<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Blog &#187; Tradisi Ilmiah</title>
	<atom:link href="http://parapemikir.wordpress.com/category/tradisi-ilmiah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://parapemikir.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Nov 2011 06:14:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='parapemikir.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Blog &#187; Tradisi Ilmiah</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://parapemikir.wordpress.com/osd.xml" title="My Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://parapemikir.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Peradaban Islam</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/07/21/peradaban-islam/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/07/21/peradaban-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 09:19:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tradisi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Ali Ibnu Sina]]></category>
		<category><![CDATA[Avicenna]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Sina]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Peradaban Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Ilmiah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Peradaban Islam,  apa dan bagaimanakah tradisi peradaban Islam dimasa yang lalu? Pertanyaan ini sekilas sepertinya hanya ingin bernoltalgia tentang sesuatu yang sudah tidak pada tempatnya. Dikatakan sudah tidak pada tempatkan karena sebagian besar orang-orang jaman sekarang menganggap kaitan dan atau mengkaitkan segala sesuatu kepada agama adalah sebuah pertanda kemunduran sebagaimana yang dikatakan oleh August Comte, bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=435&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_436" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/peradaban-islam.html"><img class="size-thumbnail wp-image-436" title="peradaban-islam" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/07/peradaban-islam-150x150.jpg" alt="tradisi ilmiah" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">tradisi ilmiah</p></div>
<p style="text-align:justify;"><strong>Peradaban Islam,</strong>  apa dan bagaimanakah tradisi peradaban Islam dimasa yang lalu? Pertanyaan ini sekilas sepertinya hanya ingin bernoltalgia tentang sesuatu yang sudah tidak pada tempatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dikatakan sudah tidak pada tempatkan karena sebagian besar orang-orang jaman sekarang menganggap kaitan dan atau mengkaitkan segala sesuatu kepada agama adalah sebuah pertanda kemunduran sebagaimana yang dikatakan oleh <a href="http://parapemikir.com/filsafat-dan-sains.html">August Comte</a>, bahwa agama adalah tahap pertama setelah orang agak maju maka mulailah manusia bisa meningkat kepada <a href="http://parapemikir.com/filsafat.html">filsafat</a> ditahap kedua.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-435"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Agama dan filsafat sudah usang, orang-orang yang masih sibuk bernoltalgia dengan agama dan berfilsafat maka dia akan terlindas oleh kemajuan jaman, ini musti disadari karena untuk bisa mendapatkan tempat dijaman secanggih sekarang orang-orang harus mau naik ketingkat berikutnya, yaitu tingkat ketiga yang bernama tingkat emphiris.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita sudah mendengar apa yang dikatakan <a href="http://parapemikir.com/filsafat-dan-sains.html">Comte</a> dan orang orang yang sepandangan dan atau yang mendukungnya dan untuk menjawabnya nanti akan kita siapkan waktu dan tempat khusus untuk itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kesempatan ini kita tidak kan menjawab <a href="http://parapemikir.com/filsafat-dan-sains.html">Comte</a> secara langsung  melainkan kita  akan mengurutkan pembicaraan tentang apa itu yang disebut ilmiah dan apapula itu yang disebut dengan sebuah kemajuan (<em>peradaban</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh sebuah peradaban akan selalu  menghasilkan kemajuan di semua sektor. Kemajuan <strong>peradaban islam </strong> juga telah memajukan beberapa sektor kehidupan untuk seluruh umat manusia, termasuk didalamnya adalah sektor ekonomi, politik, etika, fisika, astronomi bahkan sampai kepada kehidupan spiritual.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Awal Peradaban Islam</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada masa kilafah Bani Abbasiyah ,khususnya zaman khalifah al-Mansur dan al-Makmun,berbagai aktivitas sudah banyak dilakukan untuk menyiapkan dan menerjemahkan berbagai karya ilmiah . Pada akhir abad ke-10 telah banyak karya penting yang berhasil diselesaikan . Para penerjemah berasal dari berbagai etnik, seperti Naubakht dari Persia, Muhammad bin al-Fazari dari Arab, dan <a href="http://parapemikir.com/logika.html">Hunain bin Ishaq</a> yang dulunya adalah seorang penganut Kristen Nestorian dari Hirah.</p>
<p style="text-align:justify;">Para Ilmuan Muslim seringkali menerima kesimpulan ilmiah dari pihak lain, kemudian mengujinya dengan melakukan verifikasi. Namun tidak jarang pula mereka melakukan observasi dan eksperimen terhadap masalah-masalah baru hingga menghasilkan penemuan baru. Para ilmuan Muslim biasa menggunakan pendekatan praktis bagi permasalahan ilmiah yang memuat pemikiran-pemikiran abstrak.</p>
<p style="text-align:justify;">Para ilmuan Muslim sudah mengenal aspek fisik (kualitatif) maupun aspek matematis (kuantitatif) dari suatu ilmu <a href="http://parapemikir.com/pengetahuan.html">pengetahuan</a>. Mereka melakukan penelitian terhadap aspek kualitatif maupun kuanttitatif dari berbagai problem ilmiah. Sebagai contoh, Ibnu Khurdadhbeh menghitung derajat lintang dan busur berbagai tempat. Sementara itu, al-Biruni menghitung gaya tarik sejumlah zat kimia.</p>
<p style="text-align:justify;">Eksperimen-eksperimen ilmiah dalam bidang kimia, fisika, dan farmasi dilakukan dilaboratorium; sedangkan penelitian dalam bidang patologi dan pembedahan dilakukan dirumah sakit- rumah sakit. Sejumlah observatorium juga dibangun dibeberapa lokasi, seperti di Damaskus, Baghdad, Naisabur, untuk melakukan pengamatan astronomi.</p>
<p style="text-align:justify;">Persiapan bedah mayat juga dilakukan dalam rangka praktik pengajaran anatomi. Khalifah al-Mu`tashim pernah mengirimkan kera untuk dijadikan peraga dalam kegiatan ini. Demonstrasi operasi pembedahan bagi para mahasiswa diberikan dirumah sakit-rumah sakit.</p>
<p style="text-align:justify;">Tingkat melek huruf di kalangan kaum Muslim mencapai level tertinggi pada abad 11 dan 12 M. Tingginya semangat keilmuan pada masa itu diindikasikan dengan karya optic Shihab al-Din al-Qirafi,seorang ulama fikih dan juga hakim di Kairo yang menangani 50 macam masalah penglihatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam naungan hukum Islam, Para ilmuwan tidak hanya memberikan kontribusi demi kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengaplikasikan penemuan ilmiahnya dalam bentuk inovasi teknologi. Mereka mengamati bintang-bintang ,kemudian menyusun peta bintang untuk keperluan navigasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Yunus misalnya memanfaatkan pendulum untuk menentukan ukuran waktu. <strong>Ibnu Sina</strong> menggunakan termometer udara untuk mengetahui temperature udara.</p>
<p style="text-align:justify;">Para ilmuan Muslim menjadikan Aljabar sebagai cabang dari ilmu Matematika. Istilah Aljabar berasal dari bahasa Arab yaitu Jabr. Para cendikiawan Muslim juga mengembangkan ilmu trigonometri serta mengaplikasikannya dalam ilmu astronomi, karena astrologi yaitu keyakinan bahwa posisi bintang sangat berpengaruh terhadap nasib manusia merupakan “ bid`ah” menurut islam. Maka astronomi berkembang menjadi ilmu murni, setelah dibersihkan dari kepercayaan takhyul.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbagai kata atau istilah Arab yang banyak digunakan dalam bahasa Eropa menjadi monument hidup atau bukti nyata kontribusi kaum Muslim pada scient modern. Disamping itu sejumlah besar buku diberbagai perpustakaan di Asia dan Eropa, museum-musium diberbagai negeri , serta Masjid dan istana yang dibangun berabad-abad silam juga merupakan bukti adanya fenomena penting ini dalam sejarah dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa contoh khazanah ilmu pengetahuan yang berasal dari bahasa arab adalah <em>ciphecipher </em>atau didalam istilah perancis disebut <em>chiffre</em> , yang sebenarnya berasal dari kata <em>sifr</em> (Arab) yang berarti kosong atau nol. Kata <em>alkali</em> dalam bidang kimia untuk menyebut zat tertentu yang menghasilkan garam bila dicampur dengan suatu jenis asam ,juga berasal dari bahasa arab yakni <em>al-qali, </em>Istilah dan <em>squadron</em> atau dalam bahasa Prancisnya <em>escadre</em> yang mempunyai arti sebuah kesatuan didalam ketentaraan juga berasal dari kata <strong><em>askariyah</em></strong> yang memiliki makna serupa. Juga istilah <em>admiral</em> berasal dari kata <em>amir al-bahr</em> dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam proses penerjemahan, banyak nama ilmuwan Muslim yang mengalami perubahan , sehingga membuat para pembaca mengira bahwa mereka adalah orang-arang non-Muslim dari Eropa. Beberapa nama diantaranya adalah Abul Qasim al-Zahrawi (Albucasis) , Muhammad ibnu Jabir ibnu sinan al-Battani (Albetinius) , dan Abu `Ali ibnu Sina ( Avicenna).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/435/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=435&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/07/21/peradaban-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/07/peradaban-islam-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peradaban-islam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tradisi Ilmiah Islam-Matematika</title>
		<link>http://parapemikir.wordpress.com/2009/07/20/tradisi-ilmiah-islam-matematika/</link>
		<comments>http://parapemikir.wordpress.com/2009/07/20/tradisi-ilmiah-islam-matematika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 06:08:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aksesb01</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tradisi Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[al-jabr]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Khuwarijmi]]></category>
		<category><![CDATA[algebra]]></category>
		<category><![CDATA[Algoritma]]></category>
		<category><![CDATA[Aljabar]]></category>
		<category><![CDATA[Angka Nol]]></category>
		<category><![CDATA[Angka-Angka Arab]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Menghitung persamaan akar kuadrat]]></category>
		<category><![CDATA[Persamaan pangkat tiga]]></category>
		<category><![CDATA[sferis dan analitis]]></category>
		<category><![CDATA[Tabel Sinus dan Cosinus]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Ilmiah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Trigonometri bidang datar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parapemikir.com/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[Tradisi Ilmiah bisa kita temui dihampir semua peradaban sepanjang sejarah umat manusia. Salah satu tradisi ilmiah yang menjadi catatan sejarah adalah tradisi ilmiah Islam. Dalam kesempatan ini kita akan membuka catatan sejarah bagaimana tradisi ilmiah pernah tumbuh subur dikalangan umat Islam, bagaimana ilmuwan-ilmuwan muslim terdahulu mengkaji dan menggali pengetahuan. Salah satu prestasi ilmuwan Islam yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=442&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_443" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://parapemikir.com/tradisi-ilmiah-islam-matematika.html"><img class="size-thumbnail wp-image-443" title="matematika" src="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/07/matematika-150x150.jpg" alt="matematik" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">matematik</p></div>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tradisi Ilmiah</strong> bisa kita temui dihampir semua peradaban sepanjang sejarah umat manusia. Salah satu tradisi ilmiah yang menjadi catatan sejarah adalah <a href="http://parapemikir.com/peradaban-islam.html">tradisi ilmiah Islam.</a> Dalam kesempatan ini kita akan membuka catatan sejarah bagaimana tradisi ilmiah pernah tumbuh subur dikalangan umat Islam, bagaimana ilmuwan-ilmuwan muslim terdahulu mengkaji dan menggali pengetahuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu prestasi ilmuwan Islam yang tidak bisa kita lupakan adalah bagaimana mereka menemukan :</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-442"></span></p>
<p style="text-align:justify;">&gt;&gt; Angka Nol<br />
&gt;&gt; Angka-Angka Arab<br />
&gt;&gt; Algoritma<br />
&gt;&gt; Aljabar<br />
&gt;&gt; Trigonometri bidang datar, sferis, dan analitis<br />
&gt;&gt; Menghitung persamaan akar kuadrat<br />
&gt;&gt; Tabel Sinus dan Cosinus<br />
&gt;&gt; Persamaan pangkat tiga<br />
&gt;&gt; Karya Banu Musa dalam ilmu geometri</p>
<p style="text-align:justify;">Prestasi ilmuwan muslim dalam bidang matematika ternyata sangat luar biasa. Prestasi yang paling menonjol bisa kita lihat pada masa pemerintahan <a href="http://parapemikir.com/peradaban-islam.html">Khalifah Al-Mansur</a>, yaitu Kalifah kedua dari Banu Abbasiyah di abad ke-8 Masehi. Selama periode ini, Karya ilmiah dalam bidang matematika dikatakan hanya dihasilkan oleh kalangan Muslim. Dikhabarkan jikapun ada non-muslim yang membuat karya ilmiah dibidang matematika, maka mereka menuliskannya dengan bahasa arab.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaum Muslim biasa menuliskan penjumlahan dalam bentuk angka-angka termasuk angka nol bukan dalam bentuk huruf atau kata-kata seperti lazimnya pada masa itu. Dengan demikian mereka membuat perhitungan aritmatika menjadi sederhana dan mudah diaplikasikan pada berbagai masalah sehari-hari, seperti dalam perdagangan dan bisnis. Angka nol mempunyai peran yang sangat penting dalam aritmetika. Tanpa angka nol tidak mungkin kita bisa menuliskan bilangan seperti sepuluh, seratus, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang Barat belajar menggunakan angka-angka dari Arab, dan kemudian menyebutnya sebagai angka Arab. Penyebaran angka Arab pada masyarakat<br />
Kristen Eropa sangat lambat. Para pakar matematika Kristen biasa menggunakan angka Romawi kuno dan sempoa, atau menggunakan angka Arab dengan system bilangan yang mereka miliki. Baru pada abad ke-12, setelah belajar dari kaum Mulim, para ilmuan Barat mampu menghasilkan beberapa tulisan tentang system bilangan tanpa kolom dan mencantumkan angka nol.</p>
<p style="text-align:justify;">Sistem bilangan ini disebut algoritma (atau algorisme) yang merupakan istilah latin dari Al-Khuwarijmi yaitu seorang pakar matematika, astronomi  dan geografi Muslim yang sangat terkenal pada masa <a href="http://parapemikir.com/peradaban-islam.html">Khalifah al-Makmun </a>di abad ke-9 M. Nama lengkap beliau adalah Abu abd Allah Muhammad bin Musa al-Khuwarizmi (meninggal tahun 850 M). Pengaruh beliau dalam bidang matematika jauh lebih besar dari para ilmuwan lain pada masa itu. Beliau menulis ensiklopedi tentang aritmetika, geometri, musik, dan astronomi.</p>
<p style="text-align:justify;">Atas upaya kaum Muslim pula aljabar (Algebra) menjadi bagian dari ilmu pasti. Al-khawarizmi menulis buku yang membahas bidang ilmu ini dengan judul “Kitab al-Jabr wa al-muqabalah” (buku tentang pengembalian dan pembandingan ).</p>
<p style="text-align:justify;">Kata <em>‘Jabr’</em> artinya adalah pengembalian, maksudnya adalah menambahkan sesuatu pada sebuah penjumlahan atau perkalian sehingga menjadi sebanding dengan nilai tertentu. Kata ‘Muqabalah’ berarti perbandingan yang di aplikasikan untuk membandingkan dua sisi dari sebuah persamaan semisal A + B = C.</p>
<p style="text-align:justify;">Istilah <em><strong>al-Jabr</strong></em> (aljabar) pada awalnya digunakan pada operasi yang sederhana seperti penjumlahan atau perkalian , tetapi selanjutnya digunakan dalam permasalahan yang lebih rumit. Selain aljabar, kaum Muslim juga menemukan geometri analitik serta trigonometri bidang datar dan sferis.</p>
<p style="text-align:justify;">Alhajjaj ibnu Yusuf, yang sangat terkenal antara tahun 786 M-833 M di Baghdad adalah orang pertama yang menguraikan dasar-dasar teori euclides-pakar ilmu ukur yunani-kedalam bahasa Arab. Karyanya itu diterjemahkan sebanyak dua kali, yaitu pada masa khalifah Harun ar-Rasyid dan pada masa putranya , khalifah al-Makmun.</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Sa’id al-Darir al-Jurfani (meninggal 845 M), adalah seorang Muslim pakar Astronomi dan matematika. Beliau menulis tentang diskursus mengenai masalah-masalah geometri.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhir abad ke-10 M, ilmu matematika semakin berkembang dengan munculnya Abu Kamil, Yang merupakan salah satu pakar matematika terkemuka dimasa itu. Beliau menyempurnakan teori aljabar karya al-Khawarizmi, dengan menghitung dan menyusun persamaan akar kuadrat.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia melakukan studi khusus tentang <em>pentagon</em> (bidang segi lima) dan <em>decagon</em> (bidang segi sepuluh) dengan menggunakan teori-teori aljabar, menjelaskan teori perkalian dan pembagian persamaan aljabar, menyusun sistem persamaan hingga memuat lima variable yang tidak diketahui. Karyanya itu dipelajari secara intensif dan banyak digunakan oleh al-Karkhi dan Leonardo dari Pisa.</p>
<p style="text-align:justify;">Kontribusi Abul Wafa terhadap perkembangan <em>trigonometri</em> juga luar biasa. Beliau adalah ilmuwan yang pertamakali menunjukkan generalitas teorema sinus dalam bangun segitiga. Beliau mengajukan suatu metode baru untuk membuat table sinus dan menghitung nilai sinus dan menghtung nilal sinus 30 derajat hingga delapan angka decimal.</p>
<p style="text-align:justify;">Umar ibn Ibrahim al-Khayyam, merupakan salah satu pakar matematika dan astronomi Muslim terbesar abad pertengahan. Bila al-Khawarizmi hanya membahas persamaan kuadrat, maka al-Khayyam banyak mendiskusikan persamaan pangkat tiga. Beliau membuat klasifikasi yang sangat menarik tentang berbagai persamaan berdasarkan kompleksitasnya, yaitu jumlah faktor berbeda yang terkandung dalam persamaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, Banu Musa atau keluarga Musa menulis serangkaian studi yang sangat penting. Salah satu topik yang disusun oleh Muhammad ibn Musa membahas tentang ukuran ruang, pembagian sudut dan perhitungan  proporsional untuk membentuk suatu pembagian tunggal antara dua nilai tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Minat beliau tidak terbatas hanya pad geometri. Beliau juga menulis tentang mekanika ruang angkasa, atom, asal usul bumi,dan sebuah esai tentang teori Ptolomeus tentang alam semesta.</p>
<p style="text-align:justify;">Al-Hasan melakukan studi mengenai sifat-sifat geometris dari elips. Al-Hasan barangkali merupakan pakar geometri yang paling berbakat pada masa itu. Ia menerjemahkan enam buku pertama tentang dasar-dasar teori Euclides, namun tidak menyelesaikan buku-buku berikutnya karena sudah mampu menyusun karya ilmiah berdasarkan teori-teori sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Pakar matematika dan geometri lainnya adalah al-Hasan al-Marakashi, yang terkenal hingga tahun 1262 M. Ia menulis berbagai karya ilmiah tentang astronomi, yang kemudian diwujudkan secara praktis dalam berbagai instrument astronomi dan metodenya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada pula Abdul Abbas Ahmad ibn Muhammad ibn Utsman al-Azdi, seorang ilmuwan Muslim yang sanat popular, yang menullis 74 karya ilmiah tentang matematka dan astronomi. Salah satu bukunyayang berjudul “Talkhis amal al-Hisab” (Ringkasan Operasi Aritmetika) telah dipelajari paling tidak selama 2 abad.</p>
<p style="text-align:justify;">Buku itu sangat dikagumi oleh <a href="http://parapemikir.com/filsafat.html">Ibnu Khaldun</a>, dan diterjemahkan dalam bahasa Prancis diterbitkan pada tahun 1864 M.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parapemikir.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parapemikir.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parapemikir.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parapemikir.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parapemikir.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parapemikir.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parapemikir.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parapemikir.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parapemikir.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parapemikir.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parapemikir.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parapemikir.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parapemikir.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parapemikir.wordpress.com/442/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parapemikir.wordpress.com&#038;blog=8959315&#038;post=442&#038;subd=parapemikir&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parapemikir.wordpress.com/2009/07/20/tradisi-ilmiah-islam-matematika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/937a324ba87642b2af63ec361902dc3b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aksesb01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://parapemikir.com/wp-content/uploads/2009/07/matematika-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">matematika</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
