Qiyas

June 4, 2009 at 9:20 am | Posted in LOGIKA | Leave a comment
Tags: , , , , , , ,

 

qiyasMembicarakan ilmu logika pada intinya adalah membicarakan dua hal pokok, yang  pertama adalah tentang bagaimana cara  berargumentasi (hujjah) dan yang kedua adalah tentang bagaimana cara membikin definisi (mu’arrif) .

 Kita ke bahasan yang pertama, yaitu bagaimana cara kita untuk memberikan argumentasi. Dalam memberikan pendapat atau argumentasi kita mengenal dua cara, yaitu dengan hujjah dan dengan istidlal.

Hujjah adalah memberikan pendapat tanpa menggunakan dalil dari pihak lain, yaitu sebuah cara berpendapat yang menggunakan akal pikiran sendiri yang bersumberkan dari hasil penelitian dan pengetahuan yang sudah teruji.

Istidlal adalah memberikan pendapat dengan menggunakan dalil-dalil dari pihak lain, yaitu sebuah cara untuk memberikan pendapat dengan mengutip teori-teori yang sudah umum dan relevan dengan persoalan yang dihadapi.

Dan bagaimana dengan qiyas? Dimanakah letaknya qiyas?

Mari kita lihat dulu, apa sih sebenarnya qiyas itu?

Qiyas adalah sebuah susunan kata-kata yang mengandung arti (premis), yang penerimaan terhadap premis pertama akan mengharuskan penerimaan terhadap premis yang berikutnya.

Melihat definisi qiyas diatas, maka qiyas bisa juga disebut sebagai ‘alat’ yang digunakan untuk mengeluarkan pendapat berdasarkan hasil penelitian atau pengetahuan yang bersumber dari akal itu sendiri (hujjah).

Pengetahuan yang bersumber dari akal ini diproduksi oleh pikiran (fikr). Pikiran sendiri bekerja mengikuti suatu proses yang bermula dari suatu titik tidak tahu (majhul) menuju titik yang diketahui, atau dari titik yang diketahui menuju titik-titik yang diketahui berikutnya dan kemudian menghasilkan titik baru atau pengetahuan terbaru.

Wilayah kerja pikiran (fikr) meliputi kedua wilayah pokok pengetahuan, yaitu konsepsi (tashawuraat) dan penilaian  (tashdiqaat). Dan qiyas bekerja untuk penilaian (tashdiqaat)  atau memberikan hukum tertentu terhadap suatu perkara saja. Yaitu lebih konsentrasi ke urusan kandungan dari premis-premis yang membentuk suatu hubungan tertentu yang nantinya akan menghasilkan suatu hukum atau nilai benar dan salah.

Untuk lebih menyederhanakan pengertian dan kedudukan qiyas di antara fikr, maka kita coba untuk mengingat-ingat kembali tentang proses yang terjadi di pikiran kita ketika menemui suatu  perkara yang belum diketahui oleh pikiran dan kemudian ingin dirubah menjadi suatu pengetahuan yang baru, maka pikiran kita akan bersinggungan diantara tiga kondisi berikut ini :

  1. Pikiran akan bergerak dari hal yang khusus (partial) menuju ke hal yang khusus lainnya.
  2. Pikiran akan bergerak dari hal yang umum (universal) menuju ke hal yang khusus (partial).
  3. Pikiran akan bergerak dari hal yang khusus menuju ke hal yang umum (universal) .

Apa yang dikatakan dengan qiyas adalah perihal yang pertama, yaitu proses pikiran yang bergerak dari suatu perkara khusus menuju ke hal khusus lainnya. Istilah qiyas ini adalah suatu istilah yang biasa digunakan oleh ahli Fikih untuk menyebut tamsil atau analogi.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: