Alat Pengetahuan

May 10, 2009 at 5:05 am | Posted in EPISTEMOLOGI | Leave a comment
Tags: , , , , ,

Jika sebelumnya kita katakan bahwa manusia mempunyai potensi untuk  mengetahui seluruh isi langit dan bumi, sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah, bagaimana cara mengetahuinya? Apa saja alat yang diperlukan untuk mengetahui apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi?

alat pengetahuan

alat pengetahuan

Alat yang diperlukan untuk mengetahui kesemuaannya itu salah satunya adalah “indra”. Manusia memiliki beberapa macam indra, seperti indra penglihatan, pendengaran, perasa, peraba dan penciuman. Jika saja manusia kehilangan semua indra tersebut niscaya manusia akan kehilangan bentuk pengetahuan/epistemologinya.

Orang yang terlahir buta sejak lahir tidak akan pernah bisa membayangkan aneka warna dan bentuk lahiriah segala sesuatu sebagaimana layaknya orang normal melihatnya. Orang yang kehilangan satu indra maka dia telah kehilangan satu ilmu.

Kita tidak akan mampu menjelaskan dengan cara apapun bagaimana warna pelangi, warna danau, warna langit, warna awan dan lain-lain kepada orang yang telah kehilangan penglihatannya sejak lahir.

Jika kita tanyakan kepada orang yang sudah buta sejak lahir, “tahukah kau bagaimana indahnya awan yang berarak putih di langit sana?” Maka kita akan menemukan situasi yang sulit dan mendapati si buta hanya melonggo lucu. Kita tidak akan  bisa menjelaskan indahnya awan putih berarak dilangit nan biru itu kepada sibuta karena sibuta telah kehilangan satu alat epistemologinya.

Jika kita tetap memaksa ingin menjelaskan maka yang ada hanya rangkaian kelucuan dan kekonyolan. Jika sibuta bertanya, “bagaimana bentuk awan yang berarak putih itu om?”. Maka kita hanya mampu menunjukkan perumpamaan dengan sesuatu yang sudah dikenal oleh sibuta, misalnya mendekatkan rangkaian kain yang menyerupai awan kepada sibuta.

Setelah sibuta memegang rangkaian kain yang dibuat seperti awan tersebut maka sibuta akan bergumam  “oh jadi begini bentuknya awan yang lagi berarak, tetapi bagaimana warna putih itu, seperti apakah warna putih Om?”

Menjelaskan warna putih kepada sibuta? Yang bisa kita lakukan hanyalah  memberikan perumpamaan dengan sesuatu yang bisa dipahami oleh sibuta,  misalnya kita katakan ” warna putih itu adalah seperti warna angsa”.

Kalau sibuta bertanya lagi, “angsa itu seperti apa Om?”, kita bisa sodorkan angsa ke dekat sibuta dan mengatakan, “angsa itu seperti ini”. Dengan cara seperti itu apakah kemudian sibuta menjadi tahu seperti apa yang namanya awan putih berarak tersebut? Tidak, kita bahkan akan menemukan ‘kekacauan’ yang baru lagi dengan melihat sibuta berseru girang “Oh sekarang saya sudah mengerti, bagaimana indahnya awan putih yang sedang berarak!”

“Bentuknya tipis dan warnanya panjang serta bulat, ya Om!”🙂

Kita tidak akan pernah bisa menjelaskan satu ilmu kepada orang yang telah kehilangan satu indra yang dituntut oleh ilmu tersebut dan karenanya tidak bisa tidak bahwa indra adalah salah satu alat yang sangat diperlukan untuk mengetahui segala sesuatu yang ada dilangit dan dibumi.

Tentu saja, karena indra hanya salah satu alat, maka kita akan membutuhkan alat yang lain untuk mencapai dan mengetahui kebenaran.

TrackBack URI

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: