereka tentang <em>tauhid af&#8217;ali</em> maka <a href="http://parapemikir.com/logika">kontra argumennya</a> adalah : Jika memang betul <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">keesaan perbuatan</a>, maka berarti semua perbuatan-perbuatan manusia itu pada dasarnya <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">dilakukan oleh Allah</a>, dan kalau memang betul semuanya dilakukan oleh Allah termasuk segerobak perbuatan dosa itu adalah menjadi tanggung jawab Allah semata. <a href="http://parapemikir.com/filsafat">Kenapa pula Allah kemudian menghukum manusia atas perbuatan-Nya sendiri</a>, bukankah itu suatu tindakan yang tidak <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-Illahi">adil?</a> , Dia yang berbuat dosa, kok manusia yang dihukum. Mana mungkin Allah melakukan hal serupa itu, itu adalah suatu tindakan yang tidak <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-Illahi">adil</a> dan <a href="http://parapemikir.com/logika">tidak pantas untuk dilakukan oleh Allah</a>, karena Allah itu adalah Maha <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-Illahi">Adil</a>. Dan secara otomasi yang namanya <em>tauhid af&#8217;ali</em> itu sungguh sangat bertentangan dengan <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">akidah</a> <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-Illahi">keadilan Ilahi.</a></p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian dari itu, atas nama <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">akidah</a> <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-Illahi">keadilan Ilahi</a>, kaum <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">mu&#8217;tazilah</a> dengan gigihnya mempromosikan contoh-contoh yang lain dan yang lebih umum seperti sifat &#8216;keindahan&#8217; dan &#8216;keburukan&#8217;, &#8216;baik&#8217; dan &#8216;buruk&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut pandangan <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a>, bahwa pada dasarnya sifat-sifat itu ada pada perbuatan. Sifat jujur, ramah, murah senyum dan lagi tidak sombong misalnya, pada dasarnya adalah suatu sifat yang memang sudah dari sononya memiliki kualitas yang baik. Sedangkan sifat-sifat mudah cemberut, ngambekan, pembohong, munafik, tidak senonoh  dan juga porno pada dasarnya memang sudah merupakan suatu sifat yang ndak baik dan buruk pula. Karena itu maka bisa disimpulkan bahwa pada hakikatnya suatu perbuatan itu sebelum ada hukum atau penilaian Allah terhadapnya sekalipun, perbuatan-perbuatan semacam itu memang sudah dari &#8216;sono&#8217;nya memang telah menjadi sifatnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://parapemikir.com/logika">Konsekuensi logis</a> dari &#8216;pemikiran&#8217; tersebut adalah bahwa sesungguhnya <a href="http://parapemikir.com/logika">akal manusia</a>, setidak-tidaknya sebagian akan <a href="http://parapemikir.com/logika">mampu untuk membedakan sebelah mana yang baik dan sebelah mana pula yang buruk</a> tanpa perlu harus selalu mengacu kepada syariat (hukum) .</p>
<p style="text-align:justify;">Rentetan dari pemikiran ini berlanjut kepada pertentangan yang sengit ke ranah teologi lainnya, misalnya : apakah Allah menciptakan suatu eksistensi itu mempunyai maksud dan tujuan atau tidak. Kaum <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a> mengklaim kalau Allah menciptakannya tanpa maksud dan tujuan, maka sungguh itu adalah suatu perbuatan yang meng-ada-ada <em>(qabih)</em> dan karena itu <a href="http://parapemikir.com/logika">mustahil menurut akal yang sehat.</a></p>
<p style="text-align:justify;">Juga perkara yang lain, mungkinkah Allah akan memberikan tugas kepada manusia yang mana tugas tersebut sesungguhnya berada diluar batas kemampuan manusia untuk memenuhinya? Menurut <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a> , ini juga termasuk hal yang <em>qabih</em>, meng-ada-ada dan mustahil. Persoalan yang aneh seperti itu <a href="http://parapemikir.com/logika">tidak masuk akal</a>. <a href="http://parapemikir.com/filsafat">Tidak mungkin Allah memberikan suatu tugas semacam itu kepada  manusia.</a></p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya, apakah dalam <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">persoalan keimanan</a> seseorang bisa atau mampu merubah <a href="http://parapemikir.com/filsafat">pemikiranannya</a> sendiri dari tadinya seorang kafir menjadi muslim? Atau sebaliknya apakah  seseorang bisa atau mampu merubah <a href="http://parapemikir.com/filsafat">pemikiranannya</a> sendiri dari tadinya seorang preman kemudian berubah menjadi ustadz? Jawaban-nya jelas dan pasti, BISA!</p>
<p style="text-align:justify;">Karena jika seseorang tidak mampu untuk melakukan hal tersebut, maka tidak <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-Illahi">adil</a> kalau Allah menghukum orang atas perbuatan jahatnya sementara orang itu sendiri tidak mempunyai kemampuan untuk merubah situasinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=66&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/18/mutazilah-keadilan-ilahi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/04/mutazilah-keadilan-ilahi-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mutazilah-keadilan-ilahi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kaidah Mutazilah</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/15/kaidah-mutazilah/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/15/kaidah-mutazilah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 12:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[TEOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[5 kaidah mutazilah]]></category>
		<category><![CDATA[Kaidah Mutazilah]]></category>
		<category><![CDATA[kaidah-kaidah mutazilah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita perhatikan sekilas tentang apa saja yang dijadikan kaum Mu&#8217;tazilah sebagai akidah pokoknya, nampaknya tidak ada yang aneh dan istimewa disana, bahkan poin nomor satu dan dua disepakati secara umum oleh banyak ulama sebagai dasar akidah islam itu sendiri. Tetapi kenapa pemikiran mereka ini bagi sebagian tokoh islam lainnya malahan dianggap sebagai sebuah pemikiran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=42&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau kita perhatikan sekilas tentang apa saja yang dijadikan kaum <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a> sebagai <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">akidah pokoknya</a>, nampaknya tidak ada yang aneh dan istimewa disana, bahkan poin nomor satu dan dua disepakati secara umum oleh banyak ulama sebagai dasar akidah islam itu sendiri.</p>
<div id="attachment_43" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah"><img class="size-thumbnail wp-image-43" title="kaidah-mutazilah" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/04/kaidah-mutazilah-150x150.jpg" alt="Kaidah pokok mutazilah" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Kaidah pokok mutazilah</p></div>
<p style="text-align:justify;">Tetapi kenapa <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">pemikiran mereka ini</a> bagi sebagian tokoh islam lainnya malahan dianggap sebagai <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">sebuah pemikiran</a> yang  &#8216;berbahaya&#8217; ?</p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita lihat 5 kaidah pokok yang dijadikan pedoman oleh <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">kaum mutazilah</a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">1. Akidah Tauhid</a></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum ke <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">pokok persoalan</a>, kita tidak boleh lupa bahwa yang namanya tauhid itu memiliki beberapa jenis dan tingkatan, yaitu  : <em>tauhid zati</em> (keesaan zat), <em>tauhid sifati</em> (keesaan sifat), <em>tauhid af&#8217;ali</em> (keesaan perbuatan) dan tauhid <em>ibadi</em> (keesaan ibadah).<span id="more-42"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tauhid zati :</em> Artinya adalah bahwa zat Allah adalah satu dan tidak terpisah. Tak ada tandingannya. Semua eksistensi yang lainnya adalah merupakan ciptaan-Nya dan eksistensinya jauh dibawah-Nya. Tidak ada satu eksistensipun yang pantas untuk diperbandingkan dengan-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tauhid Sifati : </em> Artinya adalah bahwa sifat-sifat Allah seperti Maha Mengetahui, Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Adil dan seterusnya itu bukanlah merupakan eksistensi-eksistensi yang  terpisah dari zat Allah. Sifat-sifat tersebut identik dengan-Nya, dalam pengertian yang lain bahwa sifat-sifat Tuhan itu adalah sedemikian rupa sehingga sifat-sifat-Nya merupakan realitas zat Allah sendiri, atau dengan kata lain bahwa manifestasi Tuhan itu adalah sifat-sifat ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tauhid af&#8217;ali : </em>Artinya bahwa semua perbuatan-perbuatan (termasuk perbuatan mansusia,red) ada karena kehendak Alllah, dan sedikit banyak dikehendaki oleh zat suci-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tauhid ibadi : </em> Artinya adalah bahwa selain Allah tak ada yang patut untuk disembah dan tak ada yang patut untuk diberi dedikasi. Menyembah atau beribadah kepada siapa atau kepada apa saja selain kepada Allah adalah <em>syirik </em>, dan orang yang melakukan hal seperti itu dianggap telah keluar dari tauhid islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita perhatikan sekilas, dari ke empat jenis tauhid tersebut, tiga yang pertama adalah berhubungan dengan Allah sedangkan yang terakhir (<em>tauhid ibadi) </em> adalah berhubungan dengan makhluk.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi secara prinsip tidaklah demikian adanya,  pernyataan &#8216;<em>La ilaaha ilallah&#8217;</em> adalah sebuah pernyataan yang meliputi semua aspek tauhid, termasuk didalamnya adalah aspek <em>tauhid ibadi</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian, dari keempat tauhid tersebut, <em>tauhid zati </em>dan<em> tauhid ibadi </em>merupakan bagian utama dari akidah-akidah utama Islam. Siapapun yang mempersoalkan dan menentang kedua tauhid tersebut maka dia dianggap sudah keluar dari area Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang kembali ke <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a>, bagi <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah</a>, yang disebut tauhid itu adalah <em>tauhid sifati</em>, bukan <em>tauhid zati</em> dan <em>tauhid ibadi </em>seperti yang sudah disepakati kebanyakan orang. Bahkan juga bukan <em>tauhid af&#8217;ali </em>sebagaimana tauhid yang dipahami oleh kaum asy&#8217;ariah.</p>
<p>Bersambung ke kaidah ke 2,  <a href="http://parapemikir.com/mutazilah-keadilan-Illahi">keadilan Ilahi</a></p>
<p><strong></strong> Artilel lain : &gt; <a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mutazilah</a>, <a href="http://parapemikir.com/filsafat">Filsafat</a>, <a href="http://parapemikir.com/arti-filsafat">Arti Filsafat</a>, <a href="http://parapemikir.com/ilmu">Ilmu dan Pengetahuan</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=42&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/15/kaidah-mutazilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/04/kaidah-mutazilah-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kaidah-mutazilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mutazilah</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/15/mutazilah/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/15/mutazilah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 06:33:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[TEOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[aliran mutazilah]]></category>
		<category><![CDATA[Mutazilah]]></category>
		<category><![CDATA[teologi mutazilah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Persoalan dokrin atau akidah (tentang keyakinan hati) menjadi bahasan penting ketika ada diantara sekelompok orang yang mempersoalkan, apakah orang-orang fasik itu masih dianggap muslim (beriman) atau sudah jadi kafir karena kekufurannya? Dan mengenai manusia, apakah manusia sesungguhnya mempunyai kehendak bebas atau apakah semua perbuatan manusia itu sudah &#8220;disetir&#8221; oleh Tuhan. Manusia itu bisa memilih nasibnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=36&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Persoalan <a href="http://parapemikir.com/ilmu">dokrin</a> atau <em><a href="http://parapemikir.com/ilmu">akidah</a></em> (tentang keyakinan hati) menjadi bahasan penting ketika ada diantara sekelompok orang yang mempersoalkan, apakah orang-orang fasik itu masih dianggap muslim (beriman) atau sudah jadi kafir karena kekufurannya?</p>
<div id="attachment_37" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/mutazilah"><img class="size-thumbnail wp-image-37" title="mutazilah" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/04/mutazilah-150x150.jpg" alt="mu`tazilah" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">mu`tazilah</p></div>
<p style="text-align:justify;">Dan mengenai manusia, apakah manusia sesungguhnya <a href="http://parapemikir.com/ilmu">mempunyai kehendak</a> <a href="http://parapemikir.com/filsafat">bebas</a> atau <a href="http://parapemikir.com/ilmu">apakah semua perbuatan</a> manusia itu sudah &#8220;disetir&#8221; oleh Tuhan. Manusia itu bisa memilih nasibnya sendiri atau <a href="http://parapemikir.com/filsafat">semuanya</a> sudah &#8216;diatur&#8217; oleh Tuhan?  Kenapa di al-quran ada ayat yang bilang bahwa manusia itu bebas untuk memilih dan berkehendak dan diayat lain-nya lagi mengatakan tidak <a href="http://parapemikir.com/filsafat">bebas?</a><span id="more-36"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Apakah isi al-quran itu memang bertentangan satu sama lain?</p>
<p style="text-align:justify;">Aneka pendapat dan persoalan mulai muncul kepermukaan untuk menjawab pertanyaan dan persolan tersebut.  Berbagai pendapat dan perselisihan-pun  mulai terjadi sejak jaman pemerintahan Amirulmukminin Ali bin Abi Thalib.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Mu&#8217;tazilah </a></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu kelompok yang paling menonjol dalam jawab-menjawab persoalan kehendak <a href="http://parapemikir.com/filsafat">bebas</a> tersebut adalah kelompok Mu&#8217;tazilah. Kelompok ini pernah sangat disegani pendapat-pendapatnya, terutama ketika masa pemerintahan ada ditangan Al-Ma&#8217;mun (813-833M), Al-Mu&#8217;tasim (833-842) dan Al-Watsiq (842-847M).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://parapemikir.com/mutazilah">Dokrin Mu&#8217;tazilah</a></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya banyak sekali pendapat dan pandangan Mu&#8217;tazilah yang berkembang diluar pertanyaan-pertanyaan yang pernah diajukan dimasa itu, mereka bahkan mulai merambah ke banyak persoalan penting lainnya seperti : <a href="http://parapemikir.com/ilmu">persoalan sosial</a>, <a href="http://parapemikir.com/ilmu">antropologi</a>, <a href="http://parapemikir.com/ilmu">fisika</a> dan bahkan <a href="http://parapemikir.com/filsafat">filsafat</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut mereka, semua persoalan ajaran agama yang diajukan tersebut tidak akan mudah bisa dipahami jika tidak <a href="http://parapemikir.com/ilmu">meneliti</a> atau <a href="http://parapemikir.com/ilmu">mengkaji</a> persoalan-persoalan lainnya yang masih terkait satu sama lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan dari sekian banyak persoalan yang menjadi perhatian mereka itu, nampaknya ada lima dokrin utama ( sebagaimana yang mereka akui sendiri ) yang menjadi ajaran atau prinsip utama mereka, yaitu :</p>
<ol style="text-align:justify;" type="1">
<li>Tauhid    
<ul type="disc">
<li>Tidak adanya pluralitas dan sifat.</li>
</ul>
</li>
<li>Keadilan Ilahi
<ul type="disc">
<li>Allah itu maha adil, maka dia tidak akan menindas makhluk-makhluknya.</li>
</ul>
</li>
<li>Allah memberi balasan <em>(Al wa&#8217;d wal wa&#8217;id)</em>
<ul type="disc">
<li>Allah memberikan pahala bagi yang taat dan memberikan hukuman bagi yang durhaka, dan tak ada yang samar dalam persoalan ini. Karena itu Allah akan memberikan ampunan-Nya jika sipendosa bertobat, tak mungkin ada ampunan tanpa bertobat.</li>
</ul>
</li>
<li>Sebuah posisi diantara dua posisi <em>(Manzilah wal manzilatain).</em>
<ul type="disc">
<li>Orang fasik itu bukanlah orang beriman (mukmin), juga bukan orang kafir. Fasik merukan posisi antara orang beriman dan kafir.</li>
</ul>
</li>
<li>Menganjurkan kebaikan dan mencegah kemungkaran <em>( Amar ma&#8217;ruf nahi munkar)</em></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Pandangan Mu&#8217;tazilah mengenai kewajiban islam ini, <em>pertama</em> adalah bahwa syariat bukanlah satu-satunya jalan untuk mengidentifikasi apakah sesuatu itu baik atau buruk, yang mana yang amar dan yang mana yang munkar. Akal manusia, setidak-tidaknya sebagian dapat mengidentifikasi sendiri yang manakah yang baik dan mana yang buruk, serta yang sebelah mana yang ma&#8217;ruf dan sebelah mananya yang munkar.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kedua </em>kewajiban ini dapat dikerjakan atau ditunaikan oleh siapa saja tanpa memerlukan <em>imam.</em> Tugas <em>imam, </em>atau <em>imam </em> hanya diperlukan dalam mengelola persoalan-persoalan yang berhubungan dengan kenegaraan dan pemerintahan, seperti mengimplementasikan hukum yang sudah ditentukan, mengatur batas-batasan suatu negara dan lain-lain yang terkait dengan pemerintahan islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Bersambung ke <a href="http://parapemikir.com/kaidah-mutazilah">Kaidah Mutazilah</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=36&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/04/15/mutazilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/04/mutazilah-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mutazilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
