Universal Partial

June 9, 2009 at 8:37 am | Posted in LOGIKA | 4 Comments
Tags: , , , , , , , , , ,

universalKetika berbicara dengan anggota keluarga dan berdiskusi dengan orang banyak kita sering berbicara ‘sekena’ nya saja. Misalnya ngomogin orang jepang, kita enteng saja mengatakan bahwa orang jepang rajin-rajin. Pertanyaannya adalah, apakah semua dari kita sudah tahu dengan apa yang kita ucapkan itu? Apakah orang jepang  yang kita maksudkan itu adalah semua orang jepang? Sebagian orang jepang atau seorang jepang?

Persoalan ini mungkin tidak terlalu penting kalau terjadinya diwarung kopi pinggir jalan atau hanya disekitar keluarga kita, tapi bagaimana kalau kita berbicara dengan orang banyak, misalnya diskusi dikantor, disekolah, dikampus atau dimana saja termasuk dimilist yahoogroups.com, tentu saja ini menjadi persoalan tersendiri ? .

Persoalan ini menarik untuk kita perhatikan bersama karena masih banyak diantara kita yang tidak menyadari bahwa apa yang kita bicarakan didepan orang banyak itu bisa mempengaruhi orang yang mendengarkannya. Kita kembali ke contoh diatas, apakah yang kita maksud dengan orang jepang rajin-rajin tersebut adalah semua orang jepang, sebagian orang  jepang atau seorang jepang?

Dari sisi ilmu logika, persoalan seperti itu harus jelas supaya pernyataan yang coba disampaikan oleh si penutur bisa dinilai, apakah betul, bohong, logis atau tidak logis. Pernyataan tentang orang Jepang rajin-rajin tidaklah berarti ditujukan kepada semua orang jepang, karena faktanya ada juga orang jepang yang malas. Lain halnya kalau kita mengatakan ‘jepang terletak di asia’ maka yang dimaksudkan dari pernyataan tersebut adalah semua orang jepang.

Bagaimana kita bisa membedakan persoalan serupa diatas, Apakah dengan cara tebak-tebakan, feeling, atau ada semacam aturan yang mengatur persoalan seperti itu? Tentu saja persoalan ini diatur oleh ilmu logika, kata-kata seperti diatas dikenal dengan beberapa istilah teknis didalam logika, yakni kata universal, partial, singular dan kolektif.

Suatu kata mempunyai pengertian universal apabila ia mengikat seluruh bawahannya tanpa kecuali : seperti manusia, tumbuhan, hewan dan lain-lain. Manusia disebut universal karena dia mengikat semua manusia, baik manusia kulit putih, kulit hitam, anak-anak, orang dewasa, orang tua, muda dan sebagainya.
 
Begitu juga dengan tumbuhan dan hewan, yang disebut dengan tumbuhan ataupun hewan adalah semua tumbuhan dan semua hewan baik yang ada dilaut, didarat, digunung ataupun diudara.

Sekarang kita lihat istilah yang lainnya, yaitu kata partial. Suatu kata mempunyai  pengertian partial apabila ia mengikat banyak bawahannya, tetapi TIDAK semuanya. Misalnya kita ambil contoh kata ‘manusia’ , kata ‘manusia’ adalah universal sebagaimana kita sebutkan diatas, tapi kalau yang di ikat sebagai kata ‘manusia’ itu tidak meliputi seluruh manusia, maka betapapun banyaknya yang diikat ia tidaklah bisa disebut sebagai kata universal melainkan disebut sebagai kata partial. Misalnya, hampir seluruh manusia, banyak manusia, beberapa manusia, ada manusia dan sebagian besar manusia. Berapapun banyaknya manusia yang disebutkan jika tidak disertai dengan kata ‘semuanya’ maka kata tersebut adalah termasuk kedalam kata partial (sebagian).

Istilah lain yang perlu dicermati adalah kata singular, kata singular adalah kebalikan dari kata universal. Jika pada kata universal mengikat keseluruhan anggota bawahannya tanpa batas, maka pada kata singular anggota yang diikat HANYA satu saja.

Kata singular ini akan lebih mudah dikenali jika kita perhatikan dua ciri khususnya, ciri pertama adalah ‘nama yang unik’. Yaitu nama yang memberi identitas khusus terhadap suatu objek. Misalnya : Presiden Indonesia, Sungai terpanjang didunia, rektor universitas indonesia dan lain-lain. Kita juga bisa menggunakan kata penunjuk ‘ini’ atau ‘itu’ untuk membedakan antara kata universal dan kata singular.

Misalnya : orang itu, rumah itu, sungai ini, kursi ini. Kata : Orang, rumah, sungai dan kursi adalah kata universal, tapi akan berubah artinya jika dimasukkan kata penunjuk ‘ini’ dan ‘itu’. Kata penunjuk tersebut otomatis akan merubah arti suatu kata menjadi kata singular (khusus) .

Ciri khusus yang kedua adalah ciri yang menunjukkan nama yang diberikan kepada sesuatu dengan tujuan identifikasi, seperti : Hotel Horison, Budi, Rini, Ancol, Taman Suropati dan sebagainya. Masing-masing pada kata-kata tersebut di sampaikan dengan tanda pengenal khusus terhadap objek yang bersangkutan.

Berikutnya adalah kata kolektif , suatu kata mempunyai pengertian kolektif apabila ia mengikat sesuatu yang mempunyai persamaan fungsi yang membentuk satu kesatuan, misalnya : regu, tim, kesebelasan, dewan , panitia dan sebagainya.

Kata yang mempunyai pengertian kolektif adalah keseluruhan yang terikat, bukan individunya. Contoh semua pemain bersama-sama membentuk satu team, tapi tidak bisa dikatakan bahwa setiap pemain adalah team, tiap-tiap orang baru bisa disebut team jika dinyatakan secara kolektif (bersama).  Contoh yang lain, semua aktivis  bersama-sama membentuk sebuah organisasi, tapi tidak bisa kita sebutkan bahwa tiap-tiap aktivis adalah organisasi. Demikian seterusnya, dan sekarang kita sudah bisa semakin jelas dan mudah untuk mengenali beberapa kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk berdiskusi🙂

Apakah anda  juga termasuk yang sering menyama-ratakan orang dan persoalan?  Silakan ceritakan pengalaman anda dibawah ini🙂

 

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hmmm…
    sesuatu yang tadinya tidak terpikirkan sama sekali oleh saya,nice article…

    trimakasih atas pencerahannnya

    Salam kenal

  2. Saya termasuk yang mendapat manfaat dari blog ini, semoga tetap berjaya. Ngomong-ngomong nama pengelola blog ini siapa ya?

    Saya ingin ikutan mailing list caranya gimana ya mas/mbak?

  3. Sangat mencerahkan…

  4. Website ini ramai sekali pengunjungnya, tapi kok pada tidak ada yang berani adu argumen atau minta petunjuk kepada pengelolanya ya?

    Apakah sudah pada setuju dan akur semua nih dengan tulisan pak Iman K.?

    Pengunjung ribuan perhari begini tapi kok sepi dari komentar, apa komentarnya dimoderat? ahh ntuk nguji di moderate atau tidak coba wa test kasih comment ahhh…apa bisa tampil dikolom kementar🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: