Abstrak dan Konkrit

June 11, 2009 at 11:46 am | Posted in LOGIKA | Leave a comment
Tags: , , , , , , ,

Ah dasar orang batak! Orang batak itu tidak seperti orang jawa yang ngomongnya halus. Orang batak ngomongnya kasar, karena orang batak kebanyakan dari Medan.

Pernyataan seperti itu sering kita dengar dan kebanyakan dari kita sudah tidak mempersoalkan kalimat itu terkecuali jika kita sedang tidak mood dan mudah tersinggung maka kita akan mempersoalkannya secara alami ( logika Natural ).

Sebenarnya kenapa sebagian orang bisa tersinggung dan kenapa sebagian lainnya menganggap pernyataan seperti itu biasa-biasa saja?

Mengenai kenapa sebagian orang tidak mau tau dan tidak mau mempersoalkan isi pernyataan seperti itu, pastilah jawabannya beragam dan jawaban mereka mudah ditebak, yaitu karena pengaruh pergaulan. (baca : karena diantara teman-temanya (juga) ada yang pernah ngomong begitu : )

Tapi bagi mereka yang mempersoalkannya secara alami, mereka bisa melihat bahwa pernyataan seperti itu sebenarnya mengandung  “nilai salah”  dan karenanya mereka protes.

Bagaimana mereka bisa mengira-ngira kalau pernyataan seperti itu sebenarnya mengandung “nilai salah” ? Tentu saja karena setiap orang sesungguhnya mempunyai logika (logika natrual) yang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah secara alami.

Kalau memang betul ada sesuatu yang salah disitu, maka pertanyaannya adalah salahnya dimana?

Mari kita lihat…

Bagi  ilmu logika, perkara seperti itu menjadi bahan kajian khusus. Logika sangat berkepentingan untuk membedakan makna kata-kata yang diselipkan didalam kalimat seperti itu untuk memeriksa maksud sipenutur. Bagi logika memperhatikan objek yang dibicarakan tersebut sangat penting, apakah yang dimaksud adalah sifat objek atau diri si objek.

“Orang jawa, Orang batak” yang disinggung dalam kalimat diatas bisa dibedakan dalam dua pengertian kata, yaitu pengertian abstrak dan konkret.

Bagi ilmu logika, suatu kata dianggap mempunyai pengertian abstrak jika kata itu menunjuk kepada sifat, keadaan dan kegiatan yang dilepas dari objek tertentu. Misalnya : Kesehatan, Kebodohan, Kepandaian, Kekayaan, Kemiskinan dan lain lain.

Dan suatu kata mempunyai pengertian konkret apabila ia menunjuk kepada suatu benda, orang atau apa saja yang mempunyai eksistensi tertentu seperti : Mobil, Motor, TV, Meja, Kursi, Orang batak itu, Orang Jawa itu, Rumah dan lain-lain.

Kata ‘orang batak’ dan ‘orang jawa’ jika dimaksudkan adalah sekelompok orang yang tinggal di Medan atau di Jawa Tengah, maka dia akan bermakna konkret. Konkret,  karena jelas yang dimaksudkan adalah tentang keberadaan (eksistensi) sekelompok orang.

Tetapi jika maksud sipenutur adalah tentang sifat, cara dan sikap hidup orang jawa dan orang batak, maka pengertian kata tersebut berubah menjadi kata abstrak.

Sebaliknya, Kesehatan, Kebodohan, Kepandaian, Kekayaan, Kemiskinan juga bisa berubah maknanya menjadi kata konkret jika ia menunjuk kepada suatu benda, orang atau apa saja yang mempunyai eksistensi tertentu.

Untuk memudahkan kita dalam membedakan pengertian kata abstak dan konkret, berikut ini adalah contoh kata yang mempunyai pengertian konkret :

Kebaikan anda tidak mungkin terlupakan.
Kesempurnaan lukisan ini mengagumkan banyak pengunjung.
Kekayaan Bill Gate bernilai Milyaran Dollar.
Kenakalan remaja membikin gerah Pemda DKI.

Sedangkan pada pernyataan berikut ini, pengertian kata-kata yang bergaris miring dan tebal itu berubah menjadi kata Abstrak :

Kebaikan adalah perbuatan yang sangat diharapkan.
Kesempurnaan adalah tanda kesungguhan dalam berusaha dan berkarya.
Kekayaan dapat membuat orang lupa kepada Tuhan
Kenakalan adalah sikap yang perlu mendapat perhatian khusus.

 

Kepiawaian dalam membedakan makna konkret dan abstark ini sangat berguna dalam banyak kajian sosial, politik, agama dan filsafat. Sering dimilist yahoogroups kita memperhatikan orang ‘sekenanya’ saja ‘memukul rata’ dalam persoalan yang terjadi dimasyarakat dengan mengatakan, “Indonesia susah maju karena korupsi” .

Satu orang yang korupsi dinisbah-kan (dikaitkan) kepada semua orang yang tinggal diindonesia karena hanya kesalahan dalam membedakan kata ‘indonesia’ antara satu orang dengan yang lainya.

Sampai disini mungkin sudah sedikit jelas bagi kita, beberapa pengertian kata yang bisa kita gunakan dalam berdiskusi, selanjutnya nanti akan kita bahas pengertian kata mutlak dan relatif

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: