Lama dan Baru

May 2, 2009 at 1:49 am | Posted in FILSAFAT | Leave a comment
Tags: , , , , ,

Apakah manusia adalah sesuatu yang baru? Apakah bumi ini adalah sesuatu yang baru? Apakah kehidupan adalah sesuatu yang baru? Atau apakah kesemua-annya itu adalah barang lama? Atau ‘stok lama’ barang baru? 

Manusia Baru?

Manusia Baru?

Sederet pertanyaan serupa diatas sering membikin para cerdik pandai dan tokoh ulama ‘tengkar’ dan saling menghujat karena sering diakhir cerita kedua kelompok saling ‘mempertahankan’ Tuhan dengan kesungguhannya dalam pemahaman masing-masing.

Perkara ini beda dengan ‘sindiran’ Gus Dur yang  mengatakan ‘Tuhan kok dibela-bela, Tuhan tidak membutuhkan pembelaan dari makhluknya’ .

Dimana bedanya?

Sindiran Gus Dur itu ditujukan kepada orang-orang yang hobbinya ribut/tengkar ketimbang mencari solusi, dan perseteruan di kalangan cerdik pandai (filsuf) dengan tokoh ulama (teologis) ditujukan kepada kebenaran akan fakta yang dibuktikan dengan argumen rasional.

Kita lihat apa yang dikatakan oleh para ulama (Mutakallimin) tentang alam di sekeliling kita. Menurut para ulama besar tempoe doeloe bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah barang baru, termasuk manusia, bumi, planet, bintang , peyek, bakwan, ikan, setan, malaikat dan lain-lain. Semua hal mulai dari yang receh sampai dengan yang terbesar seperti langit dan bumi beserta isinya adalah sesuatu yang baru…

Pendapat ini disodorkan sebagai argumen rasional dengan memberikan contoh-contoh yang paling sederhana sampai kepada contoh yang kompleks. Contoh sederhana misalnya, manusia.

Manusia adalah barang baru karena dulu sebelum bermilyar-milyar tahun yang lalu manusia tidak/belum ada. Dari tidak ada menjadi ada disebut sebagai sesuatu yang baru. Mobil adalah sesuatu yang baru, karena pada jaman romawi belum ada mobil. Adanya mobil saat ini berasal dari tidak ada sebelumnya.

Setan, Jin, Malaikat, Strum listrik, Nuklir, gelombang infra merah, Sinar X, juga adalah barang baru. Alasannya sama…duuuluuuu bertriliun-triliun tahun sebelum ada langit dan bumi ‘benda-benda’ inipun belum ada. Karena mereka ada dari sesuatu yang tadinya tidak ada, maka benda-benda tersebut adalah benda baru.

Pertanyaannya sekarang, kalau semua ‘benda-benda’ itu baru, baik yang phisik, metaphisik, prophisik dan yang imateri apakah ada gerangan yang tidak baru?

Tentu ada, menurut para ulama besar (Mutakallimin) yang bukan barang baru adalah Tuhan semata. Tuhan bukanlah barang baru karena kalau dirunut sampai kemanapun, ber milyar-milyar triliun tahun sekalipun…, Tuhan sudah ada dan tidak pernah berawal. Jadi bagi Imam Ghozali misalnya, (tokoh mutakallimin) kafirlah mereka yang mengatakan bahwa ada ‘barang’ lain yang ada sejak jaman sebelum penciptaan.

Argumen kelompok ulama ini mengatakan, kalau ada sesuatu yang ‘ada’ dan tidak pernah tidak ada selain Tuhan, maka sesuatu itu pasti tidak membutuhkan pada satu penciptaan, atau penyebab keterciptaannya.

Ini tidak mungkin karena kalau demikian adanya maka ‘sesuatu’ itu sudah menyamai Tuhan. Dan Tuhan adalah keberadaan yang niscaya secara esensi. Dalam berbagai argumen pembuktian, jelas menunjukkan hasil akhir bahwa sesuatu yang keberadaannya niscaya secara esensial adalah TUNGGAL. Jadi tidak mungkin ada 2 TUNGGAL…, Tunggal dibawa kemanapun artinya tetap sama , yaitu SATU!

Argumen rasional dari kelompok ulama ini dijawab oleh para cerdik pandai (filsuf) abad pertengahan dengan mengatakan ‘Bahwa kebutuhan akan sebab dan penciptaan tidak ada kait mengkaitnya dengan apakah ‘benda’ itu  tidak pernah tidak ada, tapi lebih tergantung kepada esensi (zhat) itu sendiri. Apakah esensi  keberadaannya niscaya atau mungkin. (eksistensi niscaya atau eksistensi mungkin) .

Sebagai contoh,

Sinar matahari berasal dari matahari.
Dan sinar itu tidak mungkin bisa terpisah dari matahari. 
Keberadaan sinar matahari itu tergantung 100% kepada matahari.
Dan satu hal lagi, keberadaan sinar matahari adalah pemberian dari matahari.
Sinar matahari ini akan senantiasa ada, baik kita bayangkan ataupun tidak, sinar matahari ini tidak akan pernah terlepas dari matahari.
Sinar matahari ‘ada’ sejak awal keberadaan matahari.

Disini coba kita ambil satu perumpamaan, umpamanya matahari ini tidak berpermulaan, apakah kemudian sinarnya mempunyai permulaan? Tentu tidak, Adanya matahari otomatis adanya sinar matahari.
Matahari adalah matahari, dan sinar matahari adalah sinar matahari.

Begitu pula dengan keberadaan ‘sesuatu’ yang lain yang tidak pernah berpermulaan, bukan berarti ‘sesuatu’ itu sama dengan Tuhan. Bedanya perumpamaan diatas dengan Tuhan adalah di ‘KEHENDAK DAN PERBUATANNYA’. Matahari tidak mempunyai kehendak terhadap sinarnya, tapi Tuhan mengetahui apa yang diperbuatNya.

Perumpaman seperti ini jelas ditulis dikitab suci Al-quran :

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(An-Nuur : 35 )

Sekarang kita sudah melihat dua kelompok menterjemahkan isi alam semesta ini, ulama jaman dulu mengatakan semua yang ada dialam semesta ini  adalah sesuatu yang baru dan berasal dari ketidak adaan, dan kelompok cerdik pandai mengatakan bukan demikian, semuanya berasal dari sesuatu yang ada.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: